Image Slider

Resep Serabi Jawa

Intro dulu ya..

Obrolan Ibu dan anak sulungnya yang saat ini duduk di kelas 2 SD
Kak, kalau bunda jualan serabi, kakak malu gak?
Kenapa malu? Nanti aku yang bantu bungkusin.

wkwkwk




Jadi, baiklah...
Karena merasa sudah diakui rasanya enak oleh seluruh anggota keluarga yang mencicipi serabi jawa bikinanque, maka dari itu perlu di catet disini biar gak lupa.

Untuk 20-25 buah serabi

Bahan :
  • 100 gr tepung terigu serbaguna
  • 150 gr tepung beras
  • 500 ml air
  • 200 gr parutan kelapa
  • 1 sdt vanili
  • 1 sdt ragi instant
  • 1 sdt garam
  • Gula merah secukupnya
 Cara membuat :
  • Campur tepung serbaguna dan tepung beras, aduk sampai rata sambil dikepal-kepal menggunakan tangan, sampai jika dikepal tidak hancur (menyatu)
  • Campurkan vanili, garam dan ragi instant ke dalam adonan tepung. Aduk lagi sampai rata
  • Campur parutan kelapa ke dalam adonan, aduk kembali sampai rata
  • Tuang air sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diuleni setengah kalis. Tuang air lagi, uleni sampai kalis. Dan habiskan air, aduk rata adonan kemudian diamkan selama 30 menit
  • Iris gula merah secukupnya
  • Setelah adonan didiamkan, maka bagi adonan menjadi 2 bagian yaitu adonan manis dan adonan gurih (biasa)
  • Untuk  membuat adonan manis, ambil beberapa sendok sayur adonan, campurkan irisan gula merah, aduk sampai rata
  • Gunakan api kecil
  • Olesi wajan serabi dengan sedikit minyak
  • Tuang 1 sendok sayur adonan gurih, tutup rapat dan tunggu sebentar
  • Tuang sedikit adonan manis di atasnya, tutup kembali dan diamkan sebentar
  • Tuang kembali sedikit adonan manis di atasnya, ini pilihan saja jika penyuka manis bisa ditambahkan adonan manisnya. Tutup kembali, dan tunggu sebentar sampai matang
  • Cungkil serabi dari wajan dan Serabi Jawa siap dihidangkan selagi hangat.

Tepung serbaguna + tepung beras

Tambahkan garam


Tambahkan vanili

Tambahkan ragi instant

Tambahkan parutan kelapa

Tambahkan air

Uleni menggunakan tangan

Adonan sampai kalis

Habiskan air sampai adonan seperti ini

Bisa menggunakan wajan tanah liat atau aluminium

Jangan lupa cuci bersih wajan agar tidak lengket

Serabi siap dihidangkan

Nikmaaaat


Selamat mencoba 😊

Setelah Turki, Mau ke Negara Mana Lagi?




"Wiiiiih... nuker dollar, mau pergi kemana lagi nih?"


padahal...

Nabung dollar buat tabungan haji.

Baca cerita waktu daftar haji reguler

Dikira sini duitnya banyak amat yak, traveling mulu.

Jadi, setelah perjalanan kami dua tahun silam ketika berwisata ria ala keluarga cemara ke Turki..

Baca cerita waktu mbolang ke Turki

Kira-kira mau traveling kemana lagi, keluarga ini?

Sayangnya, antara mimpi dan ekspektasi sering kali bertolak belakang. Saya si istri yang cita-cita banget punya hobi traveling with my lovely lalalala family keliling dunia, sepertinya memang harus segera menyadari bahwa suami, gak sepemikiran. Hiks



Dalam biduk rumah tangga ini..
Terkadang memang perlu sepemikiran untuk menentukan satu caption yang menjelaskan tentang kehidupan rumah tangga itu sendiri. Halah caption. Rumah tangga instagramland. Ha ha ha.

Jadi gini, ada kan sepasang suami istri yang senengnya traveling, atau senengnya olahraga bareng, atau wisata kuliner bareng, atau nonton konser bareng. Sebut saja Ohana Family yang senantiasa kompak dan sejalur visi misi rumah tangganya.

Dan ketika antara suami istri berseberangan hobi atau kesenangan, ya kadang emang jadi baper-baperan.

Seperti yang sudah disinggung di atas. Sebut saja Mrs. A yang dalam angannya pengen banget keliling dunia. Mengunjungi beberapa negara hits, instagramabel, dan impian banyak netijen. Dan Mr. A yang gak seneng traveling. Traveling itu gak harus, dan kalaupun memang harus mengunjungi suatu tempat, ya bukan karena pengen jalan-jalan saja, tapi harus ada yang diambil manfaat, ilmu atau ada nilai ibadahnya.

Ini piknik pak, bukan lagi dapat beasiswa S3. LOL

Intinya syarat dan kententuan berlaku nya banyak banget.

Yah, demi kebahagiaan biduq rumahtangga yang samawa...

Salah satu dari pasangan ini pun gak boleh saling memaksakan. Kuncinya nrimo, ngalah. Rapatkan barisan, eratkan genggaman, dan fokus satu titik untuk meraih bintang. Yok nyanyiiiiiii....

Dulu,
Saya sampai bikin list pengen ke negara ini, habis itu ke negara itu, dst. Namanya punya mimpi kan boleh saja. Tapi seiring berjalannya usia, dan bertambahnya anak, keinginan itu pudar entah hanya untuk sementara atau seterusnya. Kita liat saja.. 😉

Karena saat ini rumah telah menyandera ku. Aku terlalu nikmat tinggal di rumah saja dengan anak-anak. Gak harus packing berkoper-koper, gak harus mikirin budget, gak harus mikirin cuti, gak harus mikirin ijin sekolah, dsb.
Sampai dengan saat ini lo ya... gak tau tahun depan. Haha

Piknik pun pengennya yang dekat dengan rumah. Yang gak capek. Yang gak rempong. Sadar diri, bawa anak tiga itu repot cuy. Keluarga A6 (ukuran kertas?), keluarga panutan se-instagram-land itu cukup dalam dunia dongeng saja, yang asisten nya, baby sitter nya diajak kemanapun mereka piknik. Duitnya banyak, ses. Gak usah julid ya mbiaaaaak.

Jadi memang saat ini gak ada negara yang masuk dalam list untuk dikunjungi dalam rangka traveling. Eh, ada ding negara dongeng 😂. Lagi-lagi sementara ya. Siapa tau si bapak pengen lanjut sekolahnya, dapet beasiswa gitu, dan aku kan bisa ngikut. LOL

Beda dengan Umroh ya. Karena itu bukan traveling, tapi ibadah. Yang pengennya kita tiap tahun bisa kesana. Aamiin. Visa progressif semoga gak menghalangi niat kita untuk selalu kesana. Tapi kenapa harus ada visa progressif?? Lah gimane sih.

Piknik keluarga memang penting, dan harus itu. Tapi pulang dari piknik kan pengennya bahagia. Pikiran fresh.  Hubungan keluarga semakin hangat dan erat. Gak malah sebaliknya, pulang piknik dapet SK mutasi. Eh. Pulang piknik malah pusing, capek, anak-anak batuk pilek, kerjaan numpuk, dll.

Untuk saat ini, saya lebih seneng kita naik kereta bareng walau hanya sampai Solo. Disana belanja di Pasar Klewer atau PGS (rombongan nganter mamaknya nih judulnya). Atau sekedar jalan-jalan ke Malioboro, ke Pasar Bringharjo lagi-lagi nganter mamaknya belanja. Sepedaan sampai Kebon Binatang, karena kami ber-KTP situ jadi biaya masuknya free. Benar-benar asas penghematan. Atau ke pantai yang kayaknya belum sempat ke pantai yang itu, eh udah lahir pantai baru lagi. Jogja memang Istimewa.

Atau yang agak ekstrem, pengen naik gunung bareng sama suami, anak-anak di rumah aja tapiiii... Haha. Terakhir naik gunung jaman STM dulu. Belum ada instagram, hp aja gak ada kameranya. Jadi gak bisa apdet instastory. Sayang banget. 😝

Atau... ada ide piknik keluarga yang gak menggerus tenaga, waktu dan budget? Sebvvah keluarga kecil ini menerima saran dan sumbangan dari para netijen.

Saya selalu kagum dengan keluarga-keluarga backpacker, keluarga-keluarga traveler, saya seneng liat foto-fotonya, perjalanan ceritanya. Seneng deh. Dan alhamdulillah selalu bikin sirik, wakakaka. Tapi itu tadi, kondisi keluarga kita beda, anak-anak kita beda, suami kita beda, kesibukan kita beda, ya masak mau disama-samain hobinya.

Masing-masing keluarga punya cara sendiri untuk menjadikan keluarganya  seperti bahagianya Keluarga Cemara. Mereka punya tips dan trik sendiri agar anggota keluarganya selalu bahagia. Karena kadar bahagia itu juga gak ada satuannya. Kadar nya kita sendiri yang menentukan. Tapi yang saya yakini, kalau kita rajin bersyukur, merasa cukup dan gak selalu mendongak ke atas, bahagia itu gampang banget didapat.

Jadi piknik itu memang penting. Piknik lah sedekat-dekatnya kaki kita bisa melangkah, dengan harapan bisa sejauh-jauh mata memandang (memandang karyaNya sampai langit), dan seiri-iritnya ongkos. Demi menyelamatkan biaya sekolah anak-anak yang masih bertahun-tahun lamanya,  demi bisa naik haji plus (salah satu ikhtiar dari sekian ikhtiar) dan daftarin anak-anak haji juga, ajakin mereka umroh, dan demi bisa membantu banyak orang, banyak orang, dan banyak orang lagi. Mungkin inilah Life Goals keluarga kami dalam waktu dekat dan berharap seterusnya. Saling mendoakan yaaa. Luv mvvah.

Besok, sudah senin. Jangan lupa piknik dulu hari ini.
 


Pengalaman Umroh Dengan Kursi Roda

Bukan soal kita punya uang atau tidak, kita punya waktu atau tidak, kita sedang sehat apa tidak, tapi apakah kita benar-benar mau atau tidak.


Bagique...

Banyak hal yang sebenarnya ingin dicapai. Banyak keinginan yang sebenarnya ingin dimiliki. Banyak cita-cita yang sebenernya ingin diraih, banyak rencana yang sebenarnya ingin terwujud.

Ya namanya juga manusia biasa yang penuh hasrat, ambisi dan keinginan duniawi wkwkwkw..

Tapi semua itu selalu saya sandarkan pada kehendak Ilahi. Biar gak kelewat bates ambisinya. Terserah Allah. Allah tau yang terbaik, selagi kita mau bertawakal *catet ber-ta-wa-kal*, kita punya niat baik, mau berdoa dan berusaha. Allah akan buka pintu-pintu kemudahan itu.

Dari banyak keinginan itu salah satunya adalah :

bisa menemani Mama menjalankan ibadah umroh. Tepatnya di bulan Ramadhan sesuai keinginan beliau. 

Dan  bulan Ramadhan kemarin, alhamdulillah Allah memudahkan langkah kami sampai ke Tanah Suci.

Flashback dikit yaaa..
Rencana umroh bareng beliau sebenarnya sudah sejak tahun 2017 ketika saya sedang hamil anak ketiga. Saat itu kondisi kesehatan beliau mulai menurun. Waktu itu cuma mikir, masih cukupkah umur beliau untuk sampai ke Tanah Suci? Jadi tanpa banyak pertimbangan, tanpa harus menunggu bulan Ramadhan yang masih tiga bulan lagi, saya berniat untuk segera mendaftar umroh dalam waktu terdekat.

Saya waktu itu sedang hamil 6 bulan, tapi alhamdulillah vaksin Meningitis saya masih berlaku. Jadi aman lah untuk ibu hamil karena gak perlu vaksin ulang. Dan hamil 6 bulan masih diijinkan untuk naik pesawat. InsyaAllah secara fisik saya masih mampu berjalan jauh, melakukan Tawaf dan Sai yang menurut saya, mudahlah bagi saya.

Saya lupa, saya gak hanya membawa diri dan bayi dalam perut saja, melainkan saya harus membersamai beliau yang saat itu kondisinya untuk jalan aja susah. Ya, saking semangatnya saya lupa soal itu. *Jadi, terakhir beliau bisa jalan adalah ketika kita selesai bikin paspor*.

Memang ya semua sudah diatur. Mungkin Allah tunda keberangkatan ini karena Allah ingin kita kesana dalam waktu dan kondisi terbaik.

Jadi karena kondisi Mama waktu itu semakin menurun, pemberangkatan umrohpun akhirnya ditunda. Tapi niat untuk kesana gak hilang begitu saja, tetap ada dan terus diulang-ulang doanya untuk bisa kesana dalam keadaan dan waktu terbaik.

Dan alhamdulillah Ramadhan kemarin keinginan kami terwujud. Allah kabulkan di saat semuanya tepat....

Jadi, kemarin kondisi Mama sudah semakin membaik, untuk berjalan pelan beliau sudah cukup kuat, tapi untuk jalan agak jauh apalagi menanjak atau menurun beliau masih kesulitan.

Akhirnya saya dan suami sepakat untuk membawa (menyewa lebih tepatnya) kursi roda dari Indonesia.

Nah, kenapa akhirnya saya merasa perlu berbagi pengalaman umroh dengan kursi roda? Meskipun ini juga pengalaman pertama kami, karena mungkin ada yang merasa ragu, “saya sakit, saya susah jalan, apakah tetep bisa berangkat umroh?” , semoga dengan share pengalaman ini, bisa memberi semangat kepada teman-teman, bahwa sakit bukan jadi halangan untuk bisa sampai ke Tanah Suci ya!

Semoga teman-teman yang pengen kesana bisa segera terlaksana. Aamiin.

Jadi, kira-kira apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana persiapannya?


1. KURSI RODA. Sewa atau beli?  

Pertimbangannya apa bawa sendiri? Kan disana juga bisa sewa?

Pertimbangannya sewa disana jauh lebih mahal, kurang lebih 600 SAR atau setara 2,4 juta untuk rangkaian Tawaf dan Sai saja (mohon koreksinya jika salah) tapi harga segitu sepertinya sudah dengan jasa dorongnya. Sementara saya dan suami sepakat untuk bergantian ndorong dan tidak menggunakan jasa dorong.

Jadi, kayaknya lebih hemat kalau sewa sendiri dari Indonesia. Karena penggunaan kursi roda gak hanya pada saat Tawaf dan Sai saja, perjalanan hotel – masjid juga butuh kursi roda, jadi memang perlu banget bawa kursi roda sendiri.

Awalnya kepikiran untuk beli, karena toh bisa dipakai Mama juga sehari-hari nantinya. Tapi alhamdulillah beliau masih ingin belajar dan mencoba terus untuk bisa jalan tanpa bantuan kursi roda, meskipun kadang masih dibantu dengan kruk. Jadi, sewa adalah pilihan yang tepat.

Beberapa minggu sebelum berangkat, saya browsing jasa penyewaan kursi roda di Jogja.
Bagi yang membutuhkan jasa sewa kursi roda untuk daerah Jogja dan sekitarnya, bisa ke sini :
WA :
082160203030 (perwakilan Gejayan)
087838421174 (perwakilan Condong Catur)

Kita pilih yang model ini :

sumber : google

Berapa biayanya? (kursi roda traveling seperti yang kami sewa kemarin) :
200 ribu/ bulan
120 ribu/ 2 minggu
atau 75 ribu/ minggu

Kondisinya bagus, gampang digunakan, ringan dan praktis.

2. HATI YANG IKHLAS & SABAR

Setelah sewa kursi roda beres, apalagi yang perlu disiapkan untuk Umroh dengan anggota keluarga yang memang sangat butuh bantuan kita?

Rasa ikhlas dan sabar pastinya. Tanpa itu semuanya, gak ada artinya kita jauh-jauh kesana, lelah-lelah mendorong, tapi hati gak ikhlas, yang ada cuma capeq!

Dari awal niat umroh bareng Mama dengan kondisi beliau yang tak seprima kita, memang sudah harus dilegowokan, bahwa disana tugas saya dan suami berdua adalah bahu membahu, gak boleh mikirin diri sendiri atau mikir berdua saja.

Harus lebih sabar lagi ketika waktunya sholat, kita harus lebih cepat dari yang biasanya, bahkan di Masjidil Haram untuk jam tertentu kursi roda gak boleh lewat pintu atau eskalator tertentu. Jadi kita sering dapat sholat di pelataran masjid. Yaaah, dilegowokan...

Begitu pula ketika mengantri ke Raudah, karena barisan kursi roda ada sendiri, dimana kita baris dua-dua, sementara antriannya amatlah sangat panjang yang bisa sampai tiga jam berdiri ngantri, dan bisa masuk ke Raudah hanya dikasih waktu satu-menit-saja sama ukhti askarnya. Rasanya mustahil aja sih, kalau gak legowo pasti mending putar balik ke hotel kemudian tidur, ya gak? 😂

Pintu masuk ke Raudah khusus kursi roda

ngantri ke Raudah

Tapi Jangan pernah ragu dengan pertolongan dan kemudahan yang akan Allah turunkan melalui orang-orang sekitar. Ketika saya terpisah dengan suami, dan saya harus mendorong seorang diri dengan kondisi orang penuh sesak, tiba-tiba ada saja orang yang membantunya. Ya, hampir selalu ada orang-orang itu datang membantu kami.

3. SIAPKAN UANG UNTUK "TIPS" PETUGAS BANDARA

Perjalanan Jogja – Jakarta – Dubai – Madinah – Jeddah – Dubai – Jakarta – Jogja kemarin memang cukup memakan waktu di perjalanan. Makin sering kita transit di bandara, maka makin sering pula kita naik turun pesawat dan otomatis mobilitas kursi roda pun juga makin tinggi. Jadi kemarin alurnya kurang lebih gini..

JOGJA – JAKARTA
Begitu sampai di bandara Jogja menuju Jakarta, kursi roda gak perlu di wrap, jadi perlakuannya sama seperti bawa stroller bayi, cukup lapor saja dan diserahkan ke petugas ketika kita boarding / naik ke pesawat. Sekali lagi jangan lupa lapor ke petugas bahwa ada penumpang dengan kondisi sakit dan menggunakan wheelchair. Saya sebut saja penumpang  khusus ya.

Jadi begitu turun dari pesawat, sudah ada petugas yang menunggu dengan kursi roda yang sudah disiapkan oleh bandara, jadi gak pakai kursi roda milik sendiri. Penumpang khusus ini akan didorong oleh petugas didampingi oleh salah satu keluarganya. Sampai di ruang pengambilan bagasi, barulah serah terima kursi roda beserta penumpangnya. Petugas di Soetta gak ada yang minta tips, tapi nurani kita aja sih, kalau mau kasih ya kasih seikhlasnya, kalau gak ya, gak apa-apa.

wheelchair di wrap sama Team Leader Zhafirah



dibantu oleh petugas bandara CGK


JAKARTA – DUBAI
Kursi roda wajib di wrap ketika penerbangan internasional. Di Soetta, bayarnya 50 ribu, jadi ketika wheelchair sudah di wrap, kita akan dipinjami wheelchair punya bandara sampai naik ke pesawat berikutnya.

di bandara Dubai


Tiba di Dubai, bagasi gak ada yang turun, kita transit selama enam jam dengan fasilitas tidur di hotel (kita gak ambil paket city tour, jadi numpang tidur siang aja di Dubai - berasa orang kaya, padahal transit biar dapat tiket yang lebih murah LOL)

Di bandara Dubai yang gedenya segede baliho SAHRUKHAN, yang ndorong kursi roda adalah petugas bandara sekaligus menggunakan kursi roda bandara juga. Kursi roda punya sendiri masih di wrap dibagasi. Kalau bisa sih kasih tips ke petugas yang bantu dorongin ya, karena lumayan jauh jaraknya. Kasih berapa? Seikhlasnya.

(Kalau tanya rata-rata biasanya dan ini katanya antara 10-20 SAR)

Begitupun ketika dari hotel kembali lagi ke bandara mau terbang ke Madinah, ikhlaskan saja untuk kasih tips petugas karena lagi-lagi dorongnya emang jauh banget.



salah satu secuil corner di bandara Dubai


DUBAI – MADINAH
Sebenarnya kemarin ini yang agak bikin senep suami, karena  ngerasa “dipaksa bayar ”.

Astaghfirulloh.... jadi ceritanya turun dari pesawat saya duluan sama Mama, suami di belakang. Begitu ke bagian Imigrasi, tiba-tiba ada orang yang mengambil alih kursi roda dan dia dorong sampai ke antrian Imigrasi. Nah begitu sampe, si petugas ini minta uang 100rb sebagai bayaran dia sudah ndorongin kursi roda meskipun tanpa diminta.

Yah, aku pikir tadi sukarela aja hahaha, mungkin karena gak tega liat saya kecil begini kan, jadi dia mau bantuin gitu lah, eh ujung-ujungnya dia minta duit hehe. Beda sih caranya ketika di bandara Dubai, yang ini agak maksa. Ya pelajaran juga, kalau di bandara liat-liat ya mereka pakai seragam atau tidak, kalau yang resmi, mereka pakai seragam.



SELAMA DI HOTEL DAN DI MADINAH
Karena kursi rodanya juga nyewa bukan milik pribadi, jadi jangan sekali-kali meninggalkan kursi roda di luar kamar atau di luar masjid ya. Toh kursinya juga bisa dilipat, jadi gak apa-apa, bongkar lipat bongkar lipat sampai seratus kali juga gak masalah demi keamanan itu lebih baik.

Ketika di Madinah, kemarin kita memang menghabiskan waktu di Masjid Nabawi, gak ikut city tour, mengingat kondisi Mama yang sangat kesulitan untuk naik turun bus.

Jadi rutinitas kami selama di Madinah kemarin kurang lebih gini :
Habis sahur, ke masjid untuk Sholat Subuh (kalau masih dapat Sholat Tahajud di Masjid), lanjut ke Raudah sekalian Sholat Duha, baru kembali ke hotel dan baru bisa tidur nyenyak sampai menjelang Sholat Dzuhur. Nanti Sholat Dzuhur kadang pulang kadang lanjut Sholat Ashar baru pulang, menjelang buka puasa ke masjid lagi, iftar di Masjid Nabawi yang masyaAllah.... indah banget ya Allah.. suasana menjelang buka puasa yang selalu ku rindukan di Masjid Nabawi.

selesai dari Raudah
Selepas Sholat Maghrib, kembali lagi ke hotel untuk buka puasa makan porsi kuli, kemudian balik lagi ke masjid untuk Sholat Isya sekaligus Sholat Tarawih sampai jam 12 malam. Jam 3 pagi sahur.... and repeat again (seperti yang sudah dijelasin diatas).

Jadi bisa dihitung berapa kali kita bolak balik ke hotel dengan menempuh kursi roda ya. Banyak kali.
Sendirian? Enggak, banyak kok yang pakai kursi roda juga, jadi jangan baper, bukan saya aja yang berjuang, tapi banyak sekali yang perjuangannya lebih berat daripada saya.

MAKKAH DAN MASJIDIL HARAM
Perjalanan ke Makkah dari Madinah menggunakan Bus. Dan setiap kali Mama harus naik turun bus sebenarnya pedih aja rasanya, ikut ngerasain perjuangannya tergopoh-gopoh untuk naik turun bus. Kadang agak setengah digendong biar kuat naiknya. Bikin hatique sungguh terqoyaq-qoyaq..... 😓

dari Masjid menuju hotel

Untuk Rukun Umroh Ihram, Tawaf, Sai dan Tahalul. Alhamdulillah kemarin lancar semuanya.

Dari Miqat di Masjid Bir Ali, sekali lagi kita harus sabar dan ikhlas, ketika rombongan sudah menanti, sementara saya masih makein kaos kaki mama, ketika rombongan sudah memanggil untuk berkumpul, mungkin saya masih sibuk mbenerin posisi duduk mama di kursi roda. Sabar kuncinya.

Alhamdulillah rombongan kami mengerti, team leader kami juga sabar, karena jauh sebelumnya memang saya sudah sampaikan bahwa ada jamaah yang menggunakan kursi roda. Jadi, atas pengertian jamaah lainnya, rangkaian ibadahpun bisa terlaksana dengan baik. Alhamdulillah.

Yang tanya saya kemarin pakai travel apa? Zhafirah ya! Saya sudah dua kali pakai travel ini, dan alhamdulillah recomended. *setelah ini ngarep di endorse 😛*

PT ZHAFIRAH MITRA MADINA
Ruko Kuning 8D, Jl. Ringroad Utara, Condong Catur, Depok Sleman - DIY
http://zhafirahumroh.co.id/ 
IG : zhafirahumrohhajj 
IG : zhafirahumrohjogja 

Untuk Tawaf sendiri pengguna kursi roda tidak boleh dilakukan di lantai dasar (depan Ka'bah persis), jadi bisa dilakukan di lantai 1,2,3 dan 4. Dengan jarak yang lebih jauh pastinya. Karena kemarin kita gak pakai mutawif/ah, jadi saya sama suami gantian yang dorong.

Begitu juga dengan Sai, dilakukan dilantai atas, untuk putaran Sai khusus pengguna kursi roda juga dibedakan, lebih pendek putarannya, dan tidak ada tanjakan bukit Safa dan Marwa seperti kalau kita jalan kaki di lantai dasar.

Sementara untuk tahalul, mohon dapat diperhatikan, karena kita terpisah dengan rombongan, maka yang bisa mencukur rambut adalah jamaah yang sudah melakukan tahalul.

Perhatikan saja orang-orangnya, menggunakan kain ihram atau tidak, minta tolong kepada jamaah lain yang gak kenal juga gak apa-apa. Karena kemarin kita sempat “dimintain uang” sama orang yang menawarkan jasa tahalul. Beh, cukur tiga helai rambut bayar! bukan cukur botak ini ya, tapi tahalul rukun umroh. Astaghfirulloh...baru tau ada jasa tahalul berbayar. Ada juga ya yang cari kesempatan di tempat suci seperti ini. Hiks.

selesai melaksanakan Tawaf

Kalau pengen banget sholat di depan Ka'bah yang di lantai dasar, kita datang ke masjid antara jam 9-10 pagi untuk persiapan Sholat Dzuhur (bagi pengguna kursi roda), sudah deh sampai Ashar atau Maghrib sekalian. Pernah sekali gini, dirapel sampai buka puasa, walhasil kaki mama bengkak karena terlalu lama duduk di kursi, sementara kalau mau tiduran di karpet, bangunnya susah banget. Pasti kesakitan luar biasa. Kalau mau pulang ke hotel, nanti sudah gak bisa sholat di dalam Masjid lagi. Mungkin karena musim Ramadhan, jamaahnya memang sangat padat, jadi memang lebih terasa perjuangannya.

pernah saking capeknya tiduran sambil nunggu sholat, dan bangunnya kesakitan sampai ditolongin jamaah lain.

JEDDAH - DUBAI
Kemarin agak kecewa dengan pelayanan di Bandara Jeddah, karena wheelchair disediakan hanya sampai ruang tunggu pesawat. Padahal dari ruang tunggu menuju ke pesawat harus naik bus lagi. Gak ada garbarata! OHEMJI. Oya biaya wrap wheelchair di Jeddah 100 ribu.

Nah, untuk penumpang khusus/ disabilitas memang ada pelayanan menggunakan mobil lift, apa sih itu namanya yang nantinya bisa naikin penumpang sampai pintu pesawat tanpa lewat tangga. Tapi itu pun setelah suami debat kusir dulu sama petugas bandara. Beneran gak disediakan wheelchair buat sampai ke mobil lift. Dari ruang tunggu menuju mobil lift juga butuh perjuangan lo, karena harus jalan kaki. Jalan kaki bagi orang yang susah jalan, sudah bisa dibayangin kan perjuangannya?

Dan ketika kami sudah diangkut dengan mobil lift itu, petugasnya  minta dibayar dong, bahahhahaaa... tapi maaf banget saya gak kasih. Ini kan sudah tugase panjenengan pak dan jaraknya pun deket banget. Penumpang sebelah dari Malaysia juga gak kasih. Justru kalau yang minta-minta gini kenapa aku jadi gak ikhlas ya, huhuhu. Maafkan.

Tiba di Dubai..
Dubai itu bandaranya gede banget kan ya? *dibahas lagi*
Jadi, kali ini jangan pelit-pelit buat kasih ke petugas yang sudah bantu dorong kursi roda sampai bener-bener diatas pesawat. Kalau petugas di bandara Dubai baik dan lebih sopan menurutku, jadi kita mau ngasih juga gak mikir lama.

DUBAI – INDONESIA
Sama ketika berangkat, kita akan dibantu oleh petugas bandara untuk urusan kursi roda. Dan kursi roda pribadi sudah bisa dipakai sendiri ketika tiba di Bandara Soetta. Untuk menuju Jogja, kursi roda tidak perlu di wrap lagi, jadi perlakuannya sama seperti stroller. Ketika check in, lapor ke petugas bahwa ada penumpang pengguna kursi roda, dan ada wheelchair pribadi.
Mungkin kemarin karena mama sudah kelelahan, jadi ketika mau turun dari pesawat beliau sempet jatuh, dan ketika turun dari pesawat harus digendong karena mau gak mau memang hanya bisa lewat tangga. GAK ADA GARBARATA KAN di bandara Adi Sutjipto. LOL.

Semoga New Yogyakarta International Airport nantinya akan lebih canggih ya!

Mungkin inilah cerita kilas balik pengalaman Umroh kemarin dengan kursi roda. Mungkin saja jika tubuh saya mampu, sebenarnya ingin ku gendong mama ketika tawaf di depan Ka'bah, tapi InsyaALLAH di kesempatan terbaik lainnya, beliau akan bisa berjalan sendiri mengelilingi Ka'bah sambil menyebut namaMu ya Allah... Aamiin.

Cerita lain tentang perjalanan Umroh Ramadhan sebelumnya, bisa di baca disini  :









Mencari Sekolah Anak (tak) Sedrama Yang Saya Bayangkan

gambar diambil di sini


Dulu, jaman saya masih muda. Masih singgel kinyis-kinyis melankolis dan sama sekali gak mikirin soal anak, sering memperhatikan para ibu-ibu khususnya ibu muda di sekeliling saya kayaknya ribet banget cuma nyariin sekolahan buat anaknya. 

APAAAA? CUMAAAA?? 

Iya katanya drama nyariin sekolah buat anak dramanya gak kelar-kelar. Butuh waktu dan energi tingkat tinggi  karena harus survey sekaligus bandingin sekolah si a, b, c, sampai z yang paling pas yang mana. I know, kegiatan membandingkan inilah yang sering melelahkan.

Seperti ketika membandingkan antara diskon 50% atau mending beli dua gratis satu?

Ah mungkin nanti sayapun bakal demikian, bakal ngalamin era seperti mereka.

Dan sekarangpun masa itu tiba..

Fenomena yang terjadi sekarang malah lebih heboh. Ya gak? Kalo gak heboh bukan mak-emak zaman now namanya.


Soal mencari SD untuk si kakak..

Ketika si kakak masih di Playgroup, saya sudah membayangkan nantinya anak ini akan melanjutkan sekolah dimana. Mungkin persiapan inilah yang menjadi salah satu kunci untuk menghindari drama ibu-ibu pencari sekolah masa kini. Perencanaan jauh-jauh hari. Ketika saya sudah ada bayangan si kakak mau SD dimana, saya harus mencari TK yang setidaknya sejalan visi misi dengan SD nya kelak atau setidaknya jalur ke SD nya lebih mudah. Ribet di awal sih.

Akhirnyapun ketika si kakak naik ke TK saya pindahkan ke TK yang memang jalurnya akan kearah SD yang sudah saya rencanakan sebelumnya. Jadi, kemarin pun ketika ada assesment penerimaan siswa baru untuk SD, saya gak ribet lagi untuk survey sekolahan lain lagi. Mantep aja udah disitu gitu. Kecuali anaknya gak diterima, baru nyari sekolahan lain. Tapi kemarin pede banget pasti ketrima hahahaa. Tapi sebenarnya pun sudah punya Plan B, jikalau gak lolos, sudah cap cip cup mau sekolah di yang satunya itu. Aish ribet yey.

Pun dengan adiknya ini, kayaknya saya gak seribet gitu survey sekolahan yang seperti apa buat dia. Mikirnya simple aja, melihat pengalaman si kakak sekolah disitu sepertinya semuanya berjalan mulus, jadi saya langsung saja menetapkan pilihan sekolah yang sama buat adiknya. Pengalaman adalah guru paling berharga, gitu ya? hehe

Jadi sebenarnya hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan saya dan suami dalam mencari sekolah buat anak tanpa harus ribet, drama, lebai dan mengorbankan banyak waktu dan energi? Toh, sebenarnya anak adalah tanggung jawab kita sebagai orangtuanya, bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah. Sekolah adalah partner orangtua untuk membantu dalam mendidik anak-anak ketika kita tidak berada di dekat mereka. Dan selalu salut buat para orangtua yang mampu meng-homeschooling-kan anaknya! Warbyasakk!

Trus mau nyari sekolah yang kayak apa sih? Ini adalah pendapat pribadi, boleh beda kok, disanggah juga boleh 😋.. sekaligus pengalaman pribadi tahun lalu ketika nyari sekolahan buat kakak, sekarang anaknya sudah semester 2, dan ternyata gak nyesel dengan sekolah pilihannya & pilihan kita.

  1. Yang pertama adalah jarak. Karena saya statusnya single parent temporary alias jauhan sama suami, jadi mau gak mau bisa gak bisa saya yang menghandle sendiri semua jalur transportasi anak. Apakah akan saya antar jemput sendiri, atau menggunakan jasa antar jemput dari sekolahan atau menggunakan jasa antar jemput pribadi. Sejauh ini, yang saya utamakan adalah saya sendiri yang akan mengantar dan menjemput sekolah anak-anak. Jadi sangat diutamakan jarak antara rumah – sekolah – dan kantor masih masuk akal. Terlebih nanti bakal ada dua anak yang saya antar, jadi faktor utama mencari sekolahan buat anak adalah jarak.
  2. Basic kurikulum & metode pendidikan yang diajarkan. Saya gak paham sebenarnya jenis kurikulum apa saja yang ada di dunia pendidikan di negara ini *ohemji...sungguh saya bukan emak pembelajar..hikss*. Pun dengan banyaknya metode pendidikan yang digunakan. Intinya, kami sangat mengutamakan pendidikan agama dalam sekolah anak-anak. Ya, itu yang utama. Entah menggunakan metode apa dan kurikulum apa, yang paling utama adalah pendidikan agama sebagai pondasi dasar anak-anak dalam kehidupan sehari-harinya saat ini dan yang akan datang. Ya entahlah, bagi kami pendidikan agama merupakan hal yang sangat prinsip dalam membentuk dan membangun karakter anak-anak. Mungkin kami nampak kolot, tapi bagi kami itu sudah harga mati, prinsip agama akan dibawa gak hanya di dunia tapi sampai ke akhirat kelak, kan? Berat ya.. emang! 
  3. Anak senang dengan sekolahnya. Ketika kita menawarkan ke anak untuk sekolah di situ, coba ajak si anak untuk melihat-lihat kondisi sekolahnya. Kalau anak cocok, maka lanjut. 
  4. Biaya. Nah ini, kunci dari segala kunci hahahaa. Tapi saya dan suami merasa sebagai orangtua bertanggung jawab besar terhadap pendidikan anak-anak. Walaupun benar, sebenarnya bukan si anak kok yang minta disekolahin di sekolah a, b atau c dengan segala fasilitas dan biaya yang begitu tinggi. Kembali lagi kepada orangtuanya. Karena kami merasa kami bekerja untuk mereka, dan ternyata kami juga menyadari bahwa sebagai orangtua masih bergantung dengan orang lain dalam hal ini adalah sekolah untuk membantu mendidik anak-anak. Jadi faktor biaya akan kami usahakan semaksimal mungkin, tapi tetep logis antara penghasilan dan pengeluaran harus seimbang, jangan sampai ngutang sana sini demi gengsi nyekolahin di sekolahan favorit  😭
  5. Perencanaan dan persiapan jauh-jauh hari. Apapun menurut saya hasilnya akan lebih bagus jika dipersiapkan jauh-jauh hari. Pun dengan memilih sekolah untuk anak-anak. Setidaknya kita sudah ada bayangan mau dimana mereka nantinya akan sekolah. Dari jenjang Playgroup, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Seperti cerita saya diatas, ribet di awal sih tapi ternyata sangat membantu di kemudian hari

Mungkin 5 faktor penting diatas yang menjadi pertimbangan kami dalam memilih sekolah anak. Selebihnya, anak akan bisa membaca, menulis, menghitung, menghafal atau bisa ini dan itu bagi kami itu adalah bonus.

Kami berusaha mengembalikan anak-anak ke fitrahnya. Sesuai usianya. Berjalan seadanya. Terkadang kita sering berekspektasi terlalu tinggi terhadap anak, khawatir tidak sesuai maka kita pun yang akan kecewa. Terkadang kita terlalu banyak pertimbangan, mencari yang paling sempurna, yang paling favorit dan yang terrrrrbaiklah, tapi percaya.. gak ada anak, orangtua, sekolah, guru yang sempurna atau dipenuhi kebaikan semua. Pasti semua ada nilai plus dan minusnya.

Ketika kita sudah membuat skala prioritas dalam memilih sekolah untuk anak, setidaknya itu dapat meminimalisir drama-drama dan keribetan kita sebagai "orangtua pencari sekolah yang terbaik untuk anak".

Kembali lagi ke masing-masing orangtua... semua pasti punya skala prioritas. Yang berat sebenarnya kewajiban kita sebagai orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak. Mau homeschooling, mau sekolah alam, mau sekolah negeri, sekolah swasta, pesantren atau apapun itu. Tanggung jawab sesungguhnya adalah di pundak kita sebagai orangtuanya, bukan oranglain.

Selamat mencari sekolahan :)

MPASI Menu Empat Bintang





MPASI anak ketiga saya, Haziq memang berbeda dengan kedua kakaknya. Zaman now, mudahnya memperoleh informasi sehingga sedikit banyak menambah pengetahuan saya tentang MPASI dengan menu dan metode ini. Dulu dah banyak informasi juga sih, cuma sayanya aja yang gak gitu peduli dan kurang pembelajar 😅.

Dulu, karena satu dan lain hal saya belum begitu yakin dengan metode MPASI yang saya lakukan sekarang. Kembali lagi pada keyakinan dari seorang Ibu. Yang pada akhirnya ketika anak ketiga ini, saya baru menemukan kecocokan dengan metode MPASI BLW + MPASI WHO yaitu Menu Empat Bintang. Apa itu? disini saya akan coba mengupas sedikit tentang MPASI tersebut.


Metode BLW (Baby Lead Weaning -- bayi makan sendiri) sebenarnya sudah ada sejak dulu, pun ketika saya baru punya anak satu, dulu sih sudah pernah membacanya, tapi saat itu saya sendiri kurang yakin sehingga metode MPASI yang dilakukan adalah metode spoon feeding (bayi disuapin) saja dengan menu tunggal yang diawali dengan buah dan sayur, kemudian karbo, protein dan seterusnya, mengikuti juklak buku MPASI yang terkenal juga pada waktu itu.

Tapi disini saya gak akan membahas tentang BLW atau spoon feeding, silahkan googling, banyak banget artikel/ tulisan yang membahas tentang metode MPASI ini.

Jadi, panduan MPASI Menu Empat Bintang ini dasarnya adalah dari WHO. Sebuah Organisasi Kesehatan Dunia. Jadi pastinya sudah melalui berbagai macam riset, uji coba dan bisa dipertanggungjawabkan.

Menu empat bintang adalah tentang keberagaman makanan yang diberikan dari sejak awal pemberian MPASI (mulai dari 6 bulan). Makanan yang diberikan terdiri dari berbagai macam sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sumber serat dan vitamin dari aneka sayuran dan buah, serta sumber lemak tambahan.


Keberagaman makanan diperlukan untuk keseimbangan antara masukan dan kebutuhan gizi karena tidak ada satu jenis makanan yang memiliki semua unsur gizi yang dibutuhkan. Dengan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh zat gizi jenis makanan lainnya, sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang. Nah, sampai sini pasti setuju semua ya *angguk-angguk banget daku mah*.

Kenapa sih kok saya gak paham-paham dari dulu, jadi merasa anak pertama dan kedua dikasih makannya pilih-pilih amat, karena takut alergi, sembelit, dan takut gak sesuai dengan buku panduan maupun saran para ibu-ibu di sebuah forum/milis mamah-mamah muda jago masak.

Jadi mungkin dulu anak-anak sebenarnya sudah harus makan nasi lele goreng, eh dikasihnya pure apel mulu. Tapi nasi sudah menjadi bubur, tinggal tambahi kecap sama suwiran ayam dan kacang goreng jadilah bubur ayam yang enak. Yang penting sekarang mereka tumbuh sehat meskipun anak-anak saya juga gak ada yang berbadan gendut wkwkwk (nyatanya gendut itu identik dengan keberhasilan seorang ibu dalam memberi makan anaknya).

Lalu banyak yang DM di Instagram karena beberapa kali posting story ketika #haziqmakan. Rata-rata pertanyaannya adalah..

"Metode apa itu? kok makan sendiri, gak takut tersedak?"
"Apakah dari awal sudah diberikan makanan macam-macam?"
Dari ayam goreng, lele goreng, tahu, tempe, nasi dan aneka makanan seperti apa yang kita makan setiap harinya. Ya, Haziq memang saya berikan makanan apa saja seperti yang saya dan kakak-kakaknya makan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa tubuh kita memerlukan beberapa unsur gizi yang seimbang. Karena kandungan ASI setelah enam bulan sudah tidak mencukupi kebutuhan nutrisinya. Hanya saja, untuk awal-awal pengenalan MPASI, penyajiannya dibedakan di tekstur dan bumbunya. Tekstur sedikit dilembutkan dan bumbu belum begitu banyak yang dikenalkan. Misalnya gula garam, tetap saya berikan namun dalam porsi yang sangat sedikit, itupun saya pakainya Himalayan/ pink salt.

Tentang menu empat bintang, saya akan coba merangkumnya disini ya, semoga bisa memudahkan mama-mama yang akan mempersiapkan MPASI untuk anaknya dengan menu empat bintang.




KARBOHIDRAT
Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh yang terdapat dalam makanan. Tersusun dari unsur Carbon, Hidrogen, dan Oksigen. Sumber-sumber karbohidrat yang terdapat di sekitar kita seperti :
  1. Biji-bijian : beras, jagung, gandum
  2. Buah : Pisang dan buah berry
  3. Akar/ umbi : Ubi jalar, singkong, kentang 
  4. Daun : sayur-sayuran berwarna hijau 
  5. Lainnya seperti pada roti, pasta, oatmeal, sagu
Beberapa manfaat dari karbohidrat untuk anak-anak :
  • Sumber energi. Anak-anak sangat aktif dan boros energi. Mereka selalu bergerak aktif dan suka bermain kesana-kemari. Untuk mempertahankan tingkat energi, mereka membutuhkan sumber energi. Karbohidrat adalah sumber energi. Ketika anak memakan karbohidrat, tubuhpun akan segera memecahnya dan menyerapnya ke dalam peredaran darah sebagai glukosa. Tanpa karbohidrat yang cukup, anak akan merasa lemah dan lesu
  • Menjaga jantung tetap sehat. Menu makanan anak-anak saat ini membuat mereka rentan akan berbagai macam penyakit. Karbohidrat membantu menjaga jantungnya tetap sehat dan berjalan baik
  • Meningkatkan fungsi pencernaan. Kandungan serat dalam sumber energi ini menjauhkan anak dari masalah pencernaan dan konstipasi (sembelit)

PROTEIN HEWANI
Merupakan sekelompok senyawa organic yang di dalamnya terdiri dari sulfur, hydrogen, fosfor, nitrogen, oksigen, serta asam amino. Protein merupakan zat yang paling dibutuhkan oleh tubuh. Peran Protein bagi anak :

  1. Sebagai pembentuk bangunan darah, otot, dan kulit sehingga sangat dibutuhkan pada proses pertumbuhan
  2. Mengganti sel dan jaringan yang mati/ rusak. Protein sebagai penyembuh luka dan meregenerasi sel terutama kulit
  3. Menjaga volume dan komposisi cairan dalam tubuh
  4. Mengangkut zat-zat seperti lemak, mineral, oksigen dan vitamin ke seluruh tubuh
  5. Sebagai pembentuk antibodi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh
  6. Sebagai penyeimbang asam basa dengan cairan tubuh, dengan cara menjaga stabilitas ph cairan yang ada di dalam tubu
  7. Sebagai pengatur metabolisme tubuh
  8. Sebagai penghancur dan penetral zat-zat asing yang terdapat di dalam tubuh
Protein hewani merupakan sumber protein yang mengandung proporsi yang memadai dari semua sembilan asam amino penting yang diperlukan untuk kebutuhan makanan manusia. Protein berguna untuk membentuk enzim, membentengi tubuh dari serangan penyakit, menjalankan metabolisme tubuh, juga membangun dan memelihara jaringan tubuh.

Protein hewani memiliki kelebihan yaitu memiliki kandungan vitamin B12 yang berguna dalam pembentukan sel darah merah, memperlancar metabolisme sistem tubuh, menaja sistem saraf, dan memperlancar produksi DNA. Vitamin B12 itu tidak terdapat pada protein nabati.

Sedangkan sumber protein hewani :
  • Daging berwarna merah
  • Daging ayam tanpa kulit
  • Telur
  • Susu dan olahannya
  • Ikan laut
  • Kepiting
  • Ikan tawar
  • Cumi
  • Lobster

PROTEIN NABATI
Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung protein nabati :
  1. Kacang-kacangan. Semua kacang-kacangan mengandung lemak sehat dan juga protein. Kedelai, kacang polong dan kacang merah merupakan contoh protein nabati yang bagus. 
  2. Quinoa. Quinoa mengandung semua asam amino esensial, membuatnya menjadi protein lengkap
  3. Gandum. Endosperma merupakan bagian terbesar dari biji gandum yang banyak mengandung protein, pati dana air. Selain kaya protein juga mengandung serat yang tinggi sehingga sangat baik untuk kesehatan pencernaan
  4. Labu. Labu memiliki protein yang tinggi dan nutrisi yang lengkap. Selain dagingnya, bijinya pun kaya akan nutrisi penting seperti mangan, fosfor, tembaga, vitamin K, vitamin E, Vitamin B seperti Thiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, vitamin B-6, kalsium, besi, magnesiun, zinc dan selenium
  5. Kembang kol. Sayuran ini mengandung protein, vitamin C, mangan, glucosinolates, Vitamin B1, B2, B3, B5, b6, b9, fosor dan kalium, indole3-carbinol (indikasi kuat melawan kanker) dan masih banyak lagi
  6. Jagung. Mengandung banyak serat
  7. Buncis. Dapat ditambahkan kedalam salad atau sup untuk menambah energi
  8. Kekurangan protein berdampak pada pembuangan jaringan dan penurunan berat badan. Sedangkan kelebihan protein dapat memicu penyakit jantung, oesitas dan batu ginjal.


SAYUR DAN BUAH
Sayur dan buah memiliki kandungan nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Bagi anak-anak, nutrisi dari buah dan syuran bahkan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Manfaat buah dan syuran adalah :
  1. Selain untuk tumbuh kembang, tapi juga untuk kekebalan tubuh
  2. Mengurangi resiko obesitas pada anak. Kandungan nutrisinya tinggi, dilengkapi dengan lemak dan rendah kalori
  3. Kandungan serat yang tinggi membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Resiko konstipasi pun berkurang
  4. Membantu mengurangi intensitas konsumsi makanan dan cemilan kemasan yang tidak sehat
  5. Tiap buah dan sayuran dengan warna yang berbeda memiliki kanduangan nutrisi yang berbeda. Itu sebabnya konsumsi buah dan sayuran yang bervariasi sangat disarankan

LEMAK
Lemak dalam makanan berbentuk gliserol dan asam lemak. Oleh pencernaan, lemak diolah sesuai dengan kemampuan tubuh untuk menyerapnya dan menjadi bahan yang siap pakai. Untuk itu selain butuh enzim pemecah lemak dalam pencernaan, metabolisme lemak tubuh juga memerlukan empedu

Fungsi lemak bagi tubuh adalah :
  1. Sumber tenaga. Kandungan kalori lemak paling tinggi diantara dua sumber nutrisi utama yaitu protein dan karbohidrat. Lemak sepotong gajih hewan = nila kalori sepiring nasi. Lemak dua potong pisang goreng setara dengan setengah piring nasi
  2. Pembentuk membran dan struktur sel-sel tubuh sekaligus pengantar sejumlah zat serta penyerap vitamin yang larut dalam lemak, yakni vitamin A,D,E dan K
  3. Alat transportasi berbagai zat dalam metabolisme tubuh, di samping sebagai bahan pembuat hormon pertumbuhan pada anak
  4. Pengatur suhu tubuh
  5. Anak yang bertunbuh dalam kondisi kekurangan asupan lemak dalam menu hariannya tidak akan optimal pertumbuhannya. Anak sulit mencapai berat badan ideal anak, kulitpun jadi kering, fungsi metabolisme tubuh secara keseluruhan terganggu, dan kekurangan energi untuk beraktivitas
  6. Sebagai cadangan makanan. Lemak cadangan ini diperlukan sewaktu tubuh sedang kekurangan pasokan makan, berpuasa, atau porsi makan yang kurang dari yang dibutuhkan tubuh untuk waktu lama.
Lemak tambahan diperlukan dalam MPASI walau dalam jumlah kecil (1 sdt/porsi) tapi fungsinya cukup penting sebagai zat pelarut vitamin, melancarkan pup juga booster BB.
Penyajian lemak untuk BLW :
-          Minumkan langsung dengan sendok
-         Campur ke dalam kaldu untuk diminum
-          Campur ke dalam nasi kepal/ nasi tim
-          Lumuri lemak pada kukusan sayur
-         Gunakan untuk mengolah masakan seperti menumis, menggoreng, memanggang dll

Tambahan lemak yang bisa diberikan sejak usia 6 bulan :
  •       Extra Virgin Olive Oil (EVOO) : Minyak zaitun (olive oil) kualitas terbaik. Diproduksi dari first cold pressing zaitun secara alami, tanpa bahan kimiawi. Aroma dan citra rasanya kuat dan khas. Memiliki kandungan lemak sehat, omega3, 6 dan 9. Juga sebagai antioksidan yang tinggi
  •       Extra Light Olive Oil (ELOO) : minyak zaitun kualitas terendah yang diberi perlakuan kimiawi untuk menetralkan rasa yang kuat dan kadar keasaman yang tinggi. Terbuat dari kombinasi virgin dan refined oil.
  •       Minyak kelapa (extra virgin coconut oil, virgin coconut oil) memiliki asam lemak yang mirip ASI. Kaya asam laurat yang meningkatkan kekebalan tubuh
  •       Minyak Canola & minyak jagung sumber asam lemak esensial omega 3, omega 6, alfa linoleat
  •     Mentega/butter. Terbuat dari susu, sumber lemak baik, kolesterol yang diperlukan, vitaminA, Asam linoleat terkonjugasi dan asam lemak esensial. Gunakan unsalted butter yang tidak ada tambahan garam
  •      Margarin berasal dari minyak nabati yang melalui proses kimia hingga padat, kurang baik jika dipanaskan
  •     Santan bisa pakai santan segar dengan memeras parutan kelapa sendiri atau santan kemasan
  •       Minyak goreng biasa/ sawit juga boleh digunakan asal bukan yang bekas
  •       Minyak bunga matahari
  •       Minyak jagung
  •       Lemak buah durian dan alpukat
  •       Dairy Product seperti Yoghurt dan keju
  •      Bahan protein yang juga mengandung lemak baik seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, tahu, tempe,edamame
  •       Buah yang mengandung lemak seperti Alpukat, durian
  •       Superfood seperti Flax, chia seeds, biji bunga matahari
Lemak yang tak jenuh ini menyehatkan dibanding lemak jenuh yang terdapat dalam minyak goreng dan kerabatnya. Lemak jenuh tetap dibutuhkan, namun porsinya harus jauh lebih sedikit daripada lemak tak jenuh.


Demikianlah ulasan tentang MPASI Menu Empat Bintang, yang terdiri dari Karbohidrat, Protein Nabati dan Hewani, Sayur dan Buah, Lemak yang diberikan secara seimbang.

Saya rangkum, untuk awal MPASI, jadi kurang lebih seperti ini :
  1. Beberapa hari pertama dikenalkan dengan menu tunggal. Contoh saja yaaa. Pagi : nasi lumat, siang : lele goreng lumat, malam : oseng brokoli
  2. Beberapa hari selanjutnya sampai dengan sekarang. Pagi, siang, sore/malam : nasi lumat + ikan/daging/tahu/tempe + sayuran langsung disajikan bersamaan. Boleh makan 3 sampai 5 kali sesuka bayi. Ditambah cemilan buah-buahan
  3. Jika menu yang disajikan dalam bentuk tim/ soup/ bubur, sendok sebaiknya dipegang bayi sendiri, jika akan menggunakan metode BLW ya. Tapi jika tidakpun, tidak apa-apa...dikembalikan lagi dengan kenyamanan antara Ibu dan Bayi
  4. Menggunakan metode BLW dengan menu empat bintang ini memang melelahkan, terutama bagian beres-beresnya hahaaha. Tapi cukup praktis menurut saya dengan segala kesibukan punya anak tiga. Karena makanan yang kita siapkan sama dengan makanan yang akan kita makan. Untuk bagian bawah kursi makan tidak lupa alasi dengan koran bekas, sehingga makanan yang jatuh lebih mudah dibereskan
  5. Awalnya haziq kurang nyaman duduk di high chair, tidak perlu dipaksa. Dipangku dulu, kemudian coba lagi. Sekarang, anaknya sudah nyaman dan selalu punya hasrat yang menggebu-gebu untuk pegang makanan kalau sudah duduk di kursi makan
  6. Untuk cairan, selain ASI dan air putih, juga bisa jus, yoghurt, dan air kaldu
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para mama yang akan mempersiapkan MPASI untuk buah hatinya. Metode apapun, kita kembalikan pada keyakinan Ibunya dan kesiapan bayi dan keluarga lainnya (yang momong/ yang nemenin ya). Semoga lancar-lancar dan proses MPASI selalu menyenangkan yaaa mams!



 




Sumber :
www.fitisme.com
www.tanyadok.com
www.kolomsehat.co
www.brighterlife.com
www.sahabatnestle.com
IG @ceritablw
IG @ratih_ayu_wulandari

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------