Image Slider

Umroh Backpacker Dan Lagi Hamil ??

Foto diambil dari Roof Top Masjidil Haram - 28.03.2019


Beberapa waktu yang lalu saya dan suami berkesempatan melaksanakan umroh backpacker. Umroh berdua (eh bertiga sama bayi di perut) alhamdulillah keturutan tahun ini. Niat umroh sekitar dua bulan yang lalu setelah saya ketahuan hamil. Gak tau entah kenapa, justru bukan menghindari perjalanan jauh, tapi malah minta umroh 😋.


Backpacker Ke Turki Lagi Hamil Muda

Sebenarnya ada beberapa alternatif jadwal keberangkatan maupun travel umroh yang masuk list. Dan diantara semua alternatif yang saya bikin (suami ngikut apa kata istri 😜), akhirnya kami memilih untuk umroh backpacker dengan menekan biaya yang sekiranya gak perlu-perlu banget, dan memilih waktu setelah kehamilan saya memasuki trimester dua.

  
Kenapa backpackeran?
Banyak banget yang nanya..
Jawabannya ya karena lebih murah.
Apakah backpacker urus visa sendiri? Ngemper di masjid dan nyari makan sendiri?
Bedanya apa dengan umroh biasanya?
Berapa biayanya?
Gimana perjalanannya?
Pasti  banyak yang penasaran ya? Hehe
Iya, banyak banget DM maupun pertanyaan langsung ke saya terkait perjalanan umroh kemarin.


Cerita dulu yaa..

Sebenarnya gak sengaja waktu itu saya nyari-nyari “umroh backpacker” di Instagram (ooh.. terimakasih Instagram!). Kemudian nemu beberapa account IG yang memang mereka menyediakan umroh backpacker. Diantara beberapa account tersebut, saya paling kepo sama IG satu ini.

Follow sudah agak lama, tapi belum kepikiran buat kepo lebih dalam lagi. Seiring berjalannya waktu, karena makin penasaran, saya coba hubungi langsung founder bisaumroh.id. Pesan Whats App dibalas, dapat informasi langsung saya share ke suami.

Suami gimana?

Gak bergeming 😂. Hehe.

Beneran gak nih ada umroh murah kayak gini? Kenal dimana? Tau darimana?  Sosmed? 
Maklum suami saya gak main sosmed, hahaaa.

Ya memang sih saya gak kenal foundernya, lihat mutual friend di IG juga waktu itu belum ada. Saya pun gak nyerah, kepo stadium akut mulai menyerbu. Ternyata founder UBP ini temennya artis si A, B, C yang komunitas hijrah-hijrah itu, kalian pasti tau yaaa.. Terus makin yakin karena temennya artis wkwk!

Melihat kegigihan istrinya, suami akhirnya meng-OKE-kan UBP ini, jadilah istri yang urus-urus dan suami yang bayar 😁.

Kemudian kami memutuskan untuk berangkat bulan Maret. Karena kehamilan saya sudah masuk trimester dua dan gak mual-mual lagi.

Gimana vaksin meningitis? Kan lagi hamil. Hamil memang gak boleh vaksin meningitis. Tapi alhamdulillah saya baru vaksin setahun yang lalu, dan masih berlaku sampai tahun depan.


Giliran mau daftar, ternyata quota sudah habis bebs, yaaaah, belum rezekinya.

Akhirnya kami bikin plan B, antara tetap menggunakan travel tsb tapi jadwalnya mundur, atau ganti travel dan tetap di bulan Maret? Diantara kebingungan yang dibikin santai itu, tiba-tiba saya dapat WA dari Abi Erwin (foundernya), bahwa quota untuk pemberangkatan Maret dibuka untuk 90 jamaah lagi. Alhamdulillah, rezeki memang gak kemana, sayapun langsung daftar dan bayar DP supaya bisa dapat quota.

Yang penting sudah bayar DP dulu, urusan lainnya ya dipikir nanti lagi. Buat kami, terlalu banyak pertimbangan justru kadang jadi penghambat. Apalagi kalo niatnya baik, lebih baik disegerakan.

Oya, umroh backpacker ini memang harus siap mental ya. Siap melayani bukan dilayani. Saya ngerasa banget dari awal daftar sudah harus banyak mikirin ini dan itu. Jika dibanding dengan umroh-umroh sebelumnya, terutama untuk urusan administrasi. UBP ini semuanya diurus sendiri. Tapi masalah buat kami?

Sempat. Untuk saya yang lagi hamil, harus memantau group yang serame itu (180 jamaah) karena jangan sampai ada informasi penting yang terlewat, harus menyiapkan administrasi ini dan itu, dan terkadang respon admin yang sedikit lambat karena yang diurusin kan banyak, dan masalah receh itu  kadang membuat saya bete. Haha.

Tapi gak jadi masalah yang serius kok, setelah saya lakukan satu persatu tahapannya, alhamdulillah justru lebih lega dan puas karena serba urus sendiri.

Jadi, berapa biayanya?

Nah ini kan yang ditunggu-tunggu? 😜

Jadi biaya yang kami keluarkan kemarin diantaranya :

Paket 9 Hari Rp 16.650.000
Madinah 3 Hari
Makkah 4 Hari
Perjalanan 2 Hari

Harga termasuk :

  • Tiket pesawat PP CGK – JED. Kami berangkat dengan maskapai Malaysia Airlines. Cengkareng - Kuala Lumpur - Jeddah. Dan dilanjutkan ke Madinah menggunakan Bus. Pulang menggunakan Emirates. Jeddah - Dubai - Cengkareng. Dan percaya gak percaya, beberapa teman (random sih) dapat Bussines Class lo, iya random pada saat boarding, economy class dituker dengan boarding pass bussines class. Mantap ya! Oya jadi kemarin dibagi menjadi beberapa group dan rute, karena jamaahnya banyak. Ada yang menggunakan Saudia Airlines, ada juga yang menggunakan Oman Air. InsyaAllah nyaman semua.
  • Visa Umroh Reguler
  • Hotel di Makkah Bintang 4 (ELAF BAKKAH). Quad sekamar berempat. Harus menggunakan Shuttle Bus Saptco FREE 24 Jam (naik dari depan hotel, turun di pelataran Masjidil Haram). Perjalanan naik bus cukup 2 menit saja sudah nyampe, malah gak cape karena gak kebanyakan jalan.
  • Hotel di Madinah Bintang 3 (MAKAREEM PLAZA), Quad sekamar berempat. Sangat dekat  Masjid Nabawi. Kurang lebih 150 meter. Setiap hari melewati Museum Al-Qur'an.
  • Makan 3x sehari menu Indonesia dan snack setiap city tour.
  • Bus city tour Madinah dan Makkah.
  • Muthawif sudah mendampingi sejak penjemputan di bandara sampai pengantaran di bandara.
  • TL (Tour Leader) yang mendampingi sejak pemberangkatan di Cengkareng Indonesia sampai kepulangan ke Cengkareng Indonesia.
  • Air Zam-Zam 5 Liter
  • Shawl UBP


Biaya diluar itu :

  • Tiket PP JOGJA – CENGKARENG (kemarin kami menggunakan pesawat, dua orang estimasi 4 juta untuk saya dan suami). Kalau mau lebih irit bisa naik kereta api.
  • Infak Manasik H-1 di Hotel Rp 80.000/ jamaah (manasiknya keren banget, sampai 3 jam, meskipun sebelumnya kami pernah Umroh, tapi kali ini rasanya lebih mantep persiapannya).
  • Hotel Ibis (satu lokasi dengan manasiknya) untuk menginap malam sebelum berangkat karena  kita dari luar kota, dan jadwal penerbangan pagi, jadi kami menginap di hotel. Rp 390.000/kamar (berdua dengan suami).
  • Pajak Sipatuh Rp 200.000/ jamaah.
  • Cover Koper Rp 35.000/ jamaah.
  • Rekam Biometrik Rp 113.000/ jamaah (dibayar di kantor VFS TASHEL).
  • Visa progressif 2000 SAR atau Rp 8.500.000/ orang. Suami kena, tapi saya gak. KOK BISAAA? Memang sudah rezekinya bahwa passpor saya ternyata dua bulan lagi expired, ketauan pada saat mau nyerahin berkas. Duh bahagianya. Hahahh. Akhirnya bikin baru, dan karena ini pertama kali saya melakukan rekam biometrik, maka rekam visa sebelumnya belum terecord.

Jadi jika ditotal biaya yang dikeluarkan kira-kira Rp 38.433.000 berdua sebelum kena visa progressif. Tinggal ditambah 2000SAR untuk visa progressif.

Masih cukup murah menurut kami dengan fasilitas yang ternyata MasyaAllah.. memuaskan selama disana.

Jadi kalau dilihat, perbedaan dengan umroh reguler, UBP ini gak dapat koper, gak dapat seragam dan perlengkapan lain yang kita bisa siapkan sendiri kok. Mental melayani bukan dilayani.


Alhamdulillah justru ini yang membuat kami merasa lebih fokus ibadahnya. Bahkan, uang saku yang kami keluarkan, adalah sisa uang saku umroh tahun lalu.. Jadi nyaris gak keluar uang lagi selama disana. Dan inipun masih sisa (berdoa bisa dipakai buat umroh lagi.. aamiin).

Jadi, umroh backpacker bukan berarti gak bawa koper maupun ngemper di masjid ya gaes...

Visa juga sudah diurusin kok. Makan diurusin. Muthawifnya 24 jam sama kita, jadi kalau butuh pendampingan selalu siap. Beberapa travel, muthawif hanya pada saat rukun umroh dan city tour saja, tapi kemarin sama-sama terus. Dan masing-masing group muthawifnya masing-masing. City tour lengkap, banyak tempat yang sebelumnya belum pernah kita kunjungi, jadi kemarin seneng banget karena banyak tau tempat baru. Beberapa jamaah ada yang request city tour diluar paket, tetap difasilitasi dengan penambahan biaya.

Gimana dengan kondisi hamil? Capek gak? Ya capeeeek... tapi seneng 😍. Seneng banget.

Alhamdulillah masih kuat tawaf, dan berterimakasihlah kepada suami yang selalu siaga melindungi istrinya *ini sih wajib*. Masih kuat bolak-balik Hotel Masjid pakai bus. Masih sanggup ke Raudah. Masih sanggup tawaf di rooftoop meskipun cuma dua putaran habis itu dilanjutin di bawah 🤣. Yang berat justru pada saat Sa’i kalau menurut saya, karena energi sudah kepake tawaf, dan Sa’i ini jalannya nanjak. Jadi masyaAllah cukup pegel kaki sama pinggul, tapi alhamdulillah lancar semuanya.

Gak ada vitamin/suplemen khusus yang saya konsumsi kemarin. Hanya vitamin yang tiap hari diminum yang dari dokter. Makan apa adanya. Cuma agak nyesel gak bawa sambel Bu Rudy atau Bon Cabe dari rumah.. 😋

Secara keseluruhan, perjalanan umroh kemarin sangat berkesan buat kami. Alhamdulillah.

Semoga teman-teman yang berniat untuk Haji dan Umroh dimudahkan dan disegerakan.. aamiin

Beberapa foto perjalanan kemarin :

Perjalanan dari hotel menuju bandara
Group 1 di Bandara Soeta - Indonesia (gambar diambil dari Group)

Tiba di KLIA - Malaysia
KLIA - Malaysia
Boarding KL - Jeddah


Gang ke Hotel biar gak nyasar 😅

Hotel Makareem Plaa Madina - google.com
Kamar Hotel di Madinah

Manasik lagi di Madinah (gambar diambil dari Group)
Jamaah perempuan - Miqat di Masjid Bir Ali (gambar diambil dari Group)

Sebagian Jamaah Laki-laki. Miqat di Masjid Bir Ali (gambar diambil dari Group)






Lobi Hotel Elaf Bakkah Makkah - google.com



Kamar di Elaff Bakkah Makkah - google.com


Restaurant Hotel di Makkah
Suasana menunggu Bus
 



Jadi, umroh backpacker bisa jadi pilihan. Banyak yang bawa anak kecil atau bawa orangtua, yang berangkat sendiri dan sebelumnya belum pernah kesini, semuanya bisa. InsyaAllah semuanya bisa umroh. Aamiin

Semoga tulisan ini bermanfaat ya... yang sudah pernah umroh backpacker, boleh share juga dong :)


Baca juga pengalaman umroh dengan kursi roda

















18 Habits To Improve My Everyday Life

Hello. Sudah bulan Maret ya ini.

Ini adalah postingan pertama tahun ini dan postingan pertama setelah perpanjangan domain. Haha.

Kalau dilihat beberapa postingan di awal tahun-tahun sebelumnya, kenapa selalu nulis tentang milestone atau resolusi ya? Why why why?



Eiya, sebenernya postingan ini terinspirasi dari blogpost nya atiit, waktu itu dia nulis “20 habits to improve my everyday Life”. Wah jadi pengen juga. Merasa telat juga sih, di umur saya yang sekarang sudah masuk kepala tiga, memang banyak kebiasan/ habits yang perlu di improve di sisa hidup saya setiap harinya.

Kebiasaan yang perlu di-improve ini tiap orang pasti beda-beda. Beda karakter, beda latar belakang, beda kesibukan, pasti gak sama. Kebiasaan baik ini berusaha saya terapkan dan berusaha disesuaikan dengan keadaan, meskipun beberapa memang harus dipaksakan (bukan menyesuaikan keadaan, tapi keadaan yang harus berubah ke hal yang lebih baik) karena memang perlu untuk jadi manusia yang lebih baik setiap harinya.

Beberapa kebiasaan baik yang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya dan pengen lebih konsisten lagi di tahun-tahun berikutnya, dan beberapa kebiasaan baru yang belum pernah atau sangat minim dilakukan di tahun-tahun sebelumnya dan baru akan memulainya sekarang dan inginnya konsisten untuk seterusnya, diantaranya :


  • Beli barang secukupnya, punya barang sebutuhnya

PR banget buat decluttering segala sandang di lemari saat ini. Belum kelar-kelar sampai hari ini. Dari jilbab, celana, rok, gamis, blouse, jaket, kaos kaki yang banyaknya naujubileh... mulai pelan-pelan diberesin. Simpan yang benar-benar bikin spark joy dan harus tega pilih secukupnya saja, selebihnya keluarkan. Pun dengan sandang anak-anak dan suami. Selain baju, tas dan sepatu juga ya.

Pengennya sih begitu. Tapi kalo dipikir belum sanggup untuk dihibahkan yasudah yasudah disimpan aja dulu siapa tau bisa dipakai Hanin nanti (tekadku sungguh lemah 😂). Tapi sudah stop beli-belinya ya!

Selain sandang, urusan perabotan rumah. PR yang gak kalah berat lo, karena sembilan tahun hidup berumah tangga dari jaman jadi anak kos sampai sekarang punya anak tiga barang dirumah nambah terus.


  • Gak gonta ganti kacamata

Sebagai manusia yang bergantung dengan kacamata dan suka kecentilan, koleksi kacamata jadi sebuah keharusan (saat itu). Senin selasa rabu kamis jumat weekend, pakai baju ini dan itu acara ini dan itu, harus ya kacamata juga menyesuaikan? Dan nyatanya, yang dipake ya cuma itu-itu saja. Jadi cukup satu kacamata saja gak beli-beli lagi.


  • Tidur lebih cepat dan bangun lebih cepat

Sebagai ibu yang punya anak bayi dan masih menyusui, impian tidur nyenyak memang kadang hanya wacana. Hampir dipastikan setiap malam akan bangun untuk nyusuin, atau sekedar benerin posisi tidur anak-anak, setting suhu AC yang suka tiba-tiba kepanasan atau kedinginan, ngoles-oles minyak sepanjang malam kalau mereka lagi kurang fit, nemenin mereka pipis tengah malam biar gak ngompol, dsb.

Kadang bisa tidur lagi, kadang gak bisa. Kadang bangun kesiangan, kadang ontime tapi masih ngantuk-ngantuk. Maunya tidur lebih awal dari biasanya, jadi waktu istirahat tetap terpenuhi meskipun tidur nyenyak sepanjang malam tetap akan jadi wacana selama punya bayi dan belum lagi akan punya bayi lagi. Huhu.
Tapi alhamdulillah saya dan anak-anak sudah mulai terbiasa tidur maksimal jam sembilan malam, bangun bisa sebelum subuh. Meskipun gak semulus itu tiap harinya, tapi saya merasa sudah ada progress ke arah yang lebih baik.


  • Baca workplan kegiatan anak dan prepare semua di malam hari

Sehubungan anak pertama baru kelas dua SD, maka beberapa keperluan sekolahnya masih disiapin sama ibunya. Kalau biasanya saya baru baca ulang workplan di pagi hari sebelum berangkat sekolah, sekarang minimal malam harinya. Karena kalau ada apa-apa bisa disiapin gak pakai buru-buru. Kadang gak dibaca ulang atau dibaca pagi hari, bisa jadi salah pakai seragam (ya ya ya kadang saya masih salah siapin seragam buat dua anak ini 😑), atau ketinggalan bekelnya, dll.

Begitu juga dengan saya sendiri, kalau bisa malam hari sudah siapin baju dan jilbab mana yang mau dipakai ke kantor besok. Karena sudah jadi kebiasaan setrika jilbab dulu sebelum berangkat. Pasti kalian juga gitu ya? Lumayan lo bisa menghemat waktu 5-10 menit.


  • Memulai pagi dengan lebih cepat

Kalau biasanya jam 06.30 anak-anak baru mulai sarapan, sekarang 06.30 sudah harus berangkat ke sekolah – dan kantor. Meskipun jarak rumah – sekolah anak – kantor gak terlalu jauh, tapi kadang banyak kejadian di pagi hari yang gak diduga-duga dan bikin saya telat sampai kantor.

Jalan macet apalagi kalau hujan, ketika sudah siap tiba-tiba ada yang mules dan harus nungguin pup dululah haha, si mamas suka tiba-tiba nangis gak mau sekolah padahal gak ada sebab, nangisnya gak santai, sampai batuk akhirnya muntah dan ngotorin baju seragamnya, si bayi yang minta ikut satu putaran komplek dulu, atau sudah sampai tengah jalan ada yang ketinggalan dan harus putar balik lagi, ya begitulah cerita indah di pagi hari 😁.


  • Berdamai dengan inner child

Karena inner child adalah bagian dari kepribadian kita yang akan terus menempel pada diri kita. Tapi bukan berarti kita tidak bisa meninggalkan atau mengubahnya. Dengan cara berdamai dengan inner child, maka saya akan lebih mampu mengelola, mengendalikan, memahami, memafkan, menyayangi diri sendiri, menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri, menghargai semua pengalaman negatif dan positif yang saya dapat semasa hidup. Noted. Saya dilahirkan bukan dari keluarga dongeng yang penuh kesempurnaan. Saya juga bukan ibu atau istri yang sempurna, masih banyak sekali kurang-kurangnya. Tapi saya mau berdamai dengan itu semua. Karena saya mau bahagia.


  • Connecting with self dan orang-orang di sekeliling kita

Sebagai anak rantau yang jauh dari orangtua, mertua, bahkan suami sendiri juga jauhan. Membentuk chemistry atau ikatan batin memang perlu. Selama ini merasa masih kurang intens berkomunikasi dengan keluarga-keluarga yang jauh disana. Meskipun saat ini sudah ada alat komunikasi yang serba canggih, tapi lebih sering komunikasi yang serius-serius saja.  

Masak apa ma? Sudah tidur belum yah? Tadi makan pake apa? HAHA.
Tapi rasa-rasanya kadang perlu juga. Gak harus melulu nanyain kabar atau ngomongin yang serius. Syukur-syukur bisa mengunjungi saudara-saudara langsung. Duh jadi kangen kan.

Termasuk kepada diri sendiri, harus lebih akrab dan sering berkomunikasi pada diri sendiri, mengenal karakter dan kepribadian sendiri, mau ngapain dan mau jadi apa saya.


  • Menerapkan gaya hidup minimalist, less waste, declutter and else

Mengenal less waste kira-kira baru setengah tahun belakangan ini. Yang akhirnya saya tergabung dalam Group BZW (Belajar Zero Waste) binaan ibu DK Wardhani. Banyak belajar tentang less waste, tapi baru sedikit yang bisa diterapkan. Huhu, gapapa gapapa.. ayo terus mencoba untuk less waste, minimalist, declutter dll untuk hidup yang lebih berkualitas, bumi yang lebih sehat, dan masa depan yang lebih baik.


  • Peduli dengan kesehatan kulit

Why? Sejak hamil lagi muka ku bruntusan, kering, dan kusam parah. Terlalu mengabaikan dan gak peduli amat dengan masa depan kulit yang lebih cerah. Emang masa depan aja yang harus cerah, muka dong ah 😜.  

Less makeup (karena suami gak seneng akutu dandan, why ayah? Why?). Jadi, sekarang fokus ke perawatan kulit. Suami sangat ngebolehin istrinya bolak balik salon buat perawatan tapi gak buat makeupan everyday. Hahaha. Ya dengan senang hati ya kalau suruh nyalon spa spa terus.

Akhir-akhir ini mulai lagi belanja skincare, coba-coba skincare yang aman untuk ibu hamil, nanti di lain waktu saya bakal posting di blog juga yaa... beberapa skincare routin during pregnancy dengan harapan dapat secercah kulit muka yang lebih cerah. Aamiin.


  • Lebih banyak minum air putih

Sebegitunya dibikin habit yang perlu diimprove?
YES!
Karena saya tergolong jarang minum air putih sesuai kaidah yang sudah ditentukan. Katanya minumlah delapan gelas sehari, nyatanya saya gak pernah ngitung dan kayaknya sehari gak nyampe segitu. Disamping karena saya kadang masih sering jajan es teh segelas dua gelas tiap lunch bareng temen-temen kantor, jadi mungkin lebih baik dibanyakin lagi air putihnya dibanding minum es es atau minuman pabrikasi.


  • Bisa lebih fokus beribadah

Masih suka buru-buru kalau sholat? Gak khusuk pada saat berdoa? Mulailah untuk menikmati waktu yang berkualitas dengan Tuhan. Allah SWT. Karena hidupku pasti akan lebih tenang, menenangkan, dan nyaman sepanjang hari. Ibadah tepat waktu dan banyakin sholat jamaah, baik ketika di tempat kerja, di tempat umum, maupun di rumah.


  • Menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan orang-orang yang kita sayangi

Sudah sih, tapi maunya lebih banyak lagi. Ketemu suami lebih sering lagi. Syukur-syukur gak LDRan lagi. Anter anak-anak sekolah tiap pagi, saya antar sendiri sampai mereka disapa oleh gurunya. Dan ucapin kalimat postif sebagai penyemangat dan kasih pesan indah untuk memulai hari mereka biar lebih bahagia.


Assalamu’alaikum soleh solehahnya bunda. Selamat belajar dan bermain ya!



  • Lebih banyak membaca dan mendengarkan

Kalau kata instagram, follower itu harus dibudayakan membaca. Jangan dikit-dikit tanya gak mau baca. Iya sih, KZL juga rasanya. Kita sudah susah payah bikin caption atau edit foto se-informatif mungkin, tapi tetap gak mau dibaca. Maunya nanya aja, males baca. KZL gak?

Salah satu yang pengen saya upgrade saat ini adalah membaca lebih banyak lagi setiap harinya. Apapun itu. Email kantor yang isinya berita-berita terkini dulu sering kali saya abaikan, make a read, dan geser ke personal folder. Sekarang baca dulu deh, gak sampai lima menit sudah selesai kok. Dan hasilnya, banyak informasi baru yang bisa kita dapat lo.

Selain lebih banyak membaca, juga harus mulai banyak mendengarkan. Saya mengakui kalau saya ini keras kepala, banyak sok tau dan kadang gak mau dikalahkan pendapatnya. Mencoba untuk lebih down to earth, lebih banyak mendengarkan kanan kiri atas bawah, dan ini membuat saya merasa lebih sederhana dan lebih bisa menghargai perbedaan.

  • Lebih sering belanja di pasar tradisional atau swalayan lokal
Selain harga yang lebih murah menurut saya, juga lebih seneng gak sih kalau kita ikut memajukan para petani/ pengusaha lokal? Kalau saya sih setuju banget. Jadi sekarang sudah sangat jarang belanja bulanan ke supermarket besar. Swalayan lokal menurut saya sudah sangat cukup.

  • Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya
Untuk saat ini gak punya list buat liburan dalam waktu yang lama atau tempat yang jauh. Memanfaatkan waktu dengan anak-anak, dengan suami, dengan keluarga, dengan teman-teman, hanya dengan kegiatan-kegiatan yang menurut sebagian orang itu biasa saja. Kegiatan kecil, sederhana namun berkualitas. Karena mungkin waktu untuk bersenang-senang itu masih bisa kita manfaatkan untuk hal lain yang lebih berfaedah.

  • Lebih banyak memberi dan berbagi
Memberi dan berbagi gak harus soal materi atau barang. Memberi salam, senyum dan sapa juga bisa lo jadi hidup lebih indah (ciyeeee hidup 3S! 😊). Berbagi apapun yang saya rasa itu berharga buat saya. Karena biasanya yang berharga ini yang agak susah. Tapi dengan berbagi, membuat saya merasa bahwa rezeki itu gak pernah ada habisnya.

  • Menyederhanakan goals
Dalam berbagai peran di kehidupan, baik sebagai ibu bekerja, ibu rumah tangga, istri dari suami yang jauhan, ibu dari anak-anak, saudara, tetangga dll. Peran-peran itu berat dilakukan jika goals kita adalah menjadi yang sempurna di mata mereka.

Saya ibu bekerja, yang dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang sepertinya belum punya master plan untuk berkarier lebih jauh dari saat ini. Ya sesederhana itu. Memang saya merasa belum maksimal dalam hal berkarya, tapi saya selalu berusaha melakukan yang terbaik.

Sebagai ibu yang sering dipusingkan dengan berbagai macam style parenting, saya tidak menuntut diri saya untuk selalu benar atau bisa sesempurna itu. Kasih ruang untuk salah, untuk gagal, untuk minta maaf dan untuk selalu belajar. Dan ini membuat saya menjadi orangtua yang happy dan merasa percaya diri dalam mendidik anak-anak.

  • Lebih banyak mendoakan untuk kemudahan orang lain
Ini membuat saya merasa jadi insan yang lebih bermanfaat untuk orang lain. Selain mungkin saya gak bisa bantu banyak dalam beberapa hal, tapi setidaknya saya ingin banyak mendoakan untuk kebaikan dan kemudahan orang lain. 

Inilah 18 kebiasaaan yang sudah atau yang akan dilakukan untuk hari-hari kedepan. Mungkin seiring bertambahnya waktu, akan ada hal baru yang pasti pengen juga saya lakukan/ upgrade. Semoga postingan ini masih bisa terus belanjut yaaa..

Apakah kalian juga punya kebiasaan-kebiasaaan yang mau dipertahankan atau baru akan dibentuk?

Share juga yuk...


Anak 7 Tahun Camping? Gimana Ceritanya?

Beberapa waktu yang lalu akhirnya saya membuat keputusan besar untuk mengijinkan kakak (year 2/ 7 tahun) untuk camping  dengan teman-temannya.

Keputusan besar? Iya. *dah kaya lamaran aja bund 😂*

Baru sekali ini kita pisah tidur, saya tidur di kamar empuk ber-AC sementara dia di tenda di bawah langit. Eh dulu waktu TK pernah sih ikut mabit di sekolah, tapi tidurnya di dalam kelas dengan teman-teman sekelasnya. Atau pas saya tinggal umroh, tapi dia kan sama orang rumah dan tidurnya di rumah. Jadi saya tenang.

Camping kali ini, selain tidur di alam bebas, dia juga bakal membaur dengan teman-teman barunya. Beda sekolah, beda umur, beda karakter, beda latar belakang. Jadi selain menemukan pengalaman baru belajar survive di alam bebas, juga sekaligus menemukan teman-teman baru! waw, bisa gak ya? Jangan-jangan tengah malem nangis minta dijemput?

Jadi ini adalah program yang ditawarkan oleh salah satu wali murid di sekolah kakak. Tapi pesertanya umum, gak hanya dari sekolahnya saja. 

Dia yang mau camping, kok saya yang mules dari pagi ?😑

Sore hari saya antar kakak ke lokasi camping, akhirnya kita pun berpisah semalaman ini. Dan kira-kira ekspresi kakak setelah sampai lokasi?

Lo, katanya camping. Kok cuma disini. 

Ekspektasi : camping adalah naik gunung, kemudian mendirikan tenda sendiri, dan menginap disitu. Sementara tempat camping disini adalah dataran yang rata, dikelilingi pohon-pohon besar, dan sudah ada tendanya. LoL. 

Suasana masih sore
Sudah mulai gelap

Barbeque time

Suasana malam hari


Saya kira dia bakal minta pulang karena lihat tenda di tengah hutan dan banyak nyamuknya. Tapi ternyata baginya ini hal yang biasa saja. Kurang menantang. Hahaha. Padahal saya sudah cemas hampir gak ngijinin dia ikutan. Haduh lemah akutuh... 😭



Jadi, kegiatan camping kemarin kurang lebih seperti ini (saya ngopas aja kok dari WAG, ijin yo bund panitia) :

15.15 - 16.00 = Open registrasi
16.00 - 16.15 = Welcoming
16.15 - 16.30 = Opening
16.30 - 17.15 = Ice breaking & Pembagian kelompok + tenda
17.15 - 17.40 = Menata barang di tenda dan persiapan sholat Maghrib berjamaah
17.40 - 18.30 = Sholat Maghrib berjamaah
18.30 - 19.00 = Makan malam bersama (peserta wajib membawa tempat makan sendiri, karena kegiatannya mengusung zero waste juga, jadi biar gak ninggalin sampah)
19.00 - 19.30 = Sholat Isya berjamaah
19.30 - 21.30 = Games antar kelompok, api unggun, dan dongeng sebelum tidur
21.30 - 22.00 = Bersih diri sebelum tidur
22.00 - 04.00 = Tidur
04.00 - 05.00 = Sholat subuh berjama'ah dan cerita pagi
05.00 - 05.30 = Senam pagi
05.30 - 07.00 = Tracking & Animal exploration (mengunjungi pemerahan sapi)
07.00 - 07.30 = Sarapan pagi
07.30 - 10.00 = Outbond & Crafting "kincir angin"
10.00 - 10.15 = Refleksi kegiatan
10.15 - 10.30 = Final Project
10.30 - 10.45 = Closing & tukar kado
10.45 - 11.00 = Kembali ke area camp
11.00 = dijemput orangtua, pulang

Peralatan yang dibawa apa aja?
- Sleeping bag/ selimut
- Baju hangat/ jacket
- Rain coat karena jogja kadang hujan
- Baju ganti
- Alat mandi, meskipun gak mandi. Tapi tetep gosok gigi
- Botol minum
- Tempat makan, sendok
- Obat pribadi (kakak bawa lacto B karena paginya diare huhu. Dan MKK)
- Senter
- Alat sholat
- Bekal non kemasan (bawa buah aja nih anak)
- Kado maksimal harga 10rb (non makanan)
- Pakaian yang nyaman
- Bersepatu dan membawa sandal

Besok siangnya pasa saya jemput, ada yang sepanjang jalan cerita terus. Seneng katanya, banyak teman-teman barunya. Waaaah maafkan bundamu kalo gitu nak, sudah underestimate duluan, padahal kamunya happy-happy aja ya!

dijemput bunda

Kapan aku camping lagi? naaaah malah minta nambah. Haha


Oya, sebenarnya camping ini masih ada lanjutannya. Yaitu Adventurous Family Camp! Wah seru banget ya. Kita sekeluarga ikutan camping! Pengen ikuuut, tapi masih punya bayi. Eh tapi banyak sih yang bawa bayi diajak camping, seru banget liatnya. Tapi aku kayaknya belum sanggup. Juga si bapak yang jadwal akhir tahun lumayan padat gak bisa pulang. Jadi pan kapan aja kita camping sekeluarganya. Apakah ini bisa dijadikan #resolusi2019 ? 😋




ps : semua gambar saya ambil dari WAG, mohon ijinnya bunda Meita 🙏. Oya yang punya rencana mau ngadain camping, atau pengen ikutan acara camping, outbond, training bisa lo hubungi bunda Meita. DM saya boleh kok di IG.

IG owner : dunia_petualang


Ternyata mengijinkan camping anak kelas dua SD itu tak sehoror yang saya bayangkan! 😁

Resep Kue Serabi

Intro dulu ya..

Obrolan Ibu dan anak sulungnya yang saat ini duduk di kelas 2 SD
Kak, kalau bunda jualan serabi, kakak malu gak?
Kenapa malu? Nanti aku yang bantu bungkusin.

wkwkwk




Jadi, baiklah...
Karena merasa sudah diakui rasanya enak oleh seluruh anggota keluarga yang mencicipi serabi jawa bikinanque, maka dari itu perlu di catet disini biar gak lupa.

Untuk 20-25 buah serabi

Bahan :
  • 100 gr tepung terigu serbaguna
  • 150 gr tepung beras
  • 500 ml air
  • 200 gr parutan kelapa
  • 1 sdt vanili
  • 1 sdt ragi instant
  • 1 sdt garam
  • Gula merah secukupnya
 Cara membuat :
  • Campur tepung serbaguna dan tepung beras, aduk sampai rata sambil dikepal-kepal menggunakan tangan, sampai jika dikepal tidak hancur (menyatu)
  • Campurkan vanili, garam dan ragi instant ke dalam adonan tepung. Aduk lagi sampai rata
  • Campur parutan kelapa ke dalam adonan, aduk kembali sampai rata
  • Tuang air sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diuleni setengah kalis. Tuang air lagi, uleni sampai kalis. Dan habiskan air, aduk rata adonan kemudian diamkan selama 30 menit
  • Iris gula merah secukupnya
  • Setelah adonan didiamkan, maka bagi adonan menjadi 2 bagian yaitu adonan manis dan adonan gurih (biasa)
  • Untuk  membuat adonan manis, ambil beberapa sendok sayur adonan, campurkan irisan gula merah, aduk sampai rata
  • Gunakan api kecil
  • Olesi wajan serabi dengan sedikit minyak
  • Tuang 1 sendok sayur adonan gurih, tutup rapat dan tunggu sebentar
  • Tuang sedikit adonan manis di atasnya, tutup kembali dan diamkan sebentar
  • Tuang kembali sedikit adonan manis di atasnya, ini pilihan saja jika penyuka manis bisa ditambahkan adonan manisnya. Tutup kembali, dan tunggu sebentar sampai matang
  • Cungkil serabi dari wajan dan Serabi Jawa siap dihidangkan selagi hangat.

Tepung serbaguna + tepung beras

Tambahkan garam


Tambahkan vanili

Tambahkan ragi instant

Tambahkan parutan kelapa

Tambahkan air

Uleni menggunakan tangan

Adonan sampai kalis

Habiskan air sampai adonan seperti ini

Bisa menggunakan wajan tanah liat atau aluminium

Jangan lupa cuci bersih wajan agar tidak lengket

Serabi siap dihidangkan

Nikmaaaat


Selamat mencoba 😊

Setelah Turki, Mau ke Negara Mana Lagi?




"Wiiiiih... nuker dollar, mau pergi kemana lagi nih?"


padahal...

Nabung dollar buat tabungan haji.

Baca cerita waktu daftar haji reguler

Dikira sini duitnya banyak amat yak, traveling mulu.

Jadi, setelah perjalanan kami dua tahun silam ketika berwisata ria ala keluarga cemara ke Turki..

Baca cerita waktu mbolang ke Turki

Kira-kira mau traveling kemana lagi, keluarga ini?

Sayangnya, antara mimpi dan ekspektasi sering kali bertolak belakang. Saya si istri yang cita-cita banget punya hobi traveling with my lovely lalalala family keliling dunia, sepertinya memang harus segera menyadari bahwa suami, gak sepemikiran. Hiks



Dalam biduk rumah tangga ini..
Terkadang memang perlu sepemikiran untuk menentukan satu caption yang menjelaskan tentang kehidupan rumah tangga itu sendiri. Halah caption. Rumah tangga instagramland. Ha ha ha.

Jadi gini, ada kan sepasang suami istri yang senengnya traveling, atau senengnya olahraga bareng, atau wisata kuliner bareng, atau nonton konser bareng. Sebut saja Ohana Family yang senantiasa kompak dan sejalur visi misi rumah tangganya.

Dan ketika antara suami istri berseberangan hobi atau kesenangan, ya kadang emang jadi baper-baperan.

Seperti yang sudah disinggung di atas. Sebut saja Mrs. A yang dalam angannya pengen banget keliling dunia. Mengunjungi beberapa negara hits, instagramabel, dan impian banyak netijen. Dan Mr. A yang gak seneng traveling. Traveling itu gak harus, dan kalaupun memang harus mengunjungi suatu tempat, ya bukan karena pengen jalan-jalan saja, tapi harus ada yang diambil manfaat, ilmu atau ada nilai ibadahnya.

Ini piknik pak, bukan lagi dapat beasiswa S3. LOL

Intinya syarat dan kententuan berlaku nya banyak banget.

Yah, demi kebahagiaan biduq rumahtangga yang samawa...

Salah satu dari pasangan ini pun gak boleh saling memaksakan. Kuncinya nrimo, ngalah. Rapatkan barisan, eratkan genggaman, dan fokus satu titik untuk meraih bintang. Yok nyanyiiiiiii....

Dulu,
Saya sampai bikin list pengen ke negara ini, habis itu ke negara itu, dst. Namanya punya mimpi kan boleh saja. Tapi seiring berjalannya usia, dan bertambahnya anak, keinginan itu pudar entah hanya untuk sementara atau seterusnya. Kita liat saja.. 😉

Karena saat ini rumah telah menyandera ku. Aku terlalu nikmat tinggal di rumah saja dengan anak-anak. Gak harus packing berkoper-koper, gak harus mikirin budget, gak harus mikirin cuti, gak harus mikirin ijin sekolah, dsb.
Sampai dengan saat ini lo ya... gak tau tahun depan. Haha

Piknik pun pengennya yang dekat dengan rumah. Yang gak capek. Yang gak rempong. Sadar diri, bawa anak tiga itu repot cuy. Keluarga A6 (ukuran kertas?), keluarga panutan se-instagram-land itu cukup dalam dunia dongeng saja, yang asisten nya, baby sitter nya diajak kemanapun mereka piknik. Duitnya banyak, ses. Gak usah julid ya mbiaaaaak.

Jadi memang saat ini gak ada negara yang masuk dalam list untuk dikunjungi dalam rangka traveling. Eh, ada ding negara dongeng 😂. Lagi-lagi sementara ya. Siapa tau si bapak pengen lanjut sekolahnya, dapet beasiswa gitu, dan aku kan bisa ngikut. LOL

Beda dengan Umroh ya. Karena itu bukan traveling, tapi ibadah. Yang pengennya kita tiap tahun bisa kesana. Aamiin. Visa progressif semoga gak menghalangi niat kita untuk selalu kesana. Tapi kenapa harus ada visa progressif?? Lah gimane sih.

Piknik keluarga memang penting, dan harus itu. Tapi pulang dari piknik kan pengennya bahagia. Pikiran fresh.  Hubungan keluarga semakin hangat dan erat. Gak malah sebaliknya, pulang piknik dapet SK mutasi. Eh. Pulang piknik malah pusing, capek, anak-anak batuk pilek, kerjaan numpuk, dll.

Untuk saat ini, saya lebih seneng kita naik kereta bareng walau hanya sampai Solo. Disana belanja di Pasar Klewer atau PGS (rombongan nganter mamaknya nih judulnya). Atau sekedar jalan-jalan ke Malioboro, ke Pasar Bringharjo lagi-lagi nganter mamaknya belanja. Sepedaan sampai Kebon Binatang, karena kami ber-KTP situ jadi biaya masuknya free. Benar-benar asas penghematan. Atau ke pantai yang kayaknya belum sempat ke pantai yang itu, eh udah lahir pantai baru lagi. Jogja memang Istimewa.

Atau yang agak ekstrem, pengen naik gunung bareng sama suami, anak-anak di rumah aja tapiiii... Haha. Terakhir naik gunung jaman STM dulu. Belum ada instagram, hp aja gak ada kameranya. Jadi gak bisa apdet instastory. Sayang banget. 😝

Atau... ada ide piknik keluarga yang gak menggerus tenaga, waktu dan budget? Sebvvah keluarga kecil ini menerima saran dan sumbangan dari para netijen.

Saya selalu kagum dengan keluarga-keluarga backpacker, keluarga-keluarga traveler, saya seneng liat foto-fotonya, perjalanan ceritanya. Seneng deh. Dan alhamdulillah selalu bikin sirik, wakakaka. Tapi itu tadi, kondisi keluarga kita beda, anak-anak kita beda, suami kita beda, kesibukan kita beda, ya masak mau disama-samain hobinya.

Masing-masing keluarga punya cara sendiri untuk menjadikan keluarganya  seperti bahagianya Keluarga Cemara. Mereka punya tips dan trik sendiri agar anggota keluarganya selalu bahagia. Karena kadar bahagia itu juga gak ada satuannya. Kadar nya kita sendiri yang menentukan. Tapi yang saya yakini, kalau kita rajin bersyukur, merasa cukup dan gak selalu mendongak ke atas, bahagia itu gampang banget didapat.

Jadi piknik itu memang penting. Piknik lah sedekat-dekatnya kaki kita bisa melangkah, dengan harapan bisa sejauh-jauh mata memandang (memandang karyaNya sampai langit), dan seiri-iritnya ongkos. Demi menyelamatkan biaya sekolah anak-anak yang masih bertahun-tahun lamanya,  demi bisa naik haji plus (salah satu ikhtiar dari sekian ikhtiar) dan daftarin anak-anak haji juga, ajakin mereka umroh, dan demi bisa membantu banyak orang, banyak orang, dan banyak orang lagi. Mungkin inilah Life Goals keluarga kami dalam waktu dekat dan berharap seterusnya. Saling mendoakan yaaa. Luv mvvah.

Besok, sudah senin. Jangan lupa piknik dulu hari ini.
 


Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------