Umroh Backpacker Dan Lagi Hamil ??

Foto diambil dari Roof Top Masjidil Haram - 28.03.2019


Beberapa waktu yang lalu saya dan suami berkesempatan melaksanakan umroh backpacker. Umroh berdua (eh bertiga sama bayi di perut) alhamdulillah keturutan tahun ini. Niat umroh sekitar dua bulan yang lalu setelah saya ketahuan hamil. Gak tau entah kenapa, justru bukan menghindari perjalanan jauh, tapi malah minta umroh 😋.


Backpacker Ke Turki Lagi Hamil Muda

Sebenarnya ada beberapa alternatif jadwal keberangkatan maupun travel umroh yang masuk list. Dan diantara semua alternatif yang saya bikin (suami ngikut apa kata istri 😜), akhirnya kami memilih untuk umroh backpacker dengan menekan biaya yang sekiranya gak perlu-perlu banget, dan memilih waktu setelah kehamilan saya memasuki trimester dua.

  
Kenapa backpackeran?
Banyak banget yang nanya..
Jawabannya ya karena lebih murah.
Apakah backpacker urus visa sendiri? Ngemper di masjid dan nyari makan sendiri?
Bedanya apa dengan umroh biasanya?
Berapa biayanya?
Gimana perjalanannya?
Pasti  banyak yang penasaran ya? Hehe
Iya, banyak banget DM maupun pertanyaan langsung ke saya terkait perjalanan umroh kemarin.


Cerita dulu yaa..

Sebenarnya gak sengaja waktu itu saya nyari-nyari “umroh backpacker” di Instagram (ooh.. terimakasih Instagram!). Kemudian nemu beberapa account IG yang memang mereka menyediakan umroh backpacker. Diantara beberapa account tersebut, saya paling kepo sama IG satu ini.

Follow sudah agak lama, tapi belum kepikiran buat kepo lebih dalam lagi. Seiring berjalannya waktu, karena makin penasaran, saya coba hubungi langsung founder bisaumroh.id. Pesan Whats App dibalas, dapat informasi langsung saya share ke suami.

Suami gimana?

Gak bergeming 😂. Hehe.

Beneran gak nih ada umroh murah kayak gini? Kenal dimana? Tau darimana?  Sosmed? 
Maklum suami saya gak main sosmed, hahaaa.

Ya memang sih saya gak kenal foundernya, lihat mutual friend di IG juga waktu itu belum ada. Saya pun gak nyerah, kepo stadium akut mulai menyerbu. Ternyata founder UBP ini temennya artis si A, B, C yang komunitas hijrah-hijrah itu, kalian pasti tau yaaa.. Terus makin yakin karena temennya artis wkwk!

Melihat kegigihan istrinya, suami akhirnya meng-OKE-kan UBP ini, jadilah istri yang urus-urus dan suami yang bayar 😁.

Kemudian kami memutuskan untuk berangkat bulan Maret. Karena kehamilan saya sudah masuk trimester dua dan gak mual-mual lagi.

Gimana vaksin meningitis? Kan lagi hamil. Hamil memang gak boleh vaksin meningitis. Tapi alhamdulillah saya baru vaksin setahun yang lalu, dan masih berlaku sampai tahun depan.


Giliran mau daftar, ternyata quota sudah habis bebs, yaaaah, belum rezekinya.

Akhirnya kami bikin plan B, antara tetap menggunakan travel tsb tapi jadwalnya mundur, atau ganti travel dan tetap di bulan Maret? Diantara kebingungan yang dibikin santai itu, tiba-tiba saya dapat WA dari Abi Erwin (foundernya), bahwa quota untuk pemberangkatan Maret dibuka untuk 90 jamaah lagi. Alhamdulillah, rezeki memang gak kemana, sayapun langsung daftar dan bayar DP supaya bisa dapat quota.

Yang penting sudah bayar DP dulu, urusan lainnya ya dipikir nanti lagi. Buat kami, terlalu banyak pertimbangan justru kadang jadi penghambat. Apalagi kalo niatnya baik, lebih baik disegerakan.

Oya, umroh backpacker ini memang harus siap mental ya. Siap melayani bukan dilayani. Saya ngerasa banget dari awal daftar sudah harus banyak mikirin ini dan itu. Jika dibanding dengan umroh-umroh sebelumnya, terutama untuk urusan administrasi. UBP ini semuanya diurus sendiri. Tapi masalah buat kami?

Sempat. Untuk saya yang lagi hamil, harus memantau group yang serame itu (180 jamaah) karena jangan sampai ada informasi penting yang terlewat, harus menyiapkan administrasi ini dan itu, dan terkadang respon admin yang sedikit lambat karena yang diurusin kan banyak, dan masalah receh itu  kadang membuat saya bete. Haha.

Tapi gak jadi masalah yang serius kok, setelah saya lakukan satu persatu tahapannya, alhamdulillah justru lebih lega dan puas karena serba urus sendiri.

Jadi, berapa biayanya?

Nah ini kan yang ditunggu-tunggu? 😜

Jadi biaya yang kami keluarkan kemarin diantaranya :

Paket 9 Hari Rp 16.650.000
Madinah 3 Hari
Makkah 4 Hari
Perjalanan 2 Hari

Harga termasuk :

  • Tiket pesawat PP CGK – JED. Kami berangkat dengan maskapai Malaysia Airlines. Cengkareng - Kuala Lumpur - Jeddah. Dan dilanjutkan ke Madinah menggunakan Bus. Pulang menggunakan Emirates. Jeddah - Dubai - Cengkareng. Dan percaya gak percaya, beberapa teman (random sih) dapat Bussines Class lo, iya random pada saat boarding, economy class dituker dengan boarding pass bussines class. Mantap ya! Oya jadi kemarin dibagi menjadi beberapa group dan rute, karena jamaahnya banyak. Ada yang menggunakan Saudia Airlines, ada juga yang menggunakan Oman Air. InsyaAllah nyaman semua.
  • Visa Umroh Reguler
  • Hotel di Makkah Bintang 4 (ELAF BAKKAH). Quad sekamar berempat. Harus menggunakan Shuttle Bus Saptco FREE 24 Jam (naik dari depan hotel, turun di pelataran Masjidil Haram). Perjalanan naik bus cukup 2 menit saja sudah nyampe, malah gak cape karena gak kebanyakan jalan.
  • Hotel di Madinah Bintang 3 (MAKAREEM PLAZA), Quad sekamar berempat. Sangat dekat  Masjid Nabawi. Kurang lebih 150 meter. Setiap hari melewati Museum Al-Qur'an.
  • Makan 3x sehari menu Indonesia dan snack setiap city tour.
  • Bus city tour Madinah dan Makkah.
  • Muthawif sudah mendampingi sejak penjemputan di bandara sampai pengantaran di bandara.
  • TL (Tour Leader) yang mendampingi sejak pemberangkatan di Cengkareng Indonesia sampai kepulangan ke Cengkareng Indonesia.
  • Air Zam-Zam 5 Liter
  • Shawl UBP


Biaya diluar itu :

  • Tiket PP JOGJA – CENGKARENG (kemarin kami menggunakan pesawat, dua orang estimasi 4 juta untuk saya dan suami). Kalau mau lebih irit bisa naik kereta api.
  • Infak Manasik H-1 di Hotel Rp 80.000/ jamaah (manasiknya keren banget, sampai 3 jam, meskipun sebelumnya kami pernah Umroh, tapi kali ini rasanya lebih mantep persiapannya).
  • Hotel Ibis (satu lokasi dengan manasiknya) untuk menginap malam sebelum berangkat karena  kita dari luar kota, dan jadwal penerbangan pagi, jadi kami menginap di hotel. Rp 390.000/kamar (berdua dengan suami).
  • Pajak Sipatuh Rp 200.000/ jamaah.
  • Cover Koper Rp 35.000/ jamaah.
  • Rekam Biometrik Rp 113.000/ jamaah (dibayar di kantor VFS TASHEL).
  • Visa progressif 2000 SAR atau Rp 8.500.000/ orang. Suami kena, tapi saya gak. KOK BISAAA? Memang sudah rezekinya bahwa passpor saya ternyata dua bulan lagi expired, ketauan pada saat mau nyerahin berkas. Duh bahagianya. Hahahh. Akhirnya bikin baru, dan karena ini pertama kali saya melakukan rekam biometrik, maka rekam visa sebelumnya belum terecord.

Jadi jika ditotal biaya yang dikeluarkan kira-kira Rp 38.433.000 berdua sebelum kena visa progressif. Tinggal ditambah 2000SAR untuk visa progressif.

Masih cukup murah menurut kami dengan fasilitas yang ternyata MasyaAllah.. memuaskan selama disana.

Jadi kalau dilihat, perbedaan dengan umroh reguler, UBP ini gak dapat koper, gak dapat seragam dan perlengkapan lain yang kita bisa siapkan sendiri kok. Mental melayani bukan dilayani.


Alhamdulillah justru ini yang membuat kami merasa lebih fokus ibadahnya. Bahkan, uang saku yang kami keluarkan, adalah sisa uang saku umroh tahun lalu.. Jadi nyaris gak keluar uang lagi selama disana. Dan inipun masih sisa (berdoa bisa dipakai buat umroh lagi.. aamiin).

Jadi, umroh backpacker bukan berarti gak bawa koper maupun ngemper di masjid ya gaes...

Visa juga sudah diurusin kok. Makan diurusin. Muthawifnya 24 jam sama kita, jadi kalau butuh pendampingan selalu siap. Beberapa travel, muthawif hanya pada saat rukun umroh dan city tour saja, tapi kemarin sama-sama terus. Dan masing-masing group muthawifnya masing-masing. City tour lengkap, banyak tempat yang sebelumnya belum pernah kita kunjungi, jadi kemarin seneng banget karena banyak tau tempat baru. Beberapa jamaah ada yang request city tour diluar paket, tetap difasilitasi dengan penambahan biaya.

Gimana dengan kondisi hamil? Capek gak? Ya capeeeek... tapi seneng 😍. Seneng banget.

Alhamdulillah masih kuat tawaf, dan berterimakasihlah kepada suami yang selalu siaga melindungi istrinya *ini sih wajib*. Masih kuat bolak-balik Hotel Masjid pakai bus. Masih sanggup ke Raudah. Masih sanggup tawaf di rooftoop meskipun cuma dua putaran habis itu dilanjutin di bawah 🤣. Yang berat justru pada saat Sa’i kalau menurut saya, karena energi sudah kepake tawaf, dan Sa’i ini jalannya nanjak. Jadi masyaAllah cukup pegel kaki sama pinggul, tapi alhamdulillah lancar semuanya.

Gak ada vitamin/suplemen khusus yang saya konsumsi kemarin. Hanya vitamin yang tiap hari diminum yang dari dokter. Makan apa adanya. Cuma agak nyesel gak bawa sambel Bu Rudy atau Bon Cabe dari rumah.. 😋

Secara keseluruhan, perjalanan umroh kemarin sangat berkesan buat kami. Alhamdulillah.

Semoga teman-teman yang berniat untuk Haji dan Umroh dimudahkan dan disegerakan.. aamiin

Beberapa foto perjalanan kemarin :

Perjalanan dari hotel menuju bandara
Group 1 di Bandara Soeta - Indonesia (gambar diambil dari Group)

Tiba di KLIA - Malaysia
KLIA - Malaysia
Boarding KL - Jeddah


Gang ke Hotel biar gak nyasar 😅

Hotel Makareem Plaa Madina - google.com
Kamar Hotel di Madinah

Manasik lagi di Madinah (gambar diambil dari Group)
Jamaah perempuan - Miqat di Masjid Bir Ali (gambar diambil dari Group)

Sebagian Jamaah Laki-laki. Miqat di Masjid Bir Ali (gambar diambil dari Group)






Lobi Hotel Elaf Bakkah Makkah - google.com



Kamar di Elaff Bakkah Makkah - google.com


Restaurant Hotel di Makkah
Suasana menunggu Bus
 



Jadi, umroh backpacker bisa jadi pilihan. Banyak yang bawa anak kecil atau bawa orangtua, yang berangkat sendiri dan sebelumnya belum pernah kesini, semuanya bisa. InsyaAllah semuanya bisa umroh. Aamiin

Semoga tulisan ini bermanfaat ya... yang sudah pernah umroh backpacker, boleh share juga dong :)


Baca juga pengalaman umroh dengan kursi roda

















3 comments on "Umroh Backpacker Dan Lagi Hamil ??"
  1. Informasinya bermanfaat sekali... Suami saya juga mau mencoba umroh backpackeran hihihi. Trims banget ya mbak.. Semoga masa-masa kehamilannya lancar hingga proses persalinan dan setelahnya. Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sudah mampir, semoga umroh suaminya lancar yaa.. aamiin. Makasih juga doanya :)

      Delete
  2. just share info aja, RATU MEDIKA adalah toko online yang menjual kursi roda traveling untuk jalan-jalan. Kursi roda liburan (kursi roda bepergian) ukuran kecil dan ringan. Kursi roda haji yang biasa digunakan saat naik haji dan naik pesawat. Kursi roda lipat ukuran mini yang ringan dan praktis masuk bagasi pesawat, untuk lebih jelasnya dapat membuka link ini: RatuMedika.com

    ReplyDelete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------