18 Habits To Improve My Everyday Life

Hello. Sudah bulan Maret ya ini.

Ini adalah postingan pertama tahun ini dan postingan pertama setelah perpanjangan domain. Haha.

Kalau dilihat beberapa postingan di awal tahun-tahun sebelumnya, kenapa selalu nulis tentang milestone atau resolusi ya? Why why why?



Eiya, sebenernya postingan ini terinspirasi dari blogpost nya atiit, waktu itu dia nulis “20 habits to improve my everyday Life”. Wah jadi pengen juga. Merasa telat juga sih, di umur saya yang sekarang sudah masuk kepala tiga, memang banyak kebiasan/ habits yang perlu di improve di sisa hidup saya setiap harinya.

Kebiasaan yang perlu di-improve ini tiap orang pasti beda-beda. Beda karakter, beda latar belakang, beda kesibukan, pasti gak sama. Kebiasaan baik ini berusaha saya terapkan dan berusaha disesuaikan dengan keadaan, meskipun beberapa memang harus dipaksakan (bukan menyesuaikan keadaan, tapi keadaan yang harus berubah ke hal yang lebih baik) karena memang perlu untuk jadi manusia yang lebih baik setiap harinya.

Beberapa kebiasaan baik yang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya dan pengen lebih konsisten lagi di tahun-tahun berikutnya, dan beberapa kebiasaan baru yang belum pernah atau sangat minim dilakukan di tahun-tahun sebelumnya dan baru akan memulainya sekarang dan inginnya konsisten untuk seterusnya, diantaranya :


  • Beli barang secukupnya, punya barang sebutuhnya

PR banget buat decluttering segala sandang di lemari saat ini. Belum kelar-kelar sampai hari ini. Dari jilbab, celana, rok, gamis, blouse, jaket, kaos kaki yang banyaknya naujubileh... mulai pelan-pelan diberesin. Simpan yang benar-benar bikin spark joy dan harus tega pilih secukupnya saja, selebihnya keluarkan. Pun dengan sandang anak-anak dan suami. Selain baju, tas dan sepatu juga ya.

Pengennya sih begitu. Tapi kalo dipikir belum sanggup untuk dihibahkan yasudah yasudah disimpan aja dulu siapa tau bisa dipakai Hanin nanti (tekadku sungguh lemah 😂). Tapi sudah stop beli-belinya ya!

Selain sandang, urusan perabotan rumah. PR yang gak kalah berat lo, karena sembilan tahun hidup berumah tangga dari jaman jadi anak kos sampai sekarang punya anak tiga barang dirumah nambah terus.


  • Gak gonta ganti kacamata

Sebagai manusia yang bergantung dengan kacamata dan suka kecentilan, koleksi kacamata jadi sebuah keharusan (saat itu). Senin selasa rabu kamis jumat weekend, pakai baju ini dan itu acara ini dan itu, harus ya kacamata juga menyesuaikan? Dan nyatanya, yang dipake ya cuma itu-itu saja. Jadi cukup satu kacamata saja gak beli-beli lagi.


  • Tidur lebih cepat dan bangun lebih cepat

Sebagai ibu yang punya anak bayi dan masih menyusui, impian tidur nyenyak memang kadang hanya wacana. Hampir dipastikan setiap malam akan bangun untuk nyusuin, atau sekedar benerin posisi tidur anak-anak, setting suhu AC yang suka tiba-tiba kepanasan atau kedinginan, ngoles-oles minyak sepanjang malam kalau mereka lagi kurang fit, nemenin mereka pipis tengah malam biar gak ngompol, dsb.

Kadang bisa tidur lagi, kadang gak bisa. Kadang bangun kesiangan, kadang ontime tapi masih ngantuk-ngantuk. Maunya tidur lebih awal dari biasanya, jadi waktu istirahat tetap terpenuhi meskipun tidur nyenyak sepanjang malam tetap akan jadi wacana selama punya bayi dan belum lagi akan punya bayi lagi. Huhu.
Tapi alhamdulillah saya dan anak-anak sudah mulai terbiasa tidur maksimal jam sembilan malam, bangun bisa sebelum subuh. Meskipun gak semulus itu tiap harinya, tapi saya merasa sudah ada progress ke arah yang lebih baik.


  • Baca workplan kegiatan anak dan prepare semua di malam hari

Sehubungan anak pertama baru kelas dua SD, maka beberapa keperluan sekolahnya masih disiapin sama ibunya. Kalau biasanya saya baru baca ulang workplan di pagi hari sebelum berangkat sekolah, sekarang minimal malam harinya. Karena kalau ada apa-apa bisa disiapin gak pakai buru-buru. Kadang gak dibaca ulang atau dibaca pagi hari, bisa jadi salah pakai seragam (ya ya ya kadang saya masih salah siapin seragam buat dua anak ini 😑), atau ketinggalan bekelnya, dll.

Begitu juga dengan saya sendiri, kalau bisa malam hari sudah siapin baju dan jilbab mana yang mau dipakai ke kantor besok. Karena sudah jadi kebiasaan setrika jilbab dulu sebelum berangkat. Pasti kalian juga gitu ya? Lumayan lo bisa menghemat waktu 5-10 menit.


  • Memulai pagi dengan lebih cepat

Kalau biasanya jam 06.30 anak-anak baru mulai sarapan, sekarang 06.30 sudah harus berangkat ke sekolah – dan kantor. Meskipun jarak rumah – sekolah anak – kantor gak terlalu jauh, tapi kadang banyak kejadian di pagi hari yang gak diduga-duga dan bikin saya telat sampai kantor.

Jalan macet apalagi kalau hujan, ketika sudah siap tiba-tiba ada yang mules dan harus nungguin pup dululah haha, si mamas suka tiba-tiba nangis gak mau sekolah padahal gak ada sebab, nangisnya gak santai, sampai batuk akhirnya muntah dan ngotorin baju seragamnya, si bayi yang minta ikut satu putaran komplek dulu, atau sudah sampai tengah jalan ada yang ketinggalan dan harus putar balik lagi, ya begitulah cerita indah di pagi hari 😁.


  • Berdamai dengan inner child

Karena inner child adalah bagian dari kepribadian kita yang akan terus menempel pada diri kita. Tapi bukan berarti kita tidak bisa meninggalkan atau mengubahnya. Dengan cara berdamai dengan inner child, maka saya akan lebih mampu mengelola, mengendalikan, memahami, memafkan, menyayangi diri sendiri, menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri, menghargai semua pengalaman negatif dan positif yang saya dapat semasa hidup. Noted. Saya dilahirkan bukan dari keluarga dongeng yang penuh kesempurnaan. Saya juga bukan ibu atau istri yang sempurna, masih banyak sekali kurang-kurangnya. Tapi saya mau berdamai dengan itu semua. Karena saya mau bahagia.


  • Connecting with self dan orang-orang di sekeliling kita

Sebagai anak rantau yang jauh dari orangtua, mertua, bahkan suami sendiri juga jauhan. Membentuk chemistry atau ikatan batin memang perlu. Selama ini merasa masih kurang intens berkomunikasi dengan keluarga-keluarga yang jauh disana. Meskipun saat ini sudah ada alat komunikasi yang serba canggih, tapi lebih sering komunikasi yang serius-serius saja.  

Masak apa ma? Sudah tidur belum yah? Tadi makan pake apa? HAHA.
Tapi rasa-rasanya kadang perlu juga. Gak harus melulu nanyain kabar atau ngomongin yang serius. Syukur-syukur bisa mengunjungi saudara-saudara langsung. Duh jadi kangen kan.

Termasuk kepada diri sendiri, harus lebih akrab dan sering berkomunikasi pada diri sendiri, mengenal karakter dan kepribadian sendiri, mau ngapain dan mau jadi apa saya.


  • Menerapkan gaya hidup minimalist, less waste, declutter and else

Mengenal less waste kira-kira baru setengah tahun belakangan ini. Yang akhirnya saya tergabung dalam Group BZW (Belajar Zero Waste) binaan ibu DK Wardhani. Banyak belajar tentang less waste, tapi baru sedikit yang bisa diterapkan. Huhu, gapapa gapapa.. ayo terus mencoba untuk less waste, minimalist, declutter dll untuk hidup yang lebih berkualitas, bumi yang lebih sehat, dan masa depan yang lebih baik.


  • Peduli dengan kesehatan kulit

Why? Sejak hamil lagi muka ku bruntusan, kering, dan kusam parah. Terlalu mengabaikan dan gak peduli amat dengan masa depan kulit yang lebih cerah. Emang masa depan aja yang harus cerah, muka dong ah 😜.  

Less makeup (karena suami gak seneng akutu dandan, why ayah? Why?). Jadi, sekarang fokus ke perawatan kulit. Suami sangat ngebolehin istrinya bolak balik salon buat perawatan tapi gak buat makeupan everyday. Hahaha. Ya dengan senang hati ya kalau suruh nyalon spa spa terus.

Akhir-akhir ini mulai lagi belanja skincare, coba-coba skincare yang aman untuk ibu hamil, nanti di lain waktu saya bakal posting di blog juga yaa... beberapa skincare routin during pregnancy dengan harapan dapat secercah kulit muka yang lebih cerah. Aamiin.


  • Lebih banyak minum air putih

Sebegitunya dibikin habit yang perlu diimprove?
YES!
Karena saya tergolong jarang minum air putih sesuai kaidah yang sudah ditentukan. Katanya minumlah delapan gelas sehari, nyatanya saya gak pernah ngitung dan kayaknya sehari gak nyampe segitu. Disamping karena saya kadang masih sering jajan es teh segelas dua gelas tiap lunch bareng temen-temen kantor, jadi mungkin lebih baik dibanyakin lagi air putihnya dibanding minum es es atau minuman pabrikasi.


  • Bisa lebih fokus beribadah

Masih suka buru-buru kalau sholat? Gak khusuk pada saat berdoa? Mulailah untuk menikmati waktu yang berkualitas dengan Tuhan. Allah SWT. Karena hidupku pasti akan lebih tenang, menenangkan, dan nyaman sepanjang hari. Ibadah tepat waktu dan banyakin sholat jamaah, baik ketika di tempat kerja, di tempat umum, maupun di rumah.


  • Menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan orang-orang yang kita sayangi

Sudah sih, tapi maunya lebih banyak lagi. Ketemu suami lebih sering lagi. Syukur-syukur gak LDRan lagi. Anter anak-anak sekolah tiap pagi, saya antar sendiri sampai mereka disapa oleh gurunya. Dan ucapin kalimat postif sebagai penyemangat dan kasih pesan indah untuk memulai hari mereka biar lebih bahagia.


Assalamu’alaikum soleh solehahnya bunda. Selamat belajar dan bermain ya!



  • Lebih banyak membaca dan mendengarkan

Kalau kata instagram, follower itu harus dibudayakan membaca. Jangan dikit-dikit tanya gak mau baca. Iya sih, KZL juga rasanya. Kita sudah susah payah bikin caption atau edit foto se-informatif mungkin, tapi tetap gak mau dibaca. Maunya nanya aja, males baca. KZL gak?

Salah satu yang pengen saya upgrade saat ini adalah membaca lebih banyak lagi setiap harinya. Apapun itu. Email kantor yang isinya berita-berita terkini dulu sering kali saya abaikan, make a read, dan geser ke personal folder. Sekarang baca dulu deh, gak sampai lima menit sudah selesai kok. Dan hasilnya, banyak informasi baru yang bisa kita dapat lo.

Selain lebih banyak membaca, juga harus mulai banyak mendengarkan. Saya mengakui kalau saya ini keras kepala, banyak sok tau dan kadang gak mau dikalahkan pendapatnya. Mencoba untuk lebih down to earth, lebih banyak mendengarkan kanan kiri atas bawah, dan ini membuat saya merasa lebih sederhana dan lebih bisa menghargai perbedaan.

  • Lebih sering belanja di pasar tradisional atau swalayan lokal
Selain harga yang lebih murah menurut saya, juga lebih seneng gak sih kalau kita ikut memajukan para petani/ pengusaha lokal? Kalau saya sih setuju banget. Jadi sekarang sudah sangat jarang belanja bulanan ke supermarket besar. Swalayan lokal menurut saya sudah sangat cukup.

  • Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya
Untuk saat ini gak punya list buat liburan dalam waktu yang lama atau tempat yang jauh. Memanfaatkan waktu dengan anak-anak, dengan suami, dengan keluarga, dengan teman-teman, hanya dengan kegiatan-kegiatan yang menurut sebagian orang itu biasa saja. Kegiatan kecil, sederhana namun berkualitas. Karena mungkin waktu untuk bersenang-senang itu masih bisa kita manfaatkan untuk hal lain yang lebih berfaedah.

  • Lebih banyak memberi dan berbagi
Memberi dan berbagi gak harus soal materi atau barang. Memberi salam, senyum dan sapa juga bisa lo jadi hidup lebih indah (ciyeeee hidup 3S! 😊). Berbagi apapun yang saya rasa itu berharga buat saya. Karena biasanya yang berharga ini yang agak susah. Tapi dengan berbagi, membuat saya merasa bahwa rezeki itu gak pernah ada habisnya.

  • Menyederhanakan goals
Dalam berbagai peran di kehidupan, baik sebagai ibu bekerja, ibu rumah tangga, istri dari suami yang jauhan, ibu dari anak-anak, saudara, tetangga dll. Peran-peran itu berat dilakukan jika goals kita adalah menjadi yang sempurna di mata mereka.

Saya ibu bekerja, yang dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang sepertinya belum punya master plan untuk berkarier lebih jauh dari saat ini. Ya sesederhana itu. Memang saya merasa belum maksimal dalam hal berkarya, tapi saya selalu berusaha melakukan yang terbaik.

Sebagai ibu yang sering dipusingkan dengan berbagai macam style parenting, saya tidak menuntut diri saya untuk selalu benar atau bisa sesempurna itu. Kasih ruang untuk salah, untuk gagal, untuk minta maaf dan untuk selalu belajar. Dan ini membuat saya menjadi orangtua yang happy dan merasa percaya diri dalam mendidik anak-anak.

  • Lebih banyak mendoakan untuk kemudahan orang lain
Ini membuat saya merasa jadi insan yang lebih bermanfaat untuk orang lain. Selain mungkin saya gak bisa bantu banyak dalam beberapa hal, tapi setidaknya saya ingin banyak mendoakan untuk kebaikan dan kemudahan orang lain. 

Inilah 18 kebiasaaan yang sudah atau yang akan dilakukan untuk hari-hari kedepan. Mungkin seiring bertambahnya waktu, akan ada hal baru yang pasti pengen juga saya lakukan/ upgrade. Semoga postingan ini masih bisa terus belanjut yaaa..

Apakah kalian juga punya kebiasaan-kebiasaaan yang mau dipertahankan atau baru akan dibentuk?

Share juga yuk...


Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------