Setelah Turki, Mau ke Negara Mana Lagi?




"Wiiiiih... nuker dollar, mau pergi kemana lagi nih?"


padahal...

Nabung dollar buat tabungan haji.

Baca cerita waktu daftar haji reguler

Dikira sini duitnya banyak amat yak, traveling mulu.

Jadi, setelah perjalanan kami dua tahun silam ketika berwisata ria ala keluarga cemara ke Turki..

Baca cerita waktu mbolang ke Turki

Kira-kira mau traveling kemana lagi, keluarga ini?

Sayangnya, antara mimpi dan ekspektasi sering kali bertolak belakang. Saya si istri yang cita-cita banget punya hobi traveling with my lovely lalalala family keliling dunia, sepertinya memang harus segera menyadari bahwa suami, gak sepemikiran. Hiks



Dalam biduk rumah tangga ini..
Terkadang memang perlu sepemikiran untuk menentukan satu caption yang menjelaskan tentang kehidupan rumah tangga itu sendiri. Halah caption. Rumah tangga instagramland. Ha ha ha.

Jadi gini, ada kan sepasang suami istri yang senengnya traveling, atau senengnya olahraga bareng, atau wisata kuliner bareng, atau nonton konser bareng. Sebut saja Ohana Family yang senantiasa kompak dan sejalur visi misi rumah tangganya.

Dan ketika antara suami istri berseberangan hobi atau kesenangan, ya kadang emang jadi baper-baperan.

Seperti yang sudah disinggung di atas. Sebut saja Mrs. A yang dalam angannya pengen banget keliling dunia. Mengunjungi beberapa negara hits, instagramabel, dan impian banyak netijen. Dan Mr. A yang gak seneng traveling. Traveling itu gak harus, dan kalaupun memang harus mengunjungi suatu tempat, ya bukan karena pengen jalan-jalan saja, tapi harus ada yang diambil manfaat, ilmu atau ada nilai ibadahnya.

Ini piknik pak, bukan lagi dapat beasiswa S3. LOL

Intinya syarat dan kententuan berlaku nya banyak banget.

Yah, demi kebahagiaan biduq rumahtangga yang samawa...

Salah satu dari pasangan ini pun gak boleh saling memaksakan. Kuncinya nrimo, ngalah. Rapatkan barisan, eratkan genggaman, dan fokus satu titik untuk meraih bintang. Yok nyanyiiiiiii....

Dulu,
Saya sampai bikin list pengen ke negara ini, habis itu ke negara itu, dst. Namanya punya mimpi kan boleh saja. Tapi seiring berjalannya usia, dan bertambahnya anak, keinginan itu pudar entah hanya untuk sementara atau seterusnya. Kita liat saja.. 😉

Karena saat ini rumah telah menyandera ku. Aku terlalu nikmat tinggal di rumah saja dengan anak-anak. Gak harus packing berkoper-koper, gak harus mikirin budget, gak harus mikirin cuti, gak harus mikirin ijin sekolah, dsb.
Sampai dengan saat ini lo ya... gak tau tahun depan. Haha

Piknik pun pengennya yang dekat dengan rumah. Yang gak capek. Yang gak rempong. Sadar diri, bawa anak tiga itu repot cuy. Keluarga A6 (ukuran kertas?), keluarga panutan se-instagram-land itu cukup dalam dunia dongeng saja, yang asisten nya, baby sitter nya diajak kemanapun mereka piknik. Duitnya banyak, ses. Gak usah julid ya mbiaaaaak.

Jadi memang saat ini gak ada negara yang masuk dalam list untuk dikunjungi dalam rangka traveling. Eh, ada ding negara dongeng 😂. Lagi-lagi sementara ya. Siapa tau si bapak pengen lanjut sekolahnya, dapet beasiswa gitu, dan aku kan bisa ngikut. LOL

Beda dengan Umroh ya. Karena itu bukan traveling, tapi ibadah. Yang pengennya kita tiap tahun bisa kesana. Aamiin. Visa progressif semoga gak menghalangi niat kita untuk selalu kesana. Tapi kenapa harus ada visa progressif?? Lah gimane sih.

Piknik keluarga memang penting, dan harus itu. Tapi pulang dari piknik kan pengennya bahagia. Pikiran fresh.  Hubungan keluarga semakin hangat dan erat. Gak malah sebaliknya, pulang piknik dapet SK mutasi. Eh. Pulang piknik malah pusing, capek, anak-anak batuk pilek, kerjaan numpuk, dll.

Untuk saat ini, saya lebih seneng kita naik kereta bareng walau hanya sampai Solo. Disana belanja di Pasar Klewer atau PGS (rombongan nganter mamaknya nih judulnya). Atau sekedar jalan-jalan ke Malioboro, ke Pasar Bringharjo lagi-lagi nganter mamaknya belanja. Sepedaan sampai Kebon Binatang, karena kami ber-KTP situ jadi biaya masuknya free. Benar-benar asas penghematan. Atau ke pantai yang kayaknya belum sempat ke pantai yang itu, eh udah lahir pantai baru lagi. Jogja memang Istimewa.

Atau yang agak ekstrem, pengen naik gunung bareng sama suami, anak-anak di rumah aja tapiiii... Haha. Terakhir naik gunung jaman STM dulu. Belum ada instagram, hp aja gak ada kameranya. Jadi gak bisa apdet instastory. Sayang banget. 😝

Atau... ada ide piknik keluarga yang gak menggerus tenaga, waktu dan budget? Sebvvah keluarga kecil ini menerima saran dan sumbangan dari para netijen.

Saya selalu kagum dengan keluarga-keluarga backpacker, keluarga-keluarga traveler, saya seneng liat foto-fotonya, perjalanan ceritanya. Seneng deh. Dan alhamdulillah selalu bikin sirik, wakakaka. Tapi itu tadi, kondisi keluarga kita beda, anak-anak kita beda, suami kita beda, kesibukan kita beda, ya masak mau disama-samain hobinya.

Masing-masing keluarga punya cara sendiri untuk menjadikan keluarganya  seperti bahagianya Keluarga Cemara. Mereka punya tips dan trik sendiri agar anggota keluarganya selalu bahagia. Karena kadar bahagia itu juga gak ada satuannya. Kadar nya kita sendiri yang menentukan. Tapi yang saya yakini, kalau kita rajin bersyukur, merasa cukup dan gak selalu mendongak ke atas, bahagia itu gampang banget didapat.

Jadi piknik itu memang penting. Piknik lah sedekat-dekatnya kaki kita bisa melangkah, dengan harapan bisa sejauh-jauh mata memandang (memandang karyaNya sampai langit), dan seiri-iritnya ongkos. Demi menyelamatkan biaya sekolah anak-anak yang masih bertahun-tahun lamanya,  demi bisa naik haji plus (salah satu ikhtiar dari sekian ikhtiar) dan daftarin anak-anak haji juga, ajakin mereka umroh, dan demi bisa membantu banyak orang, banyak orang, dan banyak orang lagi. Mungkin inilah Life Goals keluarga kami dalam waktu dekat dan berharap seterusnya. Saling mendoakan yaaa. Luv mvvah.

Besok, sudah senin. Jangan lupa piknik dulu hari ini.
 


Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------