Belajar Stir Mobil

Pada dasarnya saya ini orang yang penakut. Apapun itu. Takut tidur sendiri, takut keluar malam, takut gelap, takut nyetir mobil, takut gak dianggap, apalagi takut kehilangan kamu. Eh

Belajar nyetir mobil adalah rencana masa lalu yang sudah terkubur dalam-dalam. Karena gak ada nyali akhirnya menganggap itu gak penting jadi yasudahlah gak apa-apa gak bisa nyetir mobil, toh tanpa punya keahlian itu saya masih disayang suami. Ya kan Pak?

Eh tapi ada juga anggapan dari teman-teman khususnya sesama ibu-ibu, bahwa perempuan itu harus bisa bawa mobil sendiri lo. That's must ya sist? Harus bisa? Gak sah jadi wonder women kalau seorang perempuan itu kemana-mana masih dianterin. LOL. Tapi bukan karena itu juga sih semangat belajar nyetir dalam diri ini akhirnya muncul kembali. Karena, kebetulan kemarin waktunya tepat, maternity leave membuat saya punya banyak waktu selain ngurus bayi tentunya. Jadi dimanfaatkan untuk belajar. Bisa gak bisa urusan belakang, yang penting coba dulu.

Jadi mulai saja ya cerita saya kursus stir mobil kemarin.

Barangkali ada yang mau belajar juga, semoga sharing ini bermanfaat. Eh di postingan ini saya gak akan ngajarin gimana caranya stir mobil ya, hehe. Cuma mau sharing perjalanan belajar saya kemarin.

  • Memilih LPK atau kursus privat. Kebetulan kemarin saya belajar di LPK. LPK yang saya pilih kemarin jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Saya sengaja cari yang paling dekat dengan rumah dan murah! Ini sangat menguntungkan, karena gak banyak buang waktu perjalanan dari rumah menuju LPK. Karena, kalau datang terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan, itu artinya waktu belajar kita terpotong dengan berapa banyak waktu terlambat kita. Rugi dong kalau sampai telat. Di LPK tersebut kita ditawarkan beberapa paket. Ada paket reguler dan paket privat. Untuk paket reguler misalnya 3x pertemuan, masing-masing pertemuan adalah 1,5 jam. Belajarnya stir mobil di jalan besar, stir mobil di jalan kecil, stir mobil pada saat tikungan dan tanjakan. Atau 4x pertemuan, sama seperti diatas hanya ditambah belajar parkir. Sedangkan untuk yang privat 7x pertemuan meliputi 4 latihan seperti diatas dan ditambah 3x pertemuan untuk memperlancar. Itu contoh saja yaaa, mungkin setiap LPK punya program yang berbeda. Biayanya? Ini juga beragam, di LPK tersebut biayanya dari Rp 250.000 s/d Rp 700.000. Tapi gak ada jaminan sampai bisa. Gak ada garansi gak bisa stir uang kembali. Enaknya pakai LPK karena mobil yang buat belajar sudah terpampang tulisan "BELAJAR" gede banget, jadi berharap pengendara lain cukup memaklumi jikalau kita berada di jalan raya dengan kecepatan 20km/ jam atau tiba-tiba mesin mati dan bikin macet. Sebenarnya lebih enak privat sepertinya, karena waktunya lebih leluasa, meskipun mungkin biayanya cukup mahal. Tapi kembali lagi ke masing-masing ya, mau privat atau pakai LPK yang penting sudah ada niat untuk belajar
  • Nonton youtube. Sebelum memulai belajar, kemarin saya sempat browsing tentang tahapan-tahapan belajar stir mobil. Sangat membantu, ketika langsung praktek di lapangan sudah ada sedikit bayangan mana rem, gas, kopling, dll. Dengan bekal nonton youtube juga, kita gak keliatan bingung-bingung amat, terbukti latihan pertama, mobil yang saya kendarai bisa jalan lo. Hahaha bangga banget. Norak-norak bergembira 😆. Di jalan raya besar pula, ngelewatin banyak kendaraan lain. Seneng sekaligus gemetaran pastinya. Jadi youtube ini sangat membantu belajar saya kemarin. Terimakasih bagi yang sudah membuat video-video di youtube.
  • Mungkin kalau sebelumnya kita biasa pakai motor bukan matic, akan lebih mudah, karena prinsipnya adalah sama. Masukin gigi-giginya sama. Sehubungan saya selalu pakai matic, jadi ini beneran belajar dari basic banget. Kapan musti pindah gigi, kapan harus nginjek kopling dll. 
  • Karena kita pakai mobil LPK mungkin nanti akan sedikit beda dengan mobil sendiri. Mobil yang di LPK itu sudah disetting dengan adanya rem dan kopling di bagian bawah tempat duduk pelatih. Jadi kalau tiba-tiba terjadi sesuatu yang keliru atau membahayakan akan dibantu injek rem atau kopling dari pelatihnya.
  • Yang pasti sudah ada niat pengen bisa nyetir mobil. Jadi belajarnya serius, gak kayak saya yang baru sekali latihan, besoknya ogah-ogahan 😭. Males. Tapi akhirnya kelar juga latihannya. Jadi sudah bisa nih? Belum. Hahaha 
  • Belajar nyetir mobil itu gak hanya perkara mobil bisa jalan lurus atau mundur dan bisa berhenti. Tapi sangat banyak yang harus diketahui dan dipelajari. Ribet banget sih menurut saya. Tapi kalau orang lain bisa, kenapa kita enggak? Itu sih kalau memang semangat pengen bisa ya. Jangankan mobil yang di darat, kapal yang di laut atau pesawat yang di udara saja bisa jalan, yang jalanin siapa? Orang. Mereka belajar biar bisa. Jadi kalau mau bisa harus serius belajar yaaaa 
  • The power of kepepet. Sesungguhnya selagi masih ada yang nyupirin saya lebih memilih duduk manis sambil stalking IG atau onlineshop daripada nyetir mobil sendiri! Sungguh. Biasanya kalau masih ada yang bisa diandalkan pasti jadi ngandelin orang lain. Tapi kalau gak ada yang bisa diandelin, biasanya jadi semangat pengen bisa. Posisi saya sih sepertinya ada ditengah-tengah. Selagi ada suami, kenapa nyetir sendiri. Selagi suami kerja, kan masih ada gocar. Hahahahaa sama aja
  • Setelah empat kali pertemuan dengan durasi waktu sekali pertemuan hanya 1-1,5 jam akhirnya saya tetep gak berani bawa sendiri. HAHHAHA. Tetap harus ada yang mendampingi. Tapi lama-kelamaan juga akan terbiasa kok. Yakin bisa bawa sendiri, malah bisa bawa penumpang. First time, adalah nganterin kakak cooking class sekaligus isi bahan bakar. iya segitu doang sudah seneng banget. Kalau saya kemarin pegang prinsip (setidaknya untuk saat ini) = buang perasaan gak enak terhadap kendaraan yang ada di belakang kita karena kita jalannya terlalu lambat. Pelan-pelan aja asal selamat. Kalau awal-awal saya selalu ngeliat belakang dari spion, ngerasa kok kayaknya saya menghalangi mereka-mereka ya, jadi saya terpacu buat tancap gas lebih kenceng lagi, hasilnya penumpang kurang nyaman karena suka ngerem mendadak 
  • Sebelum memulai menjalankan kemudi, atur posisi tempat duduk senyaman mungkin, pasang sabuk pengaman, nyalakan AC dan musik kesukaan kamu, tarik napas jangan lupa dilepaskan, dan berdoa. Fokus gak boleh ngelamun atau mikirin diskonan mulu, jangan sampai salah masukkin gigi atau salah injek rem dan gas. 

Persoalan teknik/ cara memutar stir maupun mengerem dengan halus, bagi saya soal waktu. Soal jam terbang, seiring berjalannya waktu dan seringnya nyetir sendiri juga lama kelamaan akan dapat feeling yang pas.

Jadi, apakah kalian masih takut belajar nyetir mobil? Saran saya, kalau memang itu belum penting-penting banget gak bisa nyetir sendiri gak apa-apa kok, kalau sekedar pengen tau dan pengen belajar silahkan. Ilmu itu banyak banget macamnya, dan di dunia ini kita memang dituntut buat belajar.

Berani berkendara di jalan raya, artinya harus memperhatikan keselamatan pengguna jalan raya. Tidak hanya kita sendiri, tetapi juga orang lain. Safety First! Gaya nomor sekian.Video waktu belajar kemarin sudah pernah diposting di IG story, jadi yang belum follow IG saya, ayo follow giiiiiih 💁😜
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------