Image Slider

Cara Mengurus Akta Kelahiran Anak

Cuti melahirkan membuat hari-hariku cukup mager untuk melakukan beberapa hal, termasuk nulis di bloh. Padahal waktunya bisa lebih leluasa ya, seharusnya sih.


Kayaknya lebih produktif ibu bekerja lainnya, yang selain kerja masih aktif update blog. Saya? Sibuk ngurus anak dong. Buahahaha. Gak juga, salah satunya adalah.. aku mau ngurus akta kelahiran anak sendiri. Berjalan dari Pak RT - RW - KELURAHAN - KECAMATAN - DISPENDUKCAPIL - dan akhirnya jadilah selembar akta kelahiran. Ya, diurus sendiri. Catet diurus sendiri 😜.

Jadi disini saya mau coba share apa saja yang perlu disiapin, dan langkah apa saja yang harus ditempuh biar kalian gak ngerasa ribet, sebel, buang-buang waktu dan tenaga bahkan juga emosi jiwa karena harus bolak-balik ngurus kurang ini itu dan yang lainnya.

Cukup, cukup saya saja kemarin yang hampir saja pengen ngamuk manjah karena dibikin bolak balik gak jelas, ya karena minimnya informasi yang saya dapat sebelumnya.

Jadi berkas yang harus disiapkan :

  • Surat tanda lahir anak dari Rumah Sakit (Asli & Fotocopy 2 lembar)
  • KTP Orangtua, bapak dan ibu. Harus sudah E-KTP. Jika belum maka harus ngurus surat penggantian KTP sementara di Kecamatan, kayak saya kemarin. RIBET. (Fotocopy masing-masing 5 lembar)
  • Kartu Keluarga (Dibawa yang asli & Fotocopy 5 lembar)
  • Surat Nikah, boleh salah satu (Dibawa yang asli & Fotocopy 5 lembar lalu legalisir KUA setempat) 
  • KTP saksi 2 Orang. Saksi disini adalah orang yang memiliki KTP dengan domisili yang sama dengan KTP kita. Kemarin boleh gak harus satu RT,RW, Kelurahan, atau Kecamatan. Asal masih satu kabupaten diperbolehkan. (Dibawa yang asli & Fotocopy masing-masing 5 lembar)
  • 2 Orang saksi. Ya, saksi harus ikut datang ke kelurahan

Langkah-langkah :

1. Membuat pengantar dari RT & RW sesuai KTP Ibunya. Cukup membawa surat tanda lahir yang asli untuk ditunjukkan ke pak RT, dan beliau kemarin minta fotocopy KTP saya dan surat tanda lahir untuk arsip. Setelah mendapat surat pengantar dari RT maka lanjut ke RW untuk di tanda tangan Pak RW dan distempel. Di RW gak dimintain berkas apa-apa lagi.

2. Legalisir Surat Nikah di KUA setempat. Fotocopy Surat Nikah yang mau dilegalisir lebih baik dilebihin, karena ini berlaku 1 tahun jadi gak bolak-balik lagi nantinya. Dan KUA minta arsip 1 lembar. Yang difotocopy tidak hanya bagian depan saja, tapi sampai bagian belakang ya. Kemarin saya harus balik fotocopy lagi karena bagian belakangnya belum.

3. Mengurus di Kantor Kelurahan. Berkas yang harus diserahkan adalah :
    • Surat pengantar RT RW asli 
    • Surat Tanda Lahir asli
    • KTP orangtua (FC 3 lembar)
    • KK (FC 3 lembar)
    • KTP Saksi 2 orang (FC 3 lembar) 
    • Saksi 2 orang, dan menunjukan KTP aslinya
    • Surat Nikah (FC 3 lembar dan sudah dilegalisir KUA setempat)
    Masih di Kantor Kelurahan, setelah berkas semua lengkap, nanti ngisi formulir yang lumayan banyak. Disitu saksi juga harus tanda tangan dan nunjukin KTP aslinya. Formulir gak boleh dibawa pulang, jadi saksi benar-benar harus ikut datang ke TKP. Anw, terimakasih Mba Rida dan Mba Tri, sudah mau digeret-geret ke Kelurahan ya kemarin 😉.

    Selanjutnya dikasih berkas yang nantinya diserahkan ke kecamatan.

    Beres, lanjut ke Kecamatan.

    Jadi kemarin, saya gak tau kalau harus bawa dua saksi kemari, jadi bolak balik dua kali ke kantor kelurahan. Iya, sayangnya pada saat di RT RW gak dikasih tau kalau harus bawa saksi, coba kalau di tingkat pertama semua informasi disampaikan jelas pasti lebih cepat dan bisa menghemat waktu.           

    4.  Mengurus di Kantor Kecamatan
    Oya, seperti yang sudah ditulis diatas, bahwa KTP yang harus diserahkan adalah yang sudah E-KTP. Karena E-KTP saya belum jadi dari setahun yang lalu (BBBEEWWHHH jengkel banget rasanya ya dengan adanya kasus E-KTP semuanya jadi kacauw balauw).

    Jadi saya harus bikin surat keterangan pengganti E-KTP sementara di Kecamatan. Kurang lebih seminggu baru jadi, dan hanya berlaku enam bulan. Jika E-KTP belum jadi juga, maka ya ngurus perpanjangan lagi.

    Oya, KTP lama saya WAJIB dituker dengan surat tsb. Jadi saya kemana-mana bawa surat selembar ukuran A4 di dompet saya, duh ribet amat idup ini 😢. Jangan lupa, surat keterangan tersebut ternyata juga harus di tempelin foto ukuran 3X4. Ini yang bikin kesel saya juga kemarin, karena gak dikasih tau sebelumnya, jadi saya sempat bolak-balik di kecamatan sampai 3x hanya buat ngurus surat ini.

    Berkas yang harus diserahkan adalah :
    • Menyerahkan berkas dari kelurahan
    • Menyerahkan KK asli, karena KK harus diperbaharui terlebih dahulu baru bisa dibuatkan akta kelahiran
    • KK langsung jadi saat itu juga, masalahnya kan harus di tanda tangan Kepala Dinas DukCaPil dulu, jadi ya bisa diambil lagi tiga hari sampai seminggu kemudian
    • Seminggu kemudian saya ke Kecamatan lagi untuk ambil KK yang baru, di cek semua data-datanya ya sudah sesuai atau belum sebelum meninggalkan tempat. Jangan lupa KK yang baru difotocopy, untuk melengkapi berkasi ke DISCAPIL.
    Beres, lanjut ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

    5. Mengurus di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
    Diusahakan datang pagi-pagi, karena semakin siang semakin ramai.

    Berkas yang harus diserahkan adalah :
    • Menyerahkan berkas yang dari Kecamatan
    • Menyerahkan Fotocopy KK yang baru
    Nanti dikasih tanda terima untuk pengambilan Akta Kelahiran dua minggu kedepan. Oya kalau di Kantor DisCaPil Kota Yogyakarta, pengambilan Akta Kelahiran gak perlu pakai nomor antrian. Jadi kemarin tiwas saya ngantri berdasarkan nomor antrian, ternyata cukup numpuk tanda terima/ tanda pengambilan di keranjang. Sampai memble juga gak bakal dipanggil. Jadi jangan sungkan untuk bertanya, malu bertanya gak dilayani entah sampai kapan 😁.

    Demikian langkah-langkah dan berkas yang harus disiapkan untuk mengurus Akta Kelahiran. Sebenarnya tidaklah susah jika saja semua informasi lengkap sudah diterima di awal. Yang bikin males, jengkel dll karena kita harus bolak-balik, biasanya sih karena hal sepele saja, karena kurangnya informasi yang jelas.

    Oya untuk jumlah lembar fotocopy, yang dipakai paling hanya 3 lembar saja dari masing-masing berkas, hanya saja lebih baik dilebihkan jadi kemarin saya fotocopy masing-masing 5 lembar, dan sisanya untuk arsip sendiri.

    Tulisan dan pengalaman pribadi ini mungkin bisa jadi berbeda dengan daerah lain ya. Tapi semoga bisa buat gambaran dan membantu kalian yang akan mengurus Akta Kelahiran sendiri.

    Custom Post Signature

    Custom Post  Signature
    ------- I R V I -------