Cara Kami Menikmati Hubungan Jarak Jauh




LDR (Long Distance Relationship) sangat tidak asing di telinga kami. Dari awal menikah kami sudah menjalin hubungan jarak jauh. Sampai dengan hari ini mau punya anak tiga kami tetap terpisah oleh jarak, waktu dan rindu.

LDR itu memang berat kalau dipikir, tapi yang bisa kita lakukan dari dulu sampai saat ini adalah gak selesai kalau cuma dipikir, tapi harus dinikmati. Menikmati hubungan jarak jauh apakah mudah? Mudah saja jika kita bisa memaknainya dengan positif dan penuh syukur serta selalu berprasangka baik kepada Yang Punya Rencana.

Kami memaknainya ini sebagai rencana Tuhan yang paling baik. Toh, kemanapun jauhnya kita pergi semuanya akan kembali ke rumah. Itu harapan dan doa-doa kami sepanjang waktu. Dengan begitu, tidak ada yang perlu kami khawatirkan secara berlebihan.

Tapi kan hubungan rumah tangga kami saat ini tidak hanya hubungan istri dengan suami, tapi ada anak-anak dan keluarga lain yang saling berhubungan. Tugas kita adalah bagaimana caranya agar saya dan suami tetap bisa menularkan kebahagiaan kepada mereka meskipun LDR menjadi pilihan hidup kami sekeluarga.

Terutama anak-anak. Berat sekali rasanya untuk bisa menjadi single parent temporary. Bagaimana caranya agar saya tetap bisa menghadirkan sosok ayahnya dalam kehidupan sehari-hari meskipun secara virtual. 

Anak saya yang pertama sebentar lagi berumur enam tahun dan akan masuk Sekolah Dasar. Anak yang kedua berumur dua tahun. Dan saat ini saya sedang mengandung anak ketiga. Dengan segala cara dan upaya kami untuk menjalani hubungan LDR agar kami tetap bisa menikmati hidup ini dengan bahagia.

Alhamdulillah tumbuh kembang anak-anak tetap bagus, saya merasa mereka tidak pernah menyesalkan atau mengeluhkan secara berlebihan karena jauh dari ayahnya. Anak kecil mengeluh itu biasa, saya pun yang sudah menjadi orangtua tetap akan mengeluh jika memang sudah terlalu lelah. Tapi itu sama sekali tidak membuat kami menyesali jalan Tuhan yang sudah dijalurkan ke kami ini. 

Lalu, tips apa saja sih yang ingin saya bagikan disini tentang menjalin hubungan jarak jauh? Wah sebenarnya yang lebih berpengalaman dari saya sangat banyak ya, tapi gak ada salahnya sesama penikmat dan pejuang LDR kita bisa berbagi pengalaman disini.

Baca juga tentang : LDRan Itu Menyenangkan

Ini tips keluarga kami untuk menikmati hubungan jarak jauh :
  • Seperti yang sudah saya singgung diatas, bahwa percaya bahwa jalan ini adalah rencana Nya yang terbaik, maka yang pertama adalah tetap bersyukur, ikhlas dan berpikir positif
  • Hadirkan selalu sosok suami/ ayah dalam kehidupan sehari-hari meskipun itu hanya secara virtual. Contoh : telpon, video call, atau sekedar mengirim chat/ pesan singkat. Biarkan anak-anak bisa mendengarkan suara ayahnya, bisa membayangkan wajah ayahnya, dan bisa merasakan kehadirannya meskipun dipisahkan jarak laut, gunung, lembah, darat dan hutan, tapi akan tetap terasa hanya satu jengkal di depan kita
  • Selalu libatkan peran suami/ ayah dalam kehidupan sehari-hari. Misal nih, sepeda si kakak rusak, meskipun saya bisa mengantarkan ke bengkel, tapi sebisa mungkin akan saya libatkan peran ayahnya untuk menjadi pahlawan. "Tunggu ayah pulang ya kak, nanti ayah pasti akan betulkan sepedanya". Di mata anak sosok ayah menjadi sangat penting dan sangat dinanti-nanti kehadirannya. Begitupun dengan saya sendiri, sebenarnya bisa kok saya pergi ke dokter untuk cek kehamilan sendiri, tapi kalau diantar dan bareng suami sungguh alangkah syahdunya kan? 😋. Jadi sebisa mungkin jadwal periksa kehamilan menunggu suami pulang. Bisa memilah-milah mana yang sekiranya bisa dilakukan dengan mandiri mana yang sebaiknya melibatkan suami demi kemaslahatan bersama
  • Memiliki waktu bersama yang berkualitas. Bagi kami waktu sangat berharga. Bukan kuantitas yang kami kedepankan, melainkan kualitas. Karena memang jika kami menuntut untuk sering-sering ketemu, pasti akan tidak menyehatkan isi dompet, bukan? Hehe. Jadi kami sadar diri, bahwa waktu kami yang miliki tidak banyak, sehingga sebisa mungkin waktu itu berkualitas untuk kami. Tetapkan waktu untuk bertemu, misal dalam dua minggu atau satu bulan sekali. Lalu isi pertemuan itu dengan kehangatan, gak pernah sampai terpikir untuk bahas hal-hal yang gak penting, yang bisa memicu pertengkaran atau perdebatan. Masalah sepele itu bagaikan butiran debu dan rempahan rengginang yang ditiup atau ditelen aja sudah selesai
  • Menikmati quality time bisa kami nikmati dengan dua cara biasanya. Diam di rumah, ngobrol santai sambil melepas lelah dan ngemil-ngemil masakan istri? Atau jalan-jalan di luar rumah mengamati dan menikmati keindahan lain sambil wisata kuliner

Nah, ini masih ada hubungannya dengan tips yang terakhir ya. Soal jalan-jalan dan kulineran. Siapa sih yang gak ngiler-ngiler manja kalau diajakin liburan sambil makan enak? Pasti semuanya demen. Termasuk saya dan anak-anak. Seneng banget kalau diajakin jalan sambil jajan di luar. Ketauan ya kalau saya jarang banget ngajakin anak-anak pergi tanpa ada ayahnya. Sekalinya ayahnya pulang, langsung berharap bakal diajak jalan-jalan ke tempat wisata seru. Hehe. Nah saya seringkali bingung mau pergi kemana nih kita? Trus mau makan apa ya nanti?

Biasanya, tujuan yang akan kita tempuh semuanya dipasrahkan ke istri. Suami pasrah cukup jadi supir dan jadi kasir saja 😋. Tapi namanya laki-laki paling gak suka kalau jawaban istrinya adalah :

T - E - R - S - E - R - A - H.
"Kita mau jalan kemana nih bunda?" Hmmm.. kemana yaaa.. terserah deh...
 "Jadi, kita mau makan apa nih sebentar?" Hmmmm..... makan apa aja deh terserah

DezeeeeeggGgGGgg (!!!!!)

Kadang jadi bikin lama ya kalau jawabnya terserah, iya jadi lama mikirnya karena perempuan memang penuh misteri dan teka-teki.

Tapi sekarang saya sih sudah gak bingung lagi. Sejak saya kenal Mak Berbi alias Mak Rian lewat komunitas Emak Blogger, saya jadi sering mampir lihat postingan di blognya. Blog yang isinya tentang surganya kulineran dan wisata. Ini menolong saya banget yang kurang update tentang wisata maupun kuliner. Jangankan di luar Jogja ya, di dalam Jogja pun belum saya cobain semua. Haha. Tapi beruntunglah, karena Mak Rian sudah berhasil merangkumnya dengan rapi, ciamik dan sangat menarik.

Kalian, jika mau ke Jogja. Bolehlah sekarang tanya-tanya ke saya tempat wisata yang bagus dan kulineran yang enak dimana, soalnya pasti sebelum saya jawab, saya nyontek dulu di Blog nya Mak Rian. Huahah.


www.kulinerwisata.com

Dan gak cuma di Jogja aja loh. Blog http://www.kulinerwisata.com/ yang ditulis oleh Mak Rian juga meliput daerah lain selain Jogja. Sudah level Nasional seluruh nusantara pokoknya mah. Jadi blognya sih rekomended bangetlah untuk dibaca-baca setiap saat. Gak hanya tempat wisata atau kulineran saja, bahkan review hotel atau tempat menginap lengkap dengan resep masakannya juga ada! Beneran ini sudah paket empat sehat lima sempurna, sehat dan berisi seperti body Mak Rian yang baru jadi pengantin baru, ihiiwww.

Jadi, itu tips kami menjalani hubungan jarak jauh yang tahun ini menuju tahun ke tujuh! Iya baru tujuh tahun tapi sudah sok-sok bagi-bagi tips. Hehe. Tapi kalau bisa yasudah ya cukup tujuh tahun saja, sisanya berdoa dan berusaha agar LDR cepat berlalu. Karena bagaimanapun juga, hidup yang ideal itu adalah hidup berdampingan sama-sama, biar bisa sering-sering liburan dan kulineran sama-sama. EEEEAAAAA.




Sumber gambar : 
https://abdierifqi.wordpress.com/2016/02/14/long-distance-rapopo-ldr/
http://www.kulinerwisata.com
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------