Image Slider

Belajar Stir Mobil

Pada dasarnya saya ini orang yang penakut. Apapun itu. Takut tidur sendiri, takut keluar malam, takut gelap, takut nyetir mobil, takut gak dianggap, apalagi takut kehilangan kamu. Eh

Belajar nyetir mobil adalah rencana masa lalu yang sudah terkubur dalam-dalam. Karena gak ada nyali akhirnya menganggap itu gak penting jadi yasudahlah gak apa-apa gak bisa nyetir mobil, toh tanpa punya keahlian itu saya masih disayang suami. Ya kan Pak?

Eh tapi ada juga anggapan dari teman-teman khususnya sesama ibu-ibu, bahwa perempuan itu harus bisa bawa mobil sendiri lo. That's must ya sist? Harus bisa? Gak sah jadi wonder women kalau seorang perempuan itu kemana-mana masih dianterin. LOL. Tapi bukan karena itu juga sih semangat belajar nyetir dalam diri ini akhirnya muncul kembali. Karena, kebetulan kemarin waktunya tepat, maternity leave membuat saya punya banyak waktu selain ngurus bayi tentunya. Jadi dimanfaatkan untuk belajar. Bisa gak bisa urusan belakang, yang penting coba dulu.

Jadi mulai saja ya cerita saya kursus stir mobil kemarin.

Barangkali ada yang mau belajar juga, semoga sharing ini bermanfaat. Eh di postingan ini saya gak akan ngajarin gimana caranya stir mobil ya, hehe. Cuma mau sharing perjalanan belajar saya kemarin.

  • Memilih LPK atau kursus privat. Kebetulan kemarin saya belajar di LPK. LPK yang saya pilih kemarin jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Saya sengaja cari yang paling dekat dengan rumah dan murah! Ini sangat menguntungkan, karena gak banyak buang waktu perjalanan dari rumah menuju LPK. Karena, kalau datang terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan, itu artinya waktu belajar kita terpotong dengan berapa banyak waktu terlambat kita. Rugi dong kalau sampai telat. Di LPK tersebut kita ditawarkan beberapa paket. Ada paket reguler dan paket privat. Untuk paket reguler misalnya 3x pertemuan, masing-masing pertemuan adalah 1,5 jam. Belajarnya stir mobil di jalan besar, stir mobil di jalan kecil, stir mobil pada saat tikungan dan tanjakan. Atau 4x pertemuan, sama seperti diatas hanya ditambah belajar parkir. Sedangkan untuk yang privat 7x pertemuan meliputi 4 latihan seperti diatas dan ditambah 3x pertemuan untuk memperlancar. Itu contoh saja yaaa, mungkin setiap LPK punya program yang berbeda. Biayanya? Ini juga beragam, di LPK tersebut biayanya dari Rp 250.000 s/d Rp 700.000. Tapi gak ada jaminan sampai bisa. Gak ada garansi gak bisa stir uang kembali. Enaknya pakai LPK karena mobil yang buat belajar sudah terpampang tulisan "BELAJAR" gede banget, jadi berharap pengendara lain cukup memaklumi jikalau kita berada di jalan raya dengan kecepatan 20km/ jam atau tiba-tiba mesin mati dan bikin macet. Sebenarnya lebih enak privat sepertinya, karena waktunya lebih leluasa, meskipun mungkin biayanya cukup mahal. Tapi kembali lagi ke masing-masing ya, mau privat atau pakai LPK yang penting sudah ada niat untuk belajar
  • Nonton youtube. Sebelum memulai belajar, kemarin saya sempat browsing tentang tahapan-tahapan belajar stir mobil. Sangat membantu, ketika langsung praktek di lapangan sudah ada sedikit bayangan mana rem, gas, kopling, dll. Dengan bekal nonton youtube juga, kita gak keliatan bingung-bingung amat, terbukti latihan pertama, mobil yang saya kendarai bisa jalan lo. Hahaha bangga banget. Norak-norak bergembira 😆. Di jalan raya besar pula, ngelewatin banyak kendaraan lain. Seneng sekaligus gemetaran pastinya. Jadi youtube ini sangat membantu belajar saya kemarin. Terimakasih bagi yang sudah membuat video-video di youtube.
  • Mungkin kalau sebelumnya kita biasa pakai motor bukan matic, akan lebih mudah, karena prinsipnya adalah sama. Masukin gigi-giginya sama. Sehubungan saya selalu pakai matic, jadi ini beneran belajar dari basic banget. Kapan musti pindah gigi, kapan harus nginjek kopling dll. 
  • Karena kita pakai mobil LPK mungkin nanti akan sedikit beda dengan mobil sendiri. Mobil yang di LPK itu sudah disetting dengan adanya rem dan kopling di bagian bawah tempat duduk pelatih. Jadi kalau tiba-tiba terjadi sesuatu yang keliru atau membahayakan akan dibantu injek rem atau kopling dari pelatihnya.
  • Yang pasti sudah ada niat pengen bisa nyetir mobil. Jadi belajarnya serius, gak kayak saya yang baru sekali latihan, besoknya ogah-ogahan 😭. Males. Tapi akhirnya kelar juga latihannya. Jadi sudah bisa nih? Belum. Hahaha 
  • Belajar nyetir mobil itu gak hanya perkara mobil bisa jalan lurus atau mundur dan bisa berhenti. Tapi sangat banyak yang harus diketahui dan dipelajari. Ribet banget sih menurut saya. Tapi kalau orang lain bisa, kenapa kita enggak? Itu sih kalau memang semangat pengen bisa ya. Jangankan mobil yang di darat, kapal yang di laut atau pesawat yang di udara saja bisa jalan, yang jalanin siapa? Orang. Mereka belajar biar bisa. Jadi kalau mau bisa harus serius belajar yaaaa 
  • The power of kepepet. Sesungguhnya selagi masih ada yang nyupirin saya lebih memilih duduk manis sambil stalking IG atau onlineshop daripada nyetir mobil sendiri! Sungguh. Biasanya kalau masih ada yang bisa diandalkan pasti jadi ngandelin orang lain. Tapi kalau gak ada yang bisa diandelin, biasanya jadi semangat pengen bisa. Posisi saya sih sepertinya ada ditengah-tengah. Selagi ada suami, kenapa nyetir sendiri. Selagi suami kerja, kan masih ada gocar. Hahahahaa sama aja
  • Setelah empat kali pertemuan dengan durasi waktu sekali pertemuan hanya 1-1,5 jam akhirnya saya tetep gak berani bawa sendiri. HAHHAHA. Tetap harus ada yang mendampingi. Tapi lama-kelamaan juga akan terbiasa kok. Yakin bisa bawa sendiri, malah bisa bawa penumpang. First time, adalah nganterin kakak cooking class sekaligus isi bahan bakar. iya segitu doang sudah seneng banget. Kalau saya kemarin pegang prinsip (setidaknya untuk saat ini) = buang perasaan gak enak terhadap kendaraan yang ada di belakang kita karena kita jalannya terlalu lambat. Pelan-pelan aja asal selamat. Kalau awal-awal saya selalu ngeliat belakang dari spion, ngerasa kok kayaknya saya menghalangi mereka-mereka ya, jadi saya terpacu buat tancap gas lebih kenceng lagi, hasilnya penumpang kurang nyaman karena suka ngerem mendadak 
  • Sebelum memulai menjalankan kemudi, atur posisi tempat duduk senyaman mungkin, pasang sabuk pengaman, nyalakan AC dan musik kesukaan kamu, tarik napas jangan lupa dilepaskan, dan berdoa. Fokus gak boleh ngelamun atau mikirin diskonan mulu, jangan sampai salah masukkin gigi atau salah injek rem dan gas. 

Persoalan teknik/ cara memutar stir maupun mengerem dengan halus, bagi saya soal waktu. Soal jam terbang, seiring berjalannya waktu dan seringnya nyetir sendiri juga lama kelamaan akan dapat feeling yang pas.

Jadi, apakah kalian masih takut belajar nyetir mobil? Saran saya, kalau memang itu belum penting-penting banget gak bisa nyetir sendiri gak apa-apa kok, kalau sekedar pengen tau dan pengen belajar silahkan. Ilmu itu banyak banget macamnya, dan di dunia ini kita memang dituntut buat belajar.

Berani berkendara di jalan raya, artinya harus memperhatikan keselamatan pengguna jalan raya. Tidak hanya kita sendiri, tetapi juga orang lain. Safety First! Gaya nomor sekian.Video waktu belajar kemarin sudah pernah diposting di IG story, jadi yang belum follow IG saya, ayo follow giiiiiih 💁😜

Cara Mengurus Akta Kelahiran Anak

Cuti melahirkan membuat hari-hariku cukup mager untuk melakukan beberapa hal, termasuk nulis di bloh. Padahal waktunya bisa lebih leluasa ya, seharusnya sih.


Kayaknya lebih produktif ibu bekerja lainnya, yang selain kerja masih aktif update blog. Saya? Sibuk ngurus anak dong. Buahahaha. Gak juga, salah satunya adalah.. aku mau ngurus akta kelahiran anak sendiri. Berjalan dari Pak RT - RW - KELURAHAN - KECAMATAN - DISPENDUKCAPIL - dan akhirnya jadilah selembar akta kelahiran. Ya, diurus sendiri. Catet diurus sendiri 😜.

Jadi disini saya mau coba share apa saja yang perlu disiapin, dan langkah apa saja yang harus ditempuh biar kalian gak ngerasa ribet, sebel, buang-buang waktu dan tenaga bahkan juga emosi jiwa karena harus bolak-balik ngurus kurang ini itu dan yang lainnya.

Cukup, cukup saya saja kemarin yang hampir saja pengen ngamuk manjah karena dibikin bolak balik gak jelas, ya karena minimnya informasi yang saya dapat sebelumnya.

Jadi berkas yang harus disiapkan :

  • Surat tanda lahir anak dari Rumah Sakit (Asli & Fotocopy 2 lembar)
  • KTP Orangtua, bapak dan ibu. Harus sudah E-KTP. Jika belum maka harus ngurus surat penggantian KTP sementara di Kecamatan, kayak saya kemarin. RIBET. (Fotocopy masing-masing 5 lembar)
  • Kartu Keluarga (Dibawa yang asli & Fotocopy 5 lembar)
  • Surat Nikah, boleh salah satu (Dibawa yang asli & Fotocopy 5 lembar lalu legalisir KUA setempat) 
  • KTP saksi 2 Orang. Saksi disini adalah orang yang memiliki KTP dengan domisili yang sama dengan KTP kita. Kemarin boleh gak harus satu RT,RW, Kelurahan, atau Kecamatan. Asal masih satu kabupaten diperbolehkan. (Dibawa yang asli & Fotocopy masing-masing 5 lembar)
  • 2 Orang saksi. Ya, saksi harus ikut datang ke kelurahan

Langkah-langkah :

1. Membuat pengantar dari RT & RW sesuai KTP Ibunya. Cukup membawa surat tanda lahir yang asli untuk ditunjukkan ke pak RT, dan beliau kemarin minta fotocopy KTP saya dan surat tanda lahir untuk arsip. Setelah mendapat surat pengantar dari RT maka lanjut ke RW untuk di tanda tangan Pak RW dan distempel. Di RW gak dimintain berkas apa-apa lagi.

2. Legalisir Surat Nikah di KUA setempat. Fotocopy Surat Nikah yang mau dilegalisir lebih baik dilebihin, karena ini berlaku 1 tahun jadi gak bolak-balik lagi nantinya. Dan KUA minta arsip 1 lembar. Yang difotocopy tidak hanya bagian depan saja, tapi sampai bagian belakang ya. Kemarin saya harus balik fotocopy lagi karena bagian belakangnya belum.

3. Mengurus di Kantor Kelurahan. Berkas yang harus diserahkan adalah :
    • Surat pengantar RT RW asli 
    • Surat Tanda Lahir asli
    • KTP orangtua (FC 3 lembar)
    • KK (FC 3 lembar)
    • KTP Saksi 2 orang (FC 3 lembar) 
    • Saksi 2 orang, dan menunjukan KTP aslinya
    • Surat Nikah (FC 3 lembar dan sudah dilegalisir KUA setempat)
    Masih di Kantor Kelurahan, setelah berkas semua lengkap, nanti ngisi formulir yang lumayan banyak. Disitu saksi juga harus tanda tangan dan nunjukin KTP aslinya. Formulir gak boleh dibawa pulang, jadi saksi benar-benar harus ikut datang ke TKP. Anw, terimakasih Mba Rida dan Mba Tri, sudah mau digeret-geret ke Kelurahan ya kemarin 😉.

    Selanjutnya dikasih berkas yang nantinya diserahkan ke kecamatan.

    Beres, lanjut ke Kecamatan.

    Jadi kemarin, saya gak tau kalau harus bawa dua saksi kemari, jadi bolak balik dua kali ke kantor kelurahan. Iya, sayangnya pada saat di RT RW gak dikasih tau kalau harus bawa saksi, coba kalau di tingkat pertama semua informasi disampaikan jelas pasti lebih cepat dan bisa menghemat waktu.           

    4.  Mengurus di Kantor Kecamatan
    Oya, seperti yang sudah ditulis diatas, bahwa KTP yang harus diserahkan adalah yang sudah E-KTP. Karena E-KTP saya belum jadi dari setahun yang lalu (BBBEEWWHHH jengkel banget rasanya ya dengan adanya kasus E-KTP semuanya jadi kacauw balauw).

    Jadi saya harus bikin surat keterangan pengganti E-KTP sementara di Kecamatan. Kurang lebih seminggu baru jadi, dan hanya berlaku enam bulan. Jika E-KTP belum jadi juga, maka ya ngurus perpanjangan lagi.

    Oya, KTP lama saya WAJIB dituker dengan surat tsb. Jadi saya kemana-mana bawa surat selembar ukuran A4 di dompet saya, duh ribet amat idup ini 😢. Jangan lupa, surat keterangan tersebut ternyata juga harus di tempelin foto ukuran 3X4. Ini yang bikin kesel saya juga kemarin, karena gak dikasih tau sebelumnya, jadi saya sempat bolak-balik di kecamatan sampai 3x hanya buat ngurus surat ini.

    Berkas yang harus diserahkan adalah :
    • Menyerahkan berkas dari kelurahan
    • Menyerahkan KK asli, karena KK harus diperbaharui terlebih dahulu baru bisa dibuatkan akta kelahiran
    • KK langsung jadi saat itu juga, masalahnya kan harus di tanda tangan Kepala Dinas DukCaPil dulu, jadi ya bisa diambil lagi tiga hari sampai seminggu kemudian
    • Seminggu kemudian saya ke Kecamatan lagi untuk ambil KK yang baru, di cek semua data-datanya ya sudah sesuai atau belum sebelum meninggalkan tempat. Jangan lupa KK yang baru difotocopy, untuk melengkapi berkasi ke DISCAPIL.
    Beres, lanjut ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

    5. Mengurus di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
    Diusahakan datang pagi-pagi, karena semakin siang semakin ramai.

    Berkas yang harus diserahkan adalah :
    • Menyerahkan berkas yang dari Kecamatan
    • Menyerahkan Fotocopy KK yang baru
    Nanti dikasih tanda terima untuk pengambilan Akta Kelahiran dua minggu kedepan. Oya kalau di Kantor DisCaPil Kota Yogyakarta, pengambilan Akta Kelahiran gak perlu pakai nomor antrian. Jadi kemarin tiwas saya ngantri berdasarkan nomor antrian, ternyata cukup numpuk tanda terima/ tanda pengambilan di keranjang. Sampai memble juga gak bakal dipanggil. Jadi jangan sungkan untuk bertanya, malu bertanya gak dilayani entah sampai kapan 😁.

    Demikian langkah-langkah dan berkas yang harus disiapkan untuk mengurus Akta Kelahiran. Sebenarnya tidaklah susah jika saja semua informasi lengkap sudah diterima di awal. Yang bikin males, jengkel dll karena kita harus bolak-balik, biasanya sih karena hal sepele saja, karena kurangnya informasi yang jelas.

    Oya untuk jumlah lembar fotocopy, yang dipakai paling hanya 3 lembar saja dari masing-masing berkas, hanya saja lebih baik dilebihkan jadi kemarin saya fotocopy masing-masing 5 lembar, dan sisanya untuk arsip sendiri.

    Tulisan dan pengalaman pribadi ini mungkin bisa jadi berbeda dengan daerah lain ya. Tapi semoga bisa buat gambaran dan membantu kalian yang akan mengurus Akta Kelahiran sendiri.

    Lahirnya Haziq, Anak Kami Yang Ke-3

    Daripada saya bayar domain tiap tahun tapi blog jarang banget diupdate, maka postingan terbaru kali ini adalah cerita tentang proses kelahiran anak ke-tiga, Haziq namanya. Gakpapa ya postingan remeh temeh seremeh koredan kembang goyang pasca lebaran. Hehehee




    Jum’at, 09 Juni 2017
    Pagi itu rencananya kontrol ke dr. Mitta, karena besok pagi ada undangan wali murid di SD kakak. Jadi dimajuin hari Jumat pagi kontrol mingguannya. Ijin bentar dari kantor, bentar aja kok dan sekali ini aja ijin dari kantor buat kontrol ke dokter *penting ya dijelasin ginih 😛*.

    Karena memang usia kehamilan sudah menginjak minggu ke 37 (usia versi dokter, versi saya kok 39 ya, entahlah) jadi kontrol sudah seminggu sekali. Dan suami yang kebetulan baru kelar dinas dari Semarang, jadilah si bapak ini masih di Jogja rencananya sampai hari Minggu. Untung....untunggg...belum issued tiket balik.

    RS Jogja International Hospital
    Dr. Mitta yang mirip Dian Pelangi : Usia kehamilan 37 Minggu, posisi kepala bayi belum masuk panggul sih, tapi berat badannya sudah 2.900 gram. Ibu diet dikit yaaaaaaa

    Me  : Diet dok? Saya kan sudah puasa tiap hari, buktinya berat badan saya malah turun 500 GERAMMM (baca : gram)
    Karena ternyata berat badan bayi sudah cukup besar, sementara hari perkiraan lahir masih sekitar TIGA MINGGUAN lagi. Jadi memang dikhawatirkan nanti bayinya kegendutan yang ujung-ujungnya akan butuh effort lebih besar lagi buat ngejen. Begitu katanya.

    (Keesokan harinya)

    Sabtu, 10 Juni 2017.

    Rumah.

    Jam 03 : 00 WIB.

    Pak Suami    : Bunda, ini kok ada darah di sprei?
    Me          : DARAH?? WEKKK? MANA MANA? Ooh gapapa kali ya, tapi biasanya kan flek, tapi kok ini darah segar. *buru-buru cek ke toilet*
    Me          : Yaaaaah... tolong ambilkan tisu sama pembalut ya. Tau kan pembalut bentuknya kayak apa? Yaaa... yang itu. 
    Keluar dari kamar mandi, saya dan suami masih sempat tidur-tiduran (tidur santai lo ya bukan tidur nakal HAHAHA) sambil nunggu si mbak T selesai masak.

    Me      : Yaaaaah.... tolong bukain stopwatch di HP. Terus kalo bunda remet-remet atau cubit tangan ayah tolong di stop ya. Buat ngecek mulesnya sudah berapa menit sekali. Kayaknya ini sudah mules beneran alias kontraksi, mau lahiran *kalem*
    Dan ternyata kontraksi sudah sepuluh menit sekali.

    Saya manggil si mbak yang lagi nyiapin saur. Minta tolong nurunin koper dan masukkin beberapa daster, pembalut, pakaian dalam, dan sudah itu aja. Karena ternyata baju bayi belum ada yang dicuci 😭.

    Me      : Yaaaaaaah... buruan saur ya, habis itu mandi. Bunda tak mandi duluan, mumpung kontraksi masih sepuluh menit sekali.
    Sementara pak suami gantian mandi, saya sudah mandi, wangi, cantik dan pakai daster terbaek lalu duduk-duduk di gymball. Sambil nunggu adzan subuh. Suami sholat subuh, dan ini kontraksi sudah tiga menit sekali. Akhirnya  kita putuskan untuk ke RS setelah suami selesai sholat subuh. 


    UGD RS Jogja International Hospital
    05 : 00 WIB
    Entahlah ini sudah bukaan berapa. Yang jelas, tiba-tiba saja pengen nangis. Nangis karena keinget Ibu yang sedang sakit. Sedih karena biasanya beliau yang menunggui saya. Entah menunggu sebelum lahiran, pada saat lahiran, maupun pasca lahiran. Disaat saya sedang berjuang... berdamai dengan kontraksi.... menit per menitnya, saya menelpon Ibu saya. Mengabari ke beliau bahwa saat ini kami sudah berada di RS menanti kelahiran cucu ke-8 nya.

    Ruang VK Jogja International Hospital
    Bidan          : Ibu ini sudah bukaan 5, dr. Mitta sedang dalam perjalanan
    Beberapa menit kemudian
    Bidan          : Ibu ini sudah bukaan 9,5 (ada setengahnya?)

    Me           : dr. Mitta sampai mana ya? Ini sudah mau keluar bayinya, saya ngejen boleh? *masih kalem*
    Walaupun sudah berusaha sekalem mungkin, tapi memang tetap gak ada mirip-miripnya sama Atiqah Hasiholan pada saat ngelahirin baby #Sal kemarin 👯. Aaah yang penting mah suami ada disamping saya dan siap saya remas sekenceng-kencengnya. #udahgituaja...

    Tiga kali mengejan...

    Suara tangisan bayi memecah ketegangan yang sempat terjadi, sebelas duabelas dengan film India. Karena pada saat itu Bu dokter datang tepat-pat-pat bersamaan dengan suara pecah tangisan si bayi yang sudah gak sabar mau keluar.

    Bu dokter lalu bantu ngeluarin ari-ari, kemudian cek jahitan yang ternyata gak ada yang perlu dijahit, terus ngasih selamat ke saya dan pak suami dan kemudian pulang ke rumah lagi #udahgituaja...
    Me                   : “Ayah, sempet fotoin bunda gak tadi pas lagi ngejen??”

    Pak Suami    : “Hidiiiiih, tangan aja dipegangin kenceng kayak mau lomba tarik tambang, mana kepikiran buat fotoin Atiqah Hasiholan lagi ngejen 😄.

    06 : 28 WIB
    Alhamdulillah, lahirlah putra kami yang ke-3, dengan sehat, selamat dan lancar semuanya.. yang saat itu sampai dengan usianya dua minggu kami belum memberikan dia nama. Hiks, baju bayi belum dicuci, ini namanya juga belum disiapin. Mohon maap lahir dan batin ya nak.

    Anggota keluarga kami bertambah banyak. Yeay! Rumah kita yang kecil ini akan bertambah rame dengan kehadiranmu, nak.

    Mohon doanya, semoga anak-anak kami Hanin, Hanan dan Haziq menjadi anak yang soleh dan solehah. Aamiin.

    Selamat datang anakku, Fattah Haziq Asshauqi. Calon pemimpin cerdas yang penuh kasih sayang. Sing soleh, nak.


    10 Juni 2017 ~ 06:28 WIB ~ 3.290 gr / 49 cm ~ RS Jogja International Hospital



    Cara Kami Menikmati Hubungan Jarak Jauh




    LDR (Long Distance Relationship) sangat tidak asing di telinga kami. Dari awal menikah kami sudah menjalin hubungan jarak jauh. Sampai dengan hari ini mau punya anak tiga kami tetap terpisah oleh jarak, waktu dan rindu.

    LDR itu memang berat kalau dipikir, tapi yang bisa kita lakukan dari dulu sampai saat ini adalah gak selesai kalau cuma dipikir, tapi harus dinikmati. Menikmati hubungan jarak jauh apakah mudah? Mudah saja jika kita bisa memaknainya dengan positif dan penuh syukur serta selalu berprasangka baik kepada Yang Punya Rencana.

    Kami memaknainya ini sebagai rencana Tuhan yang paling baik. Toh, kemanapun jauhnya kita pergi semuanya akan kembali ke rumah. Itu harapan dan doa-doa kami sepanjang waktu. Dengan begitu, tidak ada yang perlu kami khawatirkan secara berlebihan.

    Tapi kan hubungan rumah tangga kami saat ini tidak hanya hubungan istri dengan suami, tapi ada anak-anak dan keluarga lain yang saling berhubungan. Tugas kita adalah bagaimana caranya agar saya dan suami tetap bisa menularkan kebahagiaan kepada mereka meskipun LDR menjadi pilihan hidup kami sekeluarga.

    Terutama anak-anak. Berat sekali rasanya untuk bisa menjadi single parent temporary. Bagaimana caranya agar saya tetap bisa menghadirkan sosok ayahnya dalam kehidupan sehari-hari meskipun secara virtual. 

    Anak saya yang pertama sebentar lagi berumur enam tahun dan akan masuk Sekolah Dasar. Anak yang kedua berumur dua tahun. Dan saat ini saya sedang mengandung anak ketiga. Dengan segala cara dan upaya kami untuk menjalani hubungan LDR agar kami tetap bisa menikmati hidup ini dengan bahagia.

    Alhamdulillah tumbuh kembang anak-anak tetap bagus, saya merasa mereka tidak pernah menyesalkan atau mengeluhkan secara berlebihan karena jauh dari ayahnya. Anak kecil mengeluh itu biasa, saya pun yang sudah menjadi orangtua tetap akan mengeluh jika memang sudah terlalu lelah. Tapi itu sama sekali tidak membuat kami menyesali jalan Tuhan yang sudah dijalurkan ke kami ini. 

    Lalu, tips apa saja sih yang ingin saya bagikan disini tentang menjalin hubungan jarak jauh? Wah sebenarnya yang lebih berpengalaman dari saya sangat banyak ya, tapi gak ada salahnya sesama penikmat dan pejuang LDR kita bisa berbagi pengalaman disini.

    Baca juga tentang : LDRan Itu Menyenangkan

    Ini tips keluarga kami untuk menikmati hubungan jarak jauh :
    • Seperti yang sudah saya singgung diatas, bahwa percaya bahwa jalan ini adalah rencana Nya yang terbaik, maka yang pertama adalah tetap bersyukur, ikhlas dan berpikir positif
    • Hadirkan selalu sosok suami/ ayah dalam kehidupan sehari-hari meskipun itu hanya secara virtual. Contoh : telpon, video call, atau sekedar mengirim chat/ pesan singkat. Biarkan anak-anak bisa mendengarkan suara ayahnya, bisa membayangkan wajah ayahnya, dan bisa merasakan kehadirannya meskipun dipisahkan jarak laut, gunung, lembah, darat dan hutan, tapi akan tetap terasa hanya satu jengkal di depan kita
    • Selalu libatkan peran suami/ ayah dalam kehidupan sehari-hari. Misal nih, sepeda si kakak rusak, meskipun saya bisa mengantarkan ke bengkel, tapi sebisa mungkin akan saya libatkan peran ayahnya untuk menjadi pahlawan. "Tunggu ayah pulang ya kak, nanti ayah pasti akan betulkan sepedanya". Di mata anak sosok ayah menjadi sangat penting dan sangat dinanti-nanti kehadirannya. Begitupun dengan saya sendiri, sebenarnya bisa kok saya pergi ke dokter untuk cek kehamilan sendiri, tapi kalau diantar dan bareng suami sungguh alangkah syahdunya kan? 😋. Jadi sebisa mungkin jadwal periksa kehamilan menunggu suami pulang. Bisa memilah-milah mana yang sekiranya bisa dilakukan dengan mandiri mana yang sebaiknya melibatkan suami demi kemaslahatan bersama
    • Memiliki waktu bersama yang berkualitas. Bagi kami waktu sangat berharga. Bukan kuantitas yang kami kedepankan, melainkan kualitas. Karena memang jika kami menuntut untuk sering-sering ketemu, pasti akan tidak menyehatkan isi dompet, bukan? Hehe. Jadi kami sadar diri, bahwa waktu kami yang miliki tidak banyak, sehingga sebisa mungkin waktu itu berkualitas untuk kami. Tetapkan waktu untuk bertemu, misal dalam dua minggu atau satu bulan sekali. Lalu isi pertemuan itu dengan kehangatan, gak pernah sampai terpikir untuk bahas hal-hal yang gak penting, yang bisa memicu pertengkaran atau perdebatan. Masalah sepele itu bagaikan butiran debu dan rempahan rengginang yang ditiup atau ditelen aja sudah selesai
    • Menikmati quality time bisa kami nikmati dengan dua cara biasanya. Diam di rumah, ngobrol santai sambil melepas lelah dan ngemil-ngemil masakan istri? Atau jalan-jalan di luar rumah mengamati dan menikmati keindahan lain sambil wisata kuliner

    Nah, ini masih ada hubungannya dengan tips yang terakhir ya. Soal jalan-jalan dan kulineran. Siapa sih yang gak ngiler-ngiler manja kalau diajakin liburan sambil makan enak? Pasti semuanya demen. Termasuk saya dan anak-anak. Seneng banget kalau diajakin jalan sambil jajan di luar. Ketauan ya kalau saya jarang banget ngajakin anak-anak pergi tanpa ada ayahnya. Sekalinya ayahnya pulang, langsung berharap bakal diajak jalan-jalan ke tempat wisata seru. Hehe. Nah saya seringkali bingung mau pergi kemana nih kita? Trus mau makan apa ya nanti?

    Biasanya, tujuan yang akan kita tempuh semuanya dipasrahkan ke istri. Suami pasrah cukup jadi supir dan jadi kasir saja 😋. Tapi namanya laki-laki paling gak suka kalau jawaban istrinya adalah :

    T - E - R - S - E - R - A - H.
    "Kita mau jalan kemana nih bunda?" Hmmm.. kemana yaaa.. terserah deh...
     "Jadi, kita mau makan apa nih sebentar?" Hmmmm..... makan apa aja deh terserah

    DezeeeeeggGgGGgg (!!!!!)

    Kadang jadi bikin lama ya kalau jawabnya terserah, iya jadi lama mikirnya karena perempuan memang penuh misteri dan teka-teki.

    Tapi sekarang saya sih sudah gak bingung lagi. Sejak saya kenal Mak Berbi alias Mak Rian lewat komunitas Emak Blogger, saya jadi sering mampir lihat postingan di blognya. Blog yang isinya tentang surganya kulineran dan wisata. Ini menolong saya banget yang kurang update tentang wisata maupun kuliner. Jangankan di luar Jogja ya, di dalam Jogja pun belum saya cobain semua. Haha. Tapi beruntunglah, karena Mak Rian sudah berhasil merangkumnya dengan rapi, ciamik dan sangat menarik.

    Kalian, jika mau ke Jogja. Bolehlah sekarang tanya-tanya ke saya tempat wisata yang bagus dan kulineran yang enak dimana, soalnya pasti sebelum saya jawab, saya nyontek dulu di Blog nya Mak Rian. Huahah.


    www.kulinerwisata.com

    Dan gak cuma di Jogja aja loh. Blog http://www.kulinerwisata.com/ yang ditulis oleh Mak Rian juga meliput daerah lain selain Jogja. Sudah level Nasional seluruh nusantara pokoknya mah. Jadi blognya sih rekomended bangetlah untuk dibaca-baca setiap saat. Gak hanya tempat wisata atau kulineran saja, bahkan review hotel atau tempat menginap lengkap dengan resep masakannya juga ada! Beneran ini sudah paket empat sehat lima sempurna, sehat dan berisi seperti body Mak Rian yang baru jadi pengantin baru, ihiiwww.

    Jadi, itu tips kami menjalani hubungan jarak jauh yang tahun ini menuju tahun ke tujuh! Iya baru tujuh tahun tapi sudah sok-sok bagi-bagi tips. Hehe. Tapi kalau bisa yasudah ya cukup tujuh tahun saja, sisanya berdoa dan berusaha agar LDR cepat berlalu. Karena bagaimanapun juga, hidup yang ideal itu adalah hidup berdampingan sama-sama, biar bisa sering-sering liburan dan kulineran sama-sama. EEEEAAAAA.




    Sumber gambar : 
    https://abdierifqi.wordpress.com/2016/02/14/long-distance-rapopo-ldr/
    http://www.kulinerwisata.com

    Mempersiapkan Diri Memberikan ASI Dengan Menyenangkan

    [SPONSORED POST]




    ***

    Sembilan Puluh Persen sukses menyusui adalah berasal dari niat dan tekad yang bulat dari seorang Ibu. Sedangkan Sepuluh Persennya adalah dari produksi ASI itu sendiri. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mau menyusui buah hatinya karena produksi ASI yang sedikit.
    Tuhan sudah menyiapkan cairan dengan komposisi dan takaran yang begitu sempurna dari seorang Ibu. Yaitu ASI. Air Susu Ibu, nutrisi terbaik untuk mendukung proses tumbuh kembang anak.

    Kendala lain selain alasan karena produksi ASI yang sedikit, sering kali seorang Ibu "malas" menyusui anaknya karena repot. Repot pumping, repot bangun malam sampai repot soal pakaian yang nyaman untuk menyusui namun bisa tetap modis dan stylist.

    Berhasil menyusui dua anak sampai dengan usia dua tahun, memang menjadi cerita indah tersendiri bagi saya. Tapi bukan berarti saya kemudian lupa dan tidak mempersiapkan diri untuk memberikan ASI untuk calon anak ketiga saya yang saat ini masih dalam kandungan ya, saya tetap mempersiapkan yang terbaik dan meng-update informasi tentang menyusui 😊.

    Sebenarnya apa saja sih yang bisa kita siapkan sejak kehamilan agar berhasil memberikan ASI dengan menyenangkan? Berikut ini saya mencoba berbagi pengalaman bagaimana saya bisa menyusui kedua buah hati saya sampai dua tahun dengan menyenangkan.

    Baca juga : Menang Lomba Pekan ASI Sedunia Tahun 2015

    1. Niat. Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa keberhasilan menyusui sebenarnya tergantung niatnya. Tanamkan kemauan dan niat yang tulus, bahwa saya akan menyusui anak saya dengan menyenangkan. Sehingga afirmasi positif tersebut akan terus tertanam sampai proses menyusui itu benar-benar tiba.
    2. Mau belajar dan mencari informasi tentang laktasi. Mencari tau bagaimana pentingnya ASI, bagaimana cara menyusui yang benar, bagaimana cara pumping dan bagaimana manajemen ASI Perah bagi ibu bekerja dan lain sebagainya. Caranya sangat mudah, sekarang artikel yang memuat informasi tentang ASI sudah sangat banyak di internet maupun sosial media. Atau kita bisa bergabung dalam forum, komunitas dan group tentang laktasi.
    3. Mengajak pasangan dan keluarga juga lingkungan di sekitar untuk mendukung proses menyusui. Dukungan dari orang-orang terdekat ternyata sangat mempengaruhi suksesnya proses menyusui. Biasanya, di awal-awal kelahiran, sebagian Ibu dan bayinya masih kesulitan beradaptasi dengan kondisi yang baru. ASI belum keluar, payudara Ibu terluka karena salah posisi dalam menyusui, bayi menangis siang malam karena ASI yang keluar belum banyak. Dukungan dari orang-orang di sekitar inilah yang bisa menguatkan kita di saat kondisi rawan tersebut. Karena proses menyusui tidak hanya hubungan antara Ibu dan Anak, tetapi juga Ayah, Kakek, Nenek, Kakak, dan orang-orang di sekitar kita. Jadi, dukungan orang-orang terdekat ini sangat penting.
    4. Memiliki kontak konselor laktasi. Setiap proses kelahiran memiliki kondisi dan cerita yang berbeda. Tidak semua Ibu langsung bisa menyusui bayinya dengan benar. Inilah pentingnya mencari tau tentang laktasi dari awal kehamilan. Terkadang ilmu belajar dari artikel saja tidak cukup, kita perlu bertatap muka langsung atau sekedar berbagi tips dan pengalaman dengan orang-orang yang sudah berkompeten di bidangnya. Konselor Laktasi misalnya. Sekarang hampir di setiap kota di penjuru nusantara sudah tersebar para relawan konselor laktasi, yang sewaktu-waktu dapat membantu para Ibu Menyusui jika menemukan kendala pada saat proses menyusui. Jadi, gak ada salahnya kalau kita juga mengenal atau memiliki kontak para konselor laktasi tersebut, jika sewaktu-waktu kita membutuhkannya sehingga bisa membantu mengatasi persoalan laktasi lebih cepat.
    5. Membeli perlengkapan menyusui. Barang-barang ini ternyata dapat mempermudah proses menyusui. Misalnya, breatspump atau pompa ASI. Berguna untuk mempompa ASI untuk memperlancar produksi ASI. Meskipun Ibu tidak selalu meninggalkan bayinya karena tidak bekerja di luar rumah, tapi pumping atau memompa ASI tetap baik untuk dilakukan. Karena semakin banyak ASI yang dikeluarkan maka semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Misalnya, ketika bayi masih tertidur pulas, dan payudara sudah terasa penuh, maka jangan malas untuk mempompanya. Dan breastpump ini sangat membantu para Ibu yang kesulitan memerah menggunakan tangan seperti saya. Selain breastpump, BRA menyusui juga sangat penting. Fungsinya agar mempermudah proses menyusui karena memiliki akses buka tutup di payudara. Sehingga ketika bayi sudah lapar dan haus, Ibu tidak terlalu lama untuk mempersiapkan proses menyusuinya. Selain BRA, yang tidak kalah penting adalah baju menyusui. Memilih baju yang nyaman untuk menyusui sekarang ini gampang-gampang-susah. Seringkali soal baju menjadi persoalan besar bagi sebagian Ibu karena khawatir gak bisa tampil modis karena terbatasnya model baju menyusui yang kekinian. Nah baju menyusui yang seperti apa ya yang kira-kira bisa kita pertimbangkan agar proses menyusui terasa nyaman, senang, dan tetap modis? Ini dia....
    • Memilih baju yang memiliki akses buka tutup di bagian payudara. Duh, macam jalan menuju puncak yang pakai sistem buka tutup segala ya. Hehehe. Boleh yang model kancing, zipper, atau yang tanpa kancing dan zipper. Memang ada ya yang tanpa repot buka tutup tanpa kancing dan zipper? Ada loh, yaitu kaos oblong. Kalau kaos oblong dibuka, perut kita yang sedikit menggelambir ini bakalan kemana-mana tapi ya 😢. Terlebih untuk para Ibu Muslimah, yang pasti akan lebih repot karena khawatir aurat terumbar kemana-mana. Eh tapi.. sekarang gak perlu khawatir lagi, karena  sudah ada model baju menyusui yang nyaman tanpa kancing atau zipper tapi tetap modis. Nanti saya kasih bocoran contoh bajunya yaa.
      Akses buka tutup yang tersembunyi
    • Memilih bahan yang berkualitas. Karena kualitas bahan akan mempengaruhi kenyamanan Ibu dan bayi dalam proses susu-menyusui. Pilih bahan yang terbuat dari kaos jika akan dipakai pada acara non formal, jika akan dipakai pada acara formal atau semi formal bisa memilih bahan katun yang mudah menyerap keringat. 
    Contoh bahan kaos dengan kualitas super, tebal gak nerawang. Walaupun sudah dicuci tapi serat dan bentuk kembali seperti semula
    • Memilih model dan warna. Pilihlah model baju yang tidak terlalu ribet atau rumit. Yang memudahkan gerakan Ibu. Dan pilihlah warna baju yang cenderung netral. Mudah dipadu-padankan dengan hijab (bagi yang berhijab), sepatu atau tas. Selain itu, pilihlah model yang "lifetime" atau bisa dipakai jangka panjang. Jadi pada saat hamil muda, hamil tua, pasca melahirkan, menyusui maupun sudah tidak menyusui atau tidak hamil lagi baju tetap bisa dipakai.  
    Contoh gamis basic Lactivers ketika saya pakai
    Nah 3 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih baju yang nyaman untuk menyusui tersebut memang gampang-gampang-susah ya. Tapi sekarang tidak perlu khawatir, karena saya sudah menemukan model baju menyusui yang akses-able (gampang di akses buka tutupnya dan gampang juga cara belinya), gak gampang keringetan kalau dipakai karena bahannya yang berkualitas dan yang pasti modis, stylist, syar'i (bagi Ibu Muslimah) dan apa lagi selain instragam-able? Asyeiik.

    Ini dia brand lokal yang sudah mencangkup aspek-aspek penting tadi. Aman, Nyaman, Mudah, Stylist dan Syar'i. Brand LACTIVERS (Singkatan dari LACTASI loVERS), yaitu brand lokal baju menyusui asal Yogyakarta yang sudah eksis dari beberapa tahun yang lalu, dan pasarnya pun sudah tersebar di seluruh Indonesia.



    Mempersiapkan diri memberikan ASI dengan menyenangkan bisa dimulai dari sekarang, ya mom. Tidak perlu menunggu sampai si bayi lahir, tapi bisa dimulai dari awal kehamilan bahkan dari awal program kehamilan. Seperti baju yang saya pakai, tidak hanya bisa dipakai pada saat menyusui saja, tapi pada saat hamil pun tetap nyaman dipakai.

    Lalu bagaimana bisa mendapatkan baju Lactivers seperti yang saya pakai?

    Bisa cek langsung Official Website Lactivers di www.lactivers.com atau cek Instagram @lactivers.

    Atau mungkin berminat untuk menjadi agen? Sangat bisa. Langsung klik saja link nya ya.

    Selain mencangkup 3 hal diatas, Lactivers juga selalu mengadakan WOW SERVICE setiap bulannya. Seperti contoh pembelian bulan Januari, barang yang diterima customer dijamin dalam keadaan wangi dan segar. Saya sudah membuktikannya, begitu dibuka kemasannya, waaah langsung dibuat jatuh cinta sama wangi segarnya.

    Selain WOW SERVICE, Lactivers juga akan mengeluarkan model terbaru yang selalu beda setiap bulannya. Dan semua model yang diproduksi sangat limited, jadi jangan khawatir akan pasaran banget modelnya, karena memang hanya diproduksi terbatas dan selalu berbeda model setiap bulan.

    Lactivers, keren kan? Yuk jangan lupa kepoin Instagramnya, ya mom.

    Dengan mempersiapkan diri untuk memberikan ASI seperti melakukan hal-hal tersebut diatas, semoga bisa memperlancar proses menyusui dengan menyenangkan sehingga bayi  sehat dan kenyang, ayah dan ibu pun senantiasa senang dan tenang 😍.
     

    2016 Milestones

    Setahun sudah berlalu,

    Eh gak kerasa nulis milestone 2015 ditulis sudah setahun yang lalu yaa..

    Tahun 2016 saya bilang GREAT! Alhamdulillah. Setidaknya ada beberapa cerita yang ingin saya rangkum untuk dijadikan pengingat atau sekedar untuk dibaca-baca lagi..


    1. Januari 2016. Karena bulan Desember 2015 saya sudah bisa ambil cuti besar, maka kamipun berencana liburan di awal tahun. Dan suami juga masih punya cuti besar, jadi kami sepakat untuk liburan ke........ Bandung. Selain mau senang-senang menikmati Kota Bandung dengan anak-anak naik kereta, juga sekaligus merayakan farewell eyang yang Februari nanti akan menjalani masa pensiun. Cerita selengkapnya liburan ke Bandung kemarin bisa di baca di sini 
    2. Februari 2016. Kakak H berumur 5 tahun. Lagi-lagi suami bisa pulang dan bisa kumpul-kumpul keluarga. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini
    3. Mei 2016. Saya ngalamin kecelakaan dalam perjalanan ke kantor. Kenangan pahit sih ini, tapi cukup dijadikan pelajaran dan banyak hikmah yang bisa saya ambil, cerita selengkapnya bisa baca di sini
    4. Mei 2016. Sekaligus merayakan enam tahun pernikahan kami dengan nonton AADC 2 😋. Iya cuma nonton berdua aja rasanya sudah seneng banget. Baca ceritanya di sini
    5. Juni 2016. Suami dapat SK Mutasi ke Makassar. Meskipun masih (TETEP) di Makassar ya, tapi bersyukur sudah gak sejauh jika harus ke Bone yang notabene harus menempuh lima jam perjalanan darat untuk bisa sampai ke bandara. Selain karena kantor yang sekarang dekat dengan Bandara, juga jabatannya pun sudah gak seberat waktu di daerah, aaah mimpi bisa pulang dua minggu sekali rasanya bakal terwujud
    6. Juni 2016. Umroh berdua dengan suami di Bulan Ramadhan. WOW SENENG BANGET! Senengnya berkali-kali lipat rasanya dari rasa seneng lunas utang KPR 😄. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini
    7. Juli 2016. Bisa lebaran bareng di Banjarnegara. Suami bisa cuti dan merasakan lebaran (((normal))) seperti yang lainnya. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini
    8. Agustus 2016. Renovasi dapur baru. Hihi cetek banget nih milestonenyaaa... cerita selengkapnya soal dapur baru bisa dibaca di sini yaa
    9. November 2016. Liburan ke Turkey! Oh yeeaaah. Bucket List setelah bisa menginjakkan kaki ke tanah suci adalah bisa ke negara ini. Duh Gusti, akhirnya terwujud juga. Baca ceritanya di sini
    10. Desember 2016. Adek H is Turning 2! Proses penyapihan di mulai dengan penuh drama namun berhasil juga weaning with love. Dan saya dinyatakan hamil anak ke -3!! Mohon doanya yaaa.. semoga diberi kesehatan dan kelancaran.. InsyaAllah 2017 formasi kami sudah berlima. Waah alhamdulillah makin rame ni rumah 😊


    Demikian milestone 2016, setidaknya challenge 2016 yang sudah pernah saya tulis tahun lalu sudah ada yang terwujud, meskipun challenge #menujubebasLDR sampai sekarang belum kesampaian 😝. Tapi tak bosan-bosannya saya bakal mengulang challenge yang sama setiap tahunnya. Hahaha.

    Selamat Tahun 2017, selamat menyambut challenge baru. Hmmm... tahun 2017 ??

    Semoga proses daftar Hajinya lancar... Aamiin. Ini ngurus KTP pindahan kok repot amat yak 😓
    Semoga proses lahirannya lancar.... Aamiin.
    Semoga saya punya nyali buat belajar nyetir. HUWAHAHA
    Dan mari berdoa terus sepanjang waktu untuk  #menujubebasLDR2017 😇😇😇



    Custom Post Signature

    Custom Post  Signature
    ------- I R V I -------