Image Slider

Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream

[REVIEW POST]

Setelah sukses mengeluarkan lipstick seri matte beberapa waktu lalu, kini Wardah juga telah mengeluarkan produk baru lagi, serupa tapi tak sama. Exclusive Matte Lip Cream.



Baca juga review tentang Review Wardah Intense Matte Lipstick

Secara penampilan memang berbeda, kemasannya memang lebih exclusive, elegan, kokoh, dan terkesan mahal. Tubenya cantik. Aplikatornya menggunakan kuas yang lembut, dan bersahabat sama tekstur bibir sekalipun bibir kering.




Dulu saya paling gak suka pakai jenis cair/liquid, karena khawatir bakal belepotan kalau dipakai. Tapi ini pertama kalinya saya pakai, kok langsung rapi sih? Sekali oles langsung nempel cantik. Awalnya memang terlihat creamy, tapi lama kelamaan akan menjadi matte.



Mudah nempel di bibir, dan awet. Karena mengandung colorbinding pigments, sehingga memberikan matte finish intens yang tahan lama.

Secara harga juga jauh lebih ekonomis jika dibandingkan merk lainnya. Dengan harga segitu sudah dapat barang bagus kan worth it banget. Nih apalagi kalau kamu belanja di Sociolla, lagi banyak banget diskonnya !!

Atau kamu juga bisa pakai kode voucher aku lo, lumayan diskonnya.



Lip Cream ini memiliki beberapa shade, ini saya ambil sample warnanya dari Websitenya Sociolla :

Dari kiri ke kanan (atas) dan kiri ke kanan (bawah) :

  1. Berry Pretty
  2. Oh So Nude
  3. Fuschionately
  4. Feeling Red
  5. Red Dicted
  6. Pink Me
  7. Hello Rubby
  8. Pink Credible
  9. See You Latte
  10. Spechless
  11. Mauve On
  12. Plum it Up


Dan yang sudah pernah saya coba adalah Berry Pretty dan Plum it On.




Dan ini dia hasilnya setelah diaplikasikan ke bibir..

Berry Pretty

Berry Pretty

Berry Pretty

Plum it Up, cetar ya merahnya

Plum it On, awet banget merahnya

And the last, saya hampir suka semuanya sama Lip Cream ini. Packagingnya yang oke, teksturnya yang gak berat, pigmentedlong last dan harganya yang adorable. Satu saja sih yang saya kurang suka, aromanya. Agak menusuk hidung, gak selembut yang intense matte.

Tapi tetep kok, setelah ini mau nyoba warna lainnya, cakep-cakep, memikat dan bikin racun 😂



Liburan Ke Turki Dengan Dua Anak Dan Lagi Hamil Muda

Tantangan banget!

Sebelumnya terimakasih kepada Pak Suami karena telah berhasil mengemban tugas yang amat berat, ngemong dua bocah dan satu ibu hamil *proud of you bebeb 😋*. Alhamdulillah perjalanan kemarin berjalan lancar, sehat semuanya, gak pake drama-drama lebai, eh banyak dramanya juga ding 😝.  

Mission Completed! Jadi, mau umroh backpackeran sama anak-anak kapan?

Awal mula punya rencana liburan ke Turki adalah sekitar dua bulan lalu, ketika ada teman yang nawarin paket murah liburan kesana. Jadi yang kemarin ngira kita liburan ngabisin duit sekarung salah besar ya, kita liburan murah meriah ala backpackeran tapi bawanya tetep koper sih. Hahaha.

Turki memang menjadi bucket list saya setelah bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci Ramadhan lalu. Awal saya bilang ke suami kalau saya pengen banget ke Turki, jelas suami menolak. Ngapain kesana, kan habis ada bom, doweeeenggg! Kemudian beberapa hari sebelum di closed paket promonya, tiba-tiba saja suami Whats App, oke bun kita ke Turki!

Yeay!

Jangan kira semulus itu persetujuannya, sepanjang perjalanan menuju suami kasih keputusan itu saya selalu kirimin gambar-gambar eksotis tentang Turki, artikel-artikel tentang keindahan Turki, dan yang pasti ada Museum dimana kita bisa melihat pedang Nabi Muhammad SAW, tongkat Nabi Musa AS, Jubah Fatimah RA dll. Dan itu rupanya yang bikin suami luluh karena banyak sejarah Islam disana yang mungkin dapat dipelajari.

Beberapa hari menjelang keberangkatan.....

Kami dapat rejeki tak diduga-duga. Di suatu pagi, sebuah testpek dengan dua garis merah sungguh sukses bikin saya melongo. Saya dapati ketika jadwal menstruasi saya tak kunjung datang, pas suami di rumah pula. Jadi kita senyam-senyum bareng sambil ngelirik adek kecil yang lagi menggendoli nenen ibunya.

Jadi, anak kecil yang belum genap dua tahun ini mau punya adek? 👦

Sebenarnya liburan ke Turki  itu adalah moment yang pas buat hanimun bagi pasangan suami istri yang gak pernah hanimun seperti kami. Eh tapi belum hanimun sudah hamil dulu. Alhamdulillah bertubi-tubi dikasih kepercayaan lebih cepat.

Morning sicknes mulai mengintai saya... Saya sudah parno dulu... apa kabar nanti di sana kalau saya mual-mual mulu? Bakalan repot banget. Mau liburan kok ribet, sis? 😪

Sempat ada niat buat dibatalin liburannya, meskipun kita akan kehilangan segala budget yang sudah dibayar. Tapi kata suami, Insya Allah bunda kuat. Okelah, jadilah kita berangkat.

Baca juga : Cara Membuat Paspor Untuk Anak

Nah, sekarang saya mau share sedikit tentang persiapan apa saja yang harus dilakukan dalam rangka liburan jauh dengan anak-anak, dua anak dan lagi hamil pula.

Ini berdasarkan pengalaman pribadi yaaa.. boleh kalau ada yang mau ditambahin atau dikurangin.

- Pakaian & printilannya (1 Koper besar untuk 4 orang)
  • Kenali cuaca disana, kebetulan November kemarin Turki sudah masuk winter, jadi sudah jelas dingin banget. Bisa sampai minus juga. Cuaca sangat menentukan pakaian apa yang akan kita bawa
  • Berapa lama perjalanannya? Berapa malam nginepnya? Kemarin kami 11 hari dengan perjalanan. Berapa lama waktu sangat menentukan berapa pakaian dan logistik yang akan kita bawa
  • Coat/ Baju Hangat anak masing-masing 2, saya 1, suami 2 (yang 1 buat gantian saya dan suami biar ngirit space koper wkwkw), ya karena baju hangat ini kan tebelnya minta ampun, pasti sangat memakan tempat. Kecuali mau fashion show, tiap waktu, tiap tempat kudu banget ganti, demi apalagi coba, demi foto-foto yang ciamik. Ya kan ya kan?? Ntar deh kalau perginya sendiri atau berduaan sama suami, space koper kan banyak, jadi bisa gonta-ganti kostum sepuasnya. Eh, situ syahrinceu? LOL. Begitupun dengan baju ganti, bawa aja seperlunya, karena gak keringetan juga. Yang agak dibanyakkin bajunya anak-anak, karena untuk hal-hal tak terduga misal ketumpahan air, makanan, jekpot, pospak bocor dll
  • Kaos kaki, penutup kepala, sarung tangan, syal. Untuk kaos kaki boleh bawa banyak. Ini penting banget, karena tidurpun sebaiknya pakai kaos kaki biar tetap hangat. Maklum biasa di Jogja 32 derce, ini langsung satu digit gimana gak minta dikelonin terus saya HAHAHA 👸. Sementara kalau mau dicuci agak repot karena tebal
  • Handuk di skip saja, di hotel/ apartemen biasanya sudah disiapin
  • Karena bawa anak kecil, saya bawa waslap atau sapu tangan untuk lap-lap apa aja 😀
  • Saya gak bawa mukena, karena suami bawa sarung dan saya bawa khimar yang cukup besar. Jadi untuk sholat saya pakai itu
  • Alat mandi secukupnya, saya bawa detergent dan suami sempat nyuci waktu di apartemen
  • Sepatu yang nyaman dipakai. Boot atau sepatu kulit lebih baik. Karena saya gak punya, bawa seadanya yang penting nyaman dipakai. Bawa sepatu cadangan untuk anak-anak. Bawa sandal jepit satu untuk urusan ke kamar mandi siapa tau dibutuhkan, kemarin kepakai banget karena lantai kamar mandinya super dingin, jadi cukup membantu
  • Obat-obatan. Obat penurun panas, obat diare, balsem, minyak kayu putih, Young Living Essential Oil, Counterpain, termometer, vitamin ibu hamil, vitamin untuk anak-anak, madu sachet, dan obat-obatan seperlunya
- Logistik (1 koper kecil)
  • Magic com/ penanak nasi. Buat masak nasi cyyynt. Bawa anak-anak kudu banget bawa barang ini, karena belum tentu makanan disana langsung cocok sama mulut dan perut mereka, eh termasuk saya juga ding 😊. Iya, saya termasuk golongan orang-orang yang susah beradaptasi sama makanan aneh-aneh dan belum kenyang kalau belum makan nasi
  • Beras, kemarin bawa sekitar 3kg tapi ternyata kurang, terpaksa suami beli di minimarket di daerah Taksim seharga 10 TL untuk sekiloan beras kira-kira. Cukup untuk 2x makan ber-empat
  • Oya kalau mau belanja makanan disana, lebih baik cari minimarket atau toko yang mencantumkan harganya langsung ya. Kemarin suami sempat survey beberapa makanan dan harganya bisa beda jauh padahal tokonya sebelahan. Kalau buah-buahan murah banget, anggur hijau 1 kg cuma 2TL atau Rp 8.000,- saja. Sempat beli telur juga untuk direbus karena kita semua doyan telur. Harganya gak beda jauh kok sama di Indonesia 
  • Mie Instan. Mie goreng dan mie rebus. Pop mie juga boleh, kemakan semua. Apalagi dingin-dingin gampang banget laper. Sudahlah lupakan dulu makanan sehat, yang penting kenyang dan bisa tidur nyenyak 😁
  • Abon, sarden, keripik kentang, pilus, snack ringan, energen, coco crunch, biskuit, dan cemilan favorit ibu hamil dan anak-anak
  • Kecap + sambal botol. Gak perlu bawa saos tomat, karena disana banyak, yang gak ada saos sambal
  • Bawa piring, gelas, sendok plastik masing-masing satu. Kantong plastik dan kantong kresek kepakai buat naruh apa saja
  • Susu kotak buat anak-anak secukupnya
- Perlengkapan lain
  • Mata Uang (TL/ Turki Lira). Disarankan gak perlu repot-repot nuker di Indonesia, karena nilai tukarnya lebih mahal ternyata. Saya sempet survey di beberapa Money Changer di Jogja memang mahal (antara Rp 4.800 s.d Rp 5.500 / 1 TL). Mending kita tarik tunai saja di ATM yang bertebaran disana (antara Rp 3.900 s.d 4.100 / 1 TL). Kena charge hanya Rp 20.000/penarikan seberapapun ambilnya. Pastikan kartu ATM ada logo visa/ mastercardnya ya
  • Visa. Untuk tujuan Turkey sekarang bisa pakai EVISA. Bisa bikin sendiri lewat website. Googling aja yaaaa... karena kita gak punya kartu kredit jadi kemarin kita dibikinin jadi maap gak bisa kasih tutorial 😛. Kalau dirupiahin kurang lebih biayanya Rp 350.000
  • Stroller. Wah kepake banget. Stroller jadul ini dulu belinya second. Jaman anak pertama, jadi umurnya sudah hampir 6 tahun, dan walaupun paling jauh baru dibawa ke Turki, tapi cukup handal. Walaupun sempat macet waktu di Bandara, sampai jadi tontonan penumpang lain dan sempat dibantuin sama bapak-bapak mandarin (eh tapi tetep aja gak bisa), akhirnya suami bisa lah ngatasin kemacetan stroller yang sempet bikin deg-deg-pyar. Bawalah stroller yang sekiranya bisa dinaiki kakak atau adeknya. Yang ringkas dan gak berat. Kalau adek bosen naik stroller, saya gendong, gantian si kakak yang naik, suami yang dorong. Alhamdulillah anak-anak manis sekali dan super kooperatif
di depan Blue Mosque

  • Gendongan. Saya pakai gendongan kaos, sangat membantu. Karena selain bisa buat gendong, juga bisa dipakai selimut pada saat di stroller, di pesawat atau dimana saja
Waktu di Ankara -3 derce

di Hierapolis berjalan sejauh 3 km nggendong bayi 12 kg, lagi hamil 9 minggu




di Bandara Doha, transit 8 jam. Buat selimutan adek
Di depan Hagia Sopia
  • Bantal leher. Kalau dipesawat sudah ada sih, tapi dipakai pada saat perjalanan darat naik bus/ van
  • Ngomong-ngomong soal mata uang, cek lagi ya rute penerbangannya. Apakah kita akan transit di negara mana, dan barangkali transitnya lama, berarti butuh makan atau kali aja perlu yang lain, mending siapin mata uang sana, atau kalau gak siapin Euro/Dollar yang laku hampir dimana saja. Rupiah saja gak laku di Malaysia, hiks. Untung saya nyimpen RM jadi bisa buat bayar KLIA Express waktu di Kuala Lumpur dimana dari terminal Air Asia untuk menuju Counter Check In Qatar harus naik kereta lagi. Kalo gak punya RM gagal deh kita ke Turkey 😰 wkwk
  • Diapers sekali pakai! Penting, saya sengaja lebihin karena takut banget kurang. Tissue basah dan tissue kering. Diapers selalu disediakan di diaper bag minimal 1 anak 2-3 pcs. Karena perjalanan kita berjam-jam, jadi lebih baik lebih daripada kurang. Baju ganti masing-masing anak sepasang juga masuk ke diaper bag. Obat-obatan dan cemilan juga masuk situ ya. Oya, kemarin saya juga bawa buku-buku cerita kesukaan si kakak, karena buat ngilangin bosen. Tapi ternyata gak kepakai, karena di pesawat dia full nonton film dan dikasih mainan + buku-buku sama cabin crew yang baik hati. Sampai sekarang kakak masih belum bisa move on dari Qatar Airways, katanya kapan lagi kita naik Qatar? Sampai sekarang masih suka dengerin Qatar Airways Onboard Music di Youtube buat ngobatin rasa kangennya. Hahaha, kak kak, besok kita Umroh naik pesawat gede lagi yaaaa... aamiin 😇
  • Kamera, tongsis, charger, power bank. Ini mah sudah wajib
  • Oya, dalam penerbangan Internasional biasanya gak boleh bawa cairan lebih dari 100ml ke dalam cabin pesawat kecuali susu bayi untuk negara-negara tertentu. Jadi gak perlu bawa-bawa taperwer buat diisi air minum, mending disana beli air mineral kemasan saja. Di Turki harganya gak beda jauh sama Indonesia, 1 botol air mineral kemasan 600ml seharga 1 TL. Atau sekitar Rp 4.000,-. Atau jika bawa cairan yang sangat dibutuhkan, misalkan kemarin suami bawa madu botol walaupun kecil dibagasikan saja lebih aman, daripada diambil petugasnya kan sayang. Di bandara-bandara besar biasanya juga disediakan kran air minum, kalau bawa botol kosong bolehlah isi ulang disitu
  • Untuk pasta gigi dan sikat gigi, lebih baik disimpan terpisah. Taruh di kantong diaperbag anak atau tas yang selalu kita bawa, setiap transit misalnya, gosok gigi dulu di airport atau terminal walaupun gak mandi tapi untuk kenyamanan dan kebersihan bersama mending gitu deh ya hahaha. Karena keliatan sepele jadi kadang suka diabaikan 😀. Itu perjalanan memakan waktu berjam-jam, bahkan bisa seharian. Biar tetap fresh dan sehat kan, sis? 😗


Kurang lebih itu persiapannya kemarin.. Banyak ya bawanya? Katanya backpackeran tapi tetep rempong 😁

Itinerary dan estimasi budget akan saya posting di postingan berikutnya yaaa... semoga belum lupa 😋




Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------