Financial Basic Literacy, Emak Investasi.

Saya (dan suami) basicnya bukan orang finance. Kami dulunya jebolan anak STM. Yang lebih familier dengan urusan pertukangan daripada urusan duit. Suami saya teknik elektro, sementara saya teknik informatika.

Jadi kalau ditanya soal financial planing dan apalah apalah soal keuangan gak ngerti sama sekali. Makanya sampai sekarang kamipun gak punya asuransi, kartu kredit, main saham, deposito atau investasi apapun di perbankan. (kok kayaknya sudah pernah nulis beginian ya?)

Baca juga : Habiskan Saja Gajimu

Jadi hidup kami lempeng sekali.

Padahal gak ada yang tau, ujian keuangan atau krisis moneter bisa terjadi kapan saja. Perubahan dari yang tadinya sangat nyaman bisa jadi menjadi tidak nyaman sama sekali.

Saya dan suami sebagai pegawai hanya mengandalkan gaji pegawai saja. Walaupun untuk saat ini kami tidak memiliki tanggungan kreditan/bayar cicilan tiap bulan, tapi perumpaan sedia payung sebelum hujan mungkin menjadi tepat.

Kami ini pegawai, yang digaji setiap bulan. Mungkin saja untuk saat ini masih santai-santai manja karena masih ngerasa cukup lah untuk biayain anak satu masuk SD (baru SD ya!, selanjutnya dipikir belakangan). Eh, dan tahun depan si adek juga mau masuk playgroup. Kok mendadak gak jadi nyante nih mengingat taun depan masukin sekolah dua anak sekaligus.

Kemudian jadi mikir....

Seandainya kami punya uang lebih, sebaiknya untuk saat ini kita alokasikan untuk investasi saja ya. Investasi di mata saya dan suami gak harus berurusan dengan Bank sih sebenarnya. Bisa dengan membeli tanah, sawah, atau emas. Tapi itu kalo duitnya lebih-lebih.

Lalu.... gak tau lima tahun atau sepuluh tahun kedepan, apakah nasib perusahaan kami bekerja sekarang masih bisa diandalkan untuk menghidupi keluarga kami, who knows?


Pict from google.com

Makanya sekarang, kalau memang mau merdeka secara financial harus kerja keras. Disamping kerja keras, juga harus pinter ngatur duit keluarga. 

Jadi, saya punya temen di KEB Jogja, namanya Ardiba. Mak Diba ini sepertinya juga jago soal financial planing atau tepatnya urusan investasi. Beberapa artikel soal investasi sudah ada di blognya www.investasiemak.com.

Coba gih dibuka emak-emak.... Atau kalau misal ada yang mau nanya-nanya langsung ke Mak Diba juga bisa banget, orangnya welcome dan responnya cepet.

Sempat kemarin saya nanyain ke Mak Diba, merdeka financial itu apa sih?
 Merdeka financial itu saat kebutuhan terpenuhi dari pemasukan yang ada (Ardiba)
Jawabannya simpel, ya.

Bener sih, bahwa jika segala kebutuhan sudah terpenuhi pasti hati kita akan tenang.  Tidak ada kecemasan dan kegalauan, besok kita mau makan apa.

Investasi merupakan salah satu upaya untuk "menempatkan" sebagian harta yang kita miliki, agar dalam waktu tertentu kita bisa menikmatinya. Kalau menurut cara pandang awam saya sih seperti itu, daripada habis untuk kebutuhan konsumtif mending ditempatkan dengan benar agar suatu waktu nanti kalau kita butuh bisa membantu kita.


Dulu saya pernah rajin beli Dinar, dan alhamdulillah kepake buat nambahin DP rumah. Dinarnya sekarang sisa berapa keping saja, yah sebut saja itu bagian dari investasi yaa... (Saya, emak yang sedang belajar investasi)

Sedangkan macam investasi juga banyak ya. Saya berharap blog mak Diba juga akan mengulas tentang informasi investasi non perbankan. Ayo mak diba, draft nya segera diselesaikan dan buruan dipublish :).

Sebenarnya juga merdeka financial itu tak melulu soal duit banyak, tabungan, investasi dll... Saya lebih memaknainya bahwa kita bisa menjalani hidup ini dengan senang, dengan leluasa, dengan tenang dan penuh rasa syukur. Artinya kalau mau tercukupi yaudah sih gak usah kecentilan pengen beli ini itu, pengen punya ini itu.

Ta... Tapikan saya juga butuh plesiran, butuh rumah yang nyaman, jadi mau gak mau memang harus ngatur pendapatan biar bisa memenuhi semua kebutuhan tadi itu.

Pinjem judul blognya Mak Diba, emak bijak sadar investasi. Jadi investasi tetep cara tepat untuk mendukung program Keluarga Berencana, eh program merdeka financial.



pict from google.com
6 comments on "Financial Basic Literacy, Emak Investasi."
  1. Iya Mak. Semoga bisa segera update lagi. Pengen ubek2 materi investasi lagi nih.

    ReplyDelete
  2. Bener banget..harus siap payung duit yang bisa cair saat dibutuhkan ya mbaa ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Payung duit? Hujan duit ajalah heheee

      Delete
  3. Saya belajar investasi dari suami Mbak, tepatnya dia yang ngurusin semua investasi keluarga hehe. Tapi pengen juga sih terjun langsung sendiri, sekarang hanya nanya nanya aja ke mr.husband hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh mba tesya mampir dimari... Iya nih mikir investasi biar bisa tetep plesir ky mba tesya :D

      Delete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------