#Umroh Ramadhan 6 : Makkah, Bumi Allah Yang Paling Indah


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H.. Mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman...

Mohon maaf juga baru sempat posting lagi....

Mungkin ini postingan terakhir episode cerita umroh ramadhan kemarin.. menceritakan Kota Makkah yang sangat indaaaah, aaaaah selalu pengen meneteskan air mata karena rindu ingin kesana lagi. Untuk cerita indah Kota Madinah sudah diposting di postingan sebelumnya ya..

***

Mungkin sebagian orang menginginkan pergi keliling dunia..
Ke Bali, Sydney, Maldives, Paris, atau Jepang
Dulu aku sering bermimpi... ingiiin sekali suatu saat nanti pergi ke tempat indah itu..
Namun semenjak aku bertemu langsung dengan Kabah..
Tak ada lagi tempat paling indah selainnya..
Jiwa raga dan hatiku menjadi saksi,
bahwa Madinah, Masjid Nabawi, Makkah, Masjidil Haram dan Kabah adalah tempat terindah di dunia ini..


Pict : google.com



Rabu, 15 Juni 2016

Pagi-pagi sekitar pukul 10.00 WAS rombongan kami bertolak ke Makkah. Perjalanan Madinah-Makkah ditempuh kurang lebih 5-6 jam menggunakan bus yang sudah disediakan oleh biro travel. Dari hotel, jamaah sudah memakai pakaian ihram, mandi wajib dan memakai wangi-wangian yang terbaik. Untuk pakaian ihram jamaah perempuan sih gak terlalu ribet ya, seperti pakaian muslim biasanya namun aurat semua tetap harus tertutup, kecuali telapak tangan dan muka. Sementara laki-laki agak sedikit berbeda, karena harus memakai kain tak berjahit, sehingga harus benar-benar terikat aman jangan sampai melorot. Jadi inget, waktu itu suami belajar buat jalan-jalan dulu di hotel. Tes.. tes.. tes.. okesip gak melorot!


Masjid Bir Ali


Masjid Bir Ali


Masjid Bir Ali terletak di Kota Madinah. Masjid ini adalah salah satu tempat untuk miqat. Apa itu miqat? Miqat adalah batas antara boleh dan tidak, atau perintah mulai dan berhenti, yaitu mulai melafazkan niat untuk memasuki tanah suci. 

Dan perjalanan umroh kami pun di mulai.

Berihram dari miqat dengan mengucapkan:
labbaik ‘umrotan” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).
Lalu kami banyak melafazkan kalimat talbiyah sepanjang perjalanan dari Masjid Bir Ali menuju Makkah Al-Mukarammah.. Sekujur tubuhpun langsung merinding, ya Allah... aku datang memenuhi panggilanMu..
"Labbaik allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda, wa ni'mata laka walmulk, laa syari kalaka". (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).
Selain melafazkan talbiyah, selama perjalanan diselingi tausiyah oleh pembimbing. Dan boleh kok istirahat, kamipun menyempatkan untuk tidur sejenak selama menempuh perjalanan, karena lumayan bisa tidur beberapa jam sebelum melaksanakan Thawaf dan Sa'i sesampainya di Makkah nanti. Karena bulan Ramadhan, maka kami benar-benar saving energy untuk melaksanakan serangkain rukun umroh (inti ibadah umroh).


Rukun Umroh
  • Thawaf
Rombongan kami tiba di Kota Makkah sekitar pukul 16.00 WAS. Kami check in di hotel terlebih dahulu untuk meletakkan koper. Lalu bersama rombongan menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf dan rangkaian rukun umroh lainnya (Sa'i dan Tahallul). Karena kita sudah berniat umroh, maka banyak larangan yang bisa membatalkan rukun umroh yang nanti dibayar dengan Dam jika melanggarnya. Sehingga kami tidak berlama-lama di hotel, karena diharapkan selesai Thawaf, Sa'i dan Tahallul bisa sebelum Maghrib atau sebelum buka puasa.

Oya, apa itu Thawaf? Thawaf adalah mengelilingi Kabah sebanyak 7 kali, dimulai dari titik Hajar Aswad.

Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran Thawaf.

Setelah Thawaf, lalu menuju ke Maqam Ibrahim untuk melaksanakan sholat sunah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim itu bukan makam/ kuburan Nabi Ibrahim ya. Maqam Ibrahim awalnya adalah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim AS untuk berdiri ketika kembali membangun Kabah. Di batu itu tampak jelas bekas pijakan kaki yang dipercaya sebagai jejak kaki Nabi Ibrahim AS.

Selesai thawaf dan sholat sunah di belakang Maqam Ibrahim

  • Sa'i
Sa'i adalah berjalan atau berlari-lari kecil dari Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Selesai Thawaf, kami menuju Bukit Shafa untuk melaksanakan Sa'i. Jarak antara bukit Shafa dan Marwah adalah sekitar 405 meter. Jadi dikalikan dengan 7 kurang lebih 2.835 meter. Melakukan Sa'i boleh dalam keadaan tidak suci, tidak seperti hal nya Thawaf yang harus dalam keadaan suci.  Jadi yang sedang haid atau nifas boleh ikut Sa'i.

Pict : google.com

Prosesnya, menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Kabah hingga melihatnya jika  itu memungkinkan. Kemudian turun ke bukit Marwah. Untuk jamaah laki-laki disunahkan berlari-lari kecil sepanjang tanda lampau hijau. Lakukanlah hal yang sama antara Shafa dan Marwah sampai 7 kali.

  • Tahallul
Tahallul secara harfiah artinya dihalalkan, dalam haji dan umrah maksudnya adalah diperbolehkannya jamaah haji dari larangan/ pantangan ihram. Tahallul disimbolkan dengan mencukur minimal 3 helai rambut.

Setelah Sa’i, maka bertahallul. Untuk jamaah laki-laki biasanya dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, karena yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Sedangkan untuk wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari atau minimal 3 helai rambut.

Mencukur gundulnya tidak di dalam Masjidil Haram ya, melainkan di Barber Shop dekat hotel. hehe

Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umroh dan kita telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.


Setelah selesai semua rukun umroh, kami melaksanakan sholat Maghrib di Masjidil Haram. Dan botol spray yang pernah saya singgung di postingan packing perlengkapan memang sangat berguna untuk wudhu. Karena pada saat itu saya sudah batal dan tempat wudhu di dalam Masjidil Haram cukup jauh, dikhawatirkan ketinggalan sholat Maghrib berjamaah. Jadi bisa berwudhu menggunakan air zam-zam yang ada di dalam botol spray.

Dan ini adalah kali pertama kami berbuka puasa di Masjidil Haram, Alhamdulillah. Meskipun hanya dengan kurma dan air zam-zam, tapi rasanya nikmaaaat luar biasa.


Kamis - Jumat, 16 - 17 Juni 2016

Masjidil Haram 

Hari itu kami tak punya banyak agenda, bahkan untuk hari besokpun kami belum ada agenda apa-apa. Jadi kami memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Terlebih karena Ramadhan, maka masjid pun penuh sesak.

Jika di Masjid Nabawi kemarin, saya masih berani berangkat sendiri dari hotel ke Masjid, untuk kali ini, jujur saya gak berani. Takut kececer.. Eeeh blanjaan kali kececer.

Jadi setiap mau ke Masjid, saya dan suami janjian di lobi hotel.  Karena kita memang gak sekamar, lobi hotelpun dijadikan tempat bertemunya dua sejoli ini.

Setiap hari sehari lima kali, ke Masjid pun kami selalu gandengan tangan. Bukan mau sok-sokan romantis, tapi khawatir saya kececer.. maklum imut-imut.. jadi suami pasti nggandeng tangan saya. Rasanya seneng banget, Masya Allah.. belum pernah merasa setentram ini...

Setelah sholat Subuh, pagi hari cuaca masih adem. Kalau siang bisa sampai 43-47 derce. Jadi saya dan suami melaksanakan thawaf sunah. Thawaf sunah itu sama hal nya dengan Thawaf wajib, yang membedakan kita gak perlu pakai kain ihram lagi (untuk laki-laki) sedangkan untuk perempuan sama saja, yang penting menutup aurat.

Suasana thawaf, seperti lautan manusia


Selesai thawaf sunah di pagi hari



Sholat di Hijr Ismail.. Mengusap Rukun Yamani... Mencium Hajar Aswad.. Berdoa di Multazam.. adalah keinginan semua jamaah disana. Semuanya butuh perjuangan, berdesak-desakan, bahkan saya dan suami pada saat sholat di Hijr Ismail harus bergantian saling menjaga. Tapi itu tidak membuat kami merasa lelah dan putus asa, rasa rindu dan kebahagiaan yang membuncah ruah banjir bersama tangisan air mata dan doa.

Malam harinya kami sholat tarawih di Masjidil Haram, meskipun lamanya hampir 3 jam, dengan 23 Rakaat dan bacaan surat Al-Qur'an yang panjang sekali.... bacaan Qunut yang membuat jamaah berurai air mata.... juga rasa kantuk yang luar biasa, hehe.. Tapi indahnya sholat di Masjidil Haram akan terus membekas indah dan bikin ketagihan pengen kesana lagi.

Suasana setelah sholat Subuh

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, bahwa untuk bisa sholat di dalam Masjid sebisa mungkin datang 1-2 jam sebelum adzan. Saya juga pernah sholat di pelataran masjid, bahkan di atas aspal jalan menuju ke Masjid karena datang terlambat. 

Saya dan suami tidak banyak menghabiskan waktu untuk jalan-jalan. Ada mall juga di Zam-Zam Tower dan Bin Dawud, tapi gak pengen beli apa-apa disana. Hari pertama di Masjidil Haram, saya dan suami sempat terpisah dengan rombongan, dan awalnya agak kesulitan mencari pintu keluar, tapi ada maknanya juga sih.. karena kami jadi bisa blusukan di Masjidil Haram yang luasnya.. MasyaAllah.

Di Pelataran Masjidil Haram


Sabtu, 18 Juni 2016
Hari itu kami ada city tour mengunjungi tempat-tempat bersejarah Islam di Kota Makkah. Rencana awal adalah kemarin hari Jumat, tapi mengingat hari Jumat adalah hari libur di kota Makkah, maka bisa dipastikan akan macet. Dan memang benar, jamaah yang mengunjungi Baitullah luar bisa membludak berkali-kali lipat dari hari biasa.

Tempat-tempat yang kami kunjungi adalah..

Jabal Tsur
Jabal Tsur atau Gua Tsur. Tempat dimana Rasulullah SAW diselamatkan dari orang Quraisy yang mengejarnya. Dalam buku Ensiklopedi Haji dan Umrah tercatat pada 622 Masehi, ketika itu Rasulullah dan para sahabatnya akan melakukan hijrah dari Kota Makkah menuju ke lokasi baru yang nantinya bernama Madinah. Hijrah ini dilakukan karena Rasululah mendapatkan banyak ancaman dari kaum kafir. Masa itu merupakan waktu yang kelam bagi umat Islam. Masa yang sangat sulit untuk menegakkan agama Allah.

Untuk cerita selengkapnya tentang Jabal Tsur bisa dibaca di sini..




Jabal Rahmah
Jabal Rahmah berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf.

Rahmah memiliki arti kasih sayang. Nama tersebut diambil dari suatu kisah yang diyakini umat Muslim, yaitu pertemuan antara Adam dan Hawa. Jadi, ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi olah Allah, mereka diturunkan secara terpisah.

Hingga akhirnya, kedua manusia pertama di muka bumi tersebut bertemu di Jabal Rahmah. Untuk mengenangnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut.

Saya dan suami sempat naik ke atas bukit Jabal Rahmah, bagi yang gak pernah naik gunung.. eh terakhir naik gunung kapan yaaaa? jadi pengen naik gunung lagi kan. Bagi yang gak pernah naik gunung, mungkin agak ngos-ngosan.. eh tapi saya malah lebih susah turunnya ketimbang naiknya, untung digandeng suami.

Untuk cerita selengkapnya tentang Jabal Rahmah bisa dibaca di sini yaaa






Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina)
Rombongan kami hanya dilewatkan saja ke Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina. Dijelaskan oleh pembimbing kami tempat-tempat untuk serangkaian rukun Haji. Seperti wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan melempar jumrah di Mina. Jadi biar ada bayangan kalau besok menunaikan ibadah Haji. Mohon doanya... semoga bisa menunaikan Rukun Islam yang ke Lima. Aamiin.


Minggu, 19 Juni 2016
Check Out hotel,  ke Masjid Apung di Laut Merah di Jeddah untuk Sholat Dzuhur dan Ashar. Lalu menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan siap pulang ke Indonesia.

foto sama ibu2 sekamar, setelah check out hotel
Foto sama ibu-ibu sekamar setelah check out

Sebenarnya ceritanya masih banyak, tapi mungkin gak bakal selesai kalau ditulis semua. Semoga teman-teman diberikan kesempatan dan kemudahan untuk menjadi tamu Allah di Baitullah. Aamiin ya Rabbal'alamiin.



Bumi yang selalu mendatangkan kerinduan untuk kembali..
Sumber ketentraman hati dan rasa aman, dari segala macam rasa takut dan kekhawatiran..
Di sini, di tempat terindah.. Dalam pelukan Masjidil Haram, dalam hamparan bumi Makkah, dalam naungan Kemegahan Kabah, dan dalam segala Rahmat Mu... Aku ingin selalu kembali dan merindukan bumi Mu yang indah ini.. Makkah Al Mukarammah.


***
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------