#Umroh Ramadhan 5 : Cerita Indah di Kota Madinah

Pict from google


Minggu, 12 Juni 2016

Hari keberangkatan, antara seneng dan seneng banget. Sampai tiba waktunya dadah-dadah sama dua anak unyu ketika saya dan suami memasuki pintu check in di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Kedua anak ini nampak tabah sekali melepas kepergian dua orang kesayangannya untuk beribadah Umroh.

^______^

Penerbangan pagi jam 07:30 WIB, kami hanya menunggu sebentar di ruang tunggu lalu rombongan kami dipanggil untuk menaiki pesawat menuju ke Jakarta. 

Bye.. jogjaku untuk sepekan kedepan, ya Allah titip anak-anak semoga mereka sehat dan selalu dalam lindunganMu. Aaamin.


Penerbangan Jakarta - Madinah
Pesawat Saudi Arabian Airlines yang membawa rombongan kami menuju Madinah take off dari Jakarta jam 13.00 WIB. Lama perjalanan kurang lebih 9 jam. Kami tiba di Madinah sekitar jam 18.00 WAS yang selisih 4 jam lebih lambat dari WIB.

 
Tiba di Bandara

Prince Muhammad Bin Abdul Aziz International Airport : jam 6 sore tapi masih terang benderang

Setelah proses pengecekan paspor di imigrasi kedatangan dan pengambilan bagasi, kami sekalian membatalkan puasa dan sholat Maghrib di Bandara Madinah sekitar jam 19.10 WAS. Setelah itu kami dijemput oleh bus yang sudah disediakan oleh biro travel menuju Hotel Sanabel di Kota Madinah.


Pengecekan Paspor

Sampai hotel, kami baru berbuka puasa dengan nasi, dan nasinya gede-gede banget. Hehe. Lepas buka puasa kami masih bisa menyusul ke Masjid Nabawi untuk sholat Isya dan Tarawih. Karena kami datang terlambat, maka kami dapat di pelataran masjid. 

Jarak antara hotel dengan Masjid Nabawi sangat dekat, kurang lebih 50-100 Meter. Namun jika kita datang terlambat ke masjid sudah dipastikan gak bisa sholat di dalam masjid, hanya bisa di pelatarannya.

Setelah sholat tarawih


Masjid Nabawi
Ketika langkah kaki mendekati Masjid Nabawi, hati terasa bergetar. Rasa lelah menempuh perjalanan Jogja - Madinah lenyap sudah. Disana saya hanya bisa merasakan kekaguman dan kebahagiaan yang luar biasa atas kebesaran Allah SWT. Alhamdulillah ya Allah, akhirnya saya bisa mengunjungi dan bersujud kepadaMu di Masjid Nabawi yang Engkau muliakan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)

Selepas sholat tarawih 23 rakaat, sekitar jam 23.30 WAS kami kembali ke hotel untuk istriahat sebentar dan persiapan sahur jam 02.30 WAS nanti. Untuk jadwal Sholat Subuh adalah jam 04.00 WAS hampir sama ya seperti di Indonesia, tapi bedanya buka puasanya di Madinah jam 19.17, jadi puasanya memang lebih panjang.

Setelah sholat subuh di Masjid Nabawi
Setelah sholat subuh di Masjid Nabawi
Pintu 25 khusus untuk jamaah wanita, jalan lurus saja sudah sampai hotel

Jalan menuju hotel

Sanabel Hotel, tempat menginap selama di Madinah

Senin, 13 Juni 2016

Raudhoh
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Di antara rumahku dan mimbarku terdapat Roudhoh (taman) di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari no. 1196 dan Muslim no. 1390).[1]

Roudhoh adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar dan  rumah rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian hadits memang menyebutkan keutamaan shalat di Roudhoh sehingga sebagian ulama menganjurkan untuk melakukan shalat wajib atau pun shalat sunnah di Roudhoh. Begitu pula mereka menganjurkan untuk i’tikaf dan membaca al Qur’an di tempat tersebut karena di tempat tersebut digandakan pahala.

Setelah Sholat Subuh dan Sholat Duha, kami kembali ke Hotel untuk mandi dan persiapan ke Raudhoh. Dipandu Mbak Nur, seorang Indonesia yang lama tinggal di Madinah, rombongan wanita dan laki-laki memang terpisah.

Raudhoh ini kesehariannya memang menjadi tempat sholat jamaah pria, sehingga kunjungan ke tempat ini bagi wanita sangat terbatas, sehari 2x. Maka tidak heran jika selalu penuh sesak dengan jamaah dari seluruh dunia.

Tepat di pintu masuk, antri masuk ke Raudhoh



selesai dari Raudhoh




Kalau ketahuan sama askar nya memang gak dibolehin ambil foto di sini, makanya saya gak dapat gambar banyak karena pernah ketahuan sekali. Hihi


Selasa, 14 Juni 2016 

Masjid Quba
Hari ketiga di Kota Madinah kami dan rombongan melakukan city tour mengunjungi berbagai tempat penting dalam sejarah Islam. Yang pertama kami kunjungi adalah Masjid Quba. 

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Terletak sekitar 5 km dari pusat kota Madinah.
"Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah ( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 14)"
Begitu sampai di Masjid Quba, kami melaksanakan sholat Duha dua rakaat (dari hotel sudah wudhu ya biar sampai sana bisa langsung sholat)

*untuk foto-fotonya menyusul yaaaa masih di hp suami :)

Oya, disini saya dan teman-teman beli kurma segar yang masih ada ranting dan berwarna muda. Segeeeer banget! Sayang karena lagi puasa jadi gak bisa nyicipin langsung. Harganya pun cukup murah, 2 kg hanya SR 15. Tapi memang harus terus disimpan dalam kulkas/ freezer, biar gak gampang lembek. Sampai hotel masukkin ke kulkas, dan beruntunglah bawa cooler box, karena kurmanya bisa di slesepin diantara asip.


Kebun Kurma
Gak banyak pohon kurmanya, dan disini memang banyak dijual aneka kurma, coklat dan oleh-oleh lainnya. Sayangnya harga cenderung lebih mahal dibanding pertokoan di emperan Masjid Nabawi. Disini saya hanya beli kurma Ajwa (kurma nabi), 2 dus SR 50. Kurmanya enaaaaak banget, kering dan gak terlalu manis.

Foto di kebun kurma


Jabal Uhud
Setelah mengunjungi kebun kurma, dilanjutkan mengunjungi Jabal Uhud. Jabal Uhud adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah penduduk Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang artinya 'bukit menyendiri'.
"Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, 'Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga'," demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.

Bukit Uhud atau Jabal Uhud adalah sebuah bukit berjarak 5 kilometer dari utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter, selalu dikenang oleh umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid. 

Untuk cerita lengkapnya dapat dibaca di sini.. 

Sayangnya rombongan kami hanya lewat di sekitaran Jabal Uhud saja, hiks. Sangat disayangkan, karena sedang puasa jadi beberapa rombongan (ibu-ibu sepuh yang sudah pernah kesana terutama) memilih untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Insya Allah Umroh berikutnya bisa turun dan foto-foto (EEEEEH LAH KOK FOTO-FOTO hihi) bisa menjejakkan kaki langsung di Jabal Uhud.


Masjid Khandaq
Masjid dan benteng Khandaq adalah salah satu peninggalan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Khandaq berarti parit. Dalam sejarah Islam, Khandaq adalah peristiwa penggalian parit untuk benteng pertahanan melawan kaum kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya yang mengepung Madinah.

Untuk menuju ke bekas benteng Khandaq yang berada di Jalan Abu Bakar Shiddiq sangatlah mudah. Dari Masjid Nabawi hanya berjarak sekitar 2,5 km. 

Dinamakan perang Khandaq karena umat Islam menjadikan parit untuk benteng pertahanan. Parit yang dalam itu ternyata mampu menahan serangan kaum Quraisy yang jumlahnya lebih banyak dibanding umat muslim waktu itu.

Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Karena permintaan suami saya yang ngefans berat sama tokoh SALMAN AL-FARISI yaitu sahabat Rasulullah SAW, akhirnya rombongan mampir sebentar di sekitaran Masjid Khandaq. Walaupun cuma berfoto saja hehe.. Tapi rasa penasaran suami sudah terbayar, karena sudah meyaksikan langsung tempat bersejarah perang khandaq.

Masjid Khandaq

Masjid Khandaq

City Tour Kota Madinah hari ketiga selesai sudah. Kami kembali ke hotel untuk istirahat dan menanti sholat Dzuhur. Sebenarnya ada agenda ke Museum Pembuatan Al Qur'an di Madinah, namun sebagian rombongan merasa kelelahan (karena puasa ya? hehe) jadi waktunya dimanfaatkan untuk istirahat di hotel saja.

Di sekitar hotel banyak sekali toko oleh-oleh, biasanya kita belanja setelah pulang dari Masjid. Memang lebih baik belanja di Madinah, karena kalau di Makkah harganya lebih mahal. Nah, kira-kira apa saja yang perlu di beli? Karena kalau ngikutin naluri ibu-ibu pasti semuanya pengen dibeli. Inget koper sist, inget koper.. !

Jalan menuju Masjid, banyak pertokoan di pinggir jalan
Yang habis belanja difotoin suami...

Ini list barang yang bisa dibeli secukupnya dan seperlunya di Madinah :
  • Kurma Ajwa/ Kurma Nabi (saya beli 2 pack)
  • Kacang, coklat dan kismis bisa beli di Indonesia di toko oleh-oleh dan perlengkapan haji, karena kalau dibandingkan harganya kurang lebih sama. Biar gak nambahin bagasi aja sih. Kemarin saya beli coklat 2 kg di Madinah, lumayan murah harganya SR 20 / kg
  • Parfum, parfum laki-laki dan perempuan lebih baik beli, karena khas banget. Sebenarnya juga bisa beli di Indonesia, tapi karena cukup ringan ya gak apa-apa kalau beli disana
  • Baju. Saya beli baju untuk anak, jangan lupa ditawar ya, dan mereka mau kok dibayar pakai rupiah (lima puluh ribuan saja) dan bahasanya pun pakai bahasa Indonesia saja, mungkin karena saking banyaknya jamaah Indonesia, jadi pedagangnya pinter-pinter ngomong Indonesia
  • Gelang Arab, jika dibandingin sama harga di Indonesia lebih murah disana
  • Tasbih untuk oleh-oleh, gak apa-apa beli disana karena ringan bawanya. Harganya juga lebih murah disana (tergantung model dan nawarnya)
  • Gantungan kunci untuk oleh-oleh (tapi saya beli di hotel Makkah karena saya tawar SR 10/ 4 biji, sementara di Madinah @ SR 5)
  • Al- Quran, untuk waqaf di Masjid. Sampaikan kalau untuk waqaf, nanti akan dipilihkan yang sama dengan yang di Masjid sekalian di stempel
  • Peci, suami dapat murah hanya SR 2
  • Gamis dewasa, saya gak beli karena lumayan mahal dan memang gak pengen meskipun bagus-bagus. *terngiang-ngiang pesan suami, ingat bagasi ingat bagasi. LOL* Tapi sepertinya di Indonesia juga banyak, karena mereka pun kebanyakan impor dari China. Kecuali kalau ada bazar dadakan, yang pedagangnya buka lapak di pinggir jalan, kemarin dapat gamis harganya SR 10. Lumayan murah karena bagus sih barangnya, buat oleh-oleh pas banget
  • Hena/ Kutek Merk Rani, kemarin saya coba tawar SR 15 / 12 pcs gak boleh. Mentok SR 17 / 12 pcs. Kalau di Indonesia harganya Rp 6.000 x 12 pcs = Rp 72.000. Jadi selisihnya sedikit, beli saja disana kalau bisa dapat SR 17
  • Boneka Unta, Dompet Pakistan, Kalung Imitasi juga lumayan murah jika dibandingkan beli di Indonesia. Beli aja karena gak memakan tempat di koper.
Sepertinya itu saja kemarin oleh-olehnya, gak banyak. Karena yang dipengenin banget hanya Kurma Ajwa dan Parfum. Untuk air zam-zam sudah disediakan oleh biro travel masing-masing jamaah mendapat 5 Liter. Ditambah botol-botol yang kita bawa sendiri yang diisi air Zam-Zam setiap ke masjid. Itulah kenapa suami selalu berpesan untuk gak belanja yang sekiranya di Indonesia ada, karena bagasi akan full dengan Air Zam-Zam yang di Indonesia gak ada, eh ada tapi gak gratis.

Jadi berapa kira-kira uang saku yang harus dibawa? Jawabannya tergantung kebutuhan. Saya dan suami cukup membawa sekitar SR 1.000 atau kalau dirupiahkan empat jutaan dan alhamdulillah masih sisa cukup banyak. Dan uangnya gak kami tukar lagi dengan rupiah, siapa tau tahun depan bisa kesana lagi jadi gak perlu nuker duit lagi kan. Aamiin semoga tahun depan bisa kesana lagi.

Menanti Buka Puasa di Masjid Nabawi
Hal yang sangat istimewa ketika Umrah di bulan Ramadhan adalah bisa berbuka puasa di Masjid Nabawi. Dan yang khas banget adalah ketika pembagian takjil kita duduk berjejer dengan jamaah lain dari segala penjuru dunia, duduk diatas karpet plastik yang di gelar sampai panjaaaaang banget.

Pembagian takjil

Dapat buah peach :)

Khas banget nih, nasi biryani, roti, kopi Arab. Tapi saya gak doyan kopinya, paittt dan rasa rempah-rempah banget.

 
Menara Jam 
Menara Jam terletak di dekat pintu masuk masjid untuk jamaah laki-laki. Siang itu saya dan suami jalan-jalan di sekitar menara jam. Karena viewnya bagus, kamipun foto-foto berdua. Ihiiiiirrr.







Alhamdulillah..
Kota Madinah yang begitu mengagumkan, semoga cerita singkat dan foto-foto yang seadanya ini mampu menggambarkan keindahan Kota Madinah. Semoga teman-teman semua yang belum terlaksana ke Tanah Suci, dapat disegerakan ya. Aamiin. Insya Allah setelah sampai di Indonesia kita bakal KANGEN BANGET dan PENGEN BANGET KESANA LAGI.

Insya Allah, akan saya posting cerita selanjutnya di Kota Makkah. Selamat libur lebaran, yang mau mudik hati-hati di jalan semoga selamat sampai tujuan. Aamiin.


*Postingan ini akan diupdate lagi menunggu foto-foto yang di hp suami :)


Baca juga postingan lainnya :

#Umroh Ramadhan 1 : Menentukan Waktu, Biaya, dan Biro Perjalanan
#Umroh Ramadhan 2 : Pembuatan Paspor dan Vaksin Meningitis
#Umroh Ramadhan 3 : Tips Packing Perlengkapan
#Umroh Ramadhan 4 : Manajemen Pumping Ketika Umroh
#Umroh Ramadhan 5 : Cerita Indah di Kota Madinah

#Umroh Ramadhan 6 : Makkah, Bumi Allah Yang Paling Indah



8 comments on "#Umroh Ramadhan 5 : Cerita Indah di Kota Madinah"
  1. Indahnya. Kebetulan saya pernah dapat 1 Ramadhan di Madinah..ah..jadi kangen deh :(

    ReplyDelete
  2. Subhanallah, saya juga cita2 suatu saat semoga bisa terkabul, pengen ke sana juga. Amin. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin semoga disegerakan ya mba :)

      Delete
  3. Bahagia sekali bisa ke sana, moga2 bisa nyusul :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga bisa segera kesana yaa mba :)))

      Delete
  4. Baca postingan ini jadi kangen suasana ramadhan disana mba :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita bisa menikmati ramadhan disana lagi. Aamiin

      Delete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------