Habiskan Saja Gajimu!

Saya dan suami ini memang aslinya orang teknik. Gak ada yang punya basic ilmu manajemen atau financial maupun sejenisnya. Jadi mungkin kami sama-sama punya kekurangan tentang manajemen keuangan atau financial planning begitu kira-kira. 

Kami gak punya asuransi babar blas, eh dulu pernah punya asuransi pendidikan atas nama si kakak, tapi tahun lalu sudah kami closed. Saya juga sudah nutup reksadana yang pernah saya jalani. Karena xxxxx sudah ya kalo ngomongin soal agama mungkin lebih baik silahkan cari referensi atau bertanya sama yang lebih pinter..

Lalu, Tabungan? Ya ada lah, dikit. Gak usah dibahas disini kalik. Rahasia. Hehe *dikit disini artinya cuma gaji yang numpang lewat tok* 


Jadi pengen cerita.. inget banget jaman dulu kita mau nikah. Semua biaya pernikahan yang sebenarnya bisa buat DP beli rumah, semuanya dari tabungan kita. Karena prinsipnya gak mau banget ngrepotin orangtua, jadi dari urusan A sampe Z dari lamaran sampai resepsi pake duit sendiri. 

Bukan gaya-gayaan... tapi memang kami mampunya hanya itu, toh acaranya juga biasa saja.

Setelah menikah..

Uang kami habis, saat itu yang tersisa hanya cukup untuk bayar kontrakan, beli kulkas, kompor gas dan buat makan tahu tempe sambel sama kerupuk tiap hari wkwkkww. *kemudian pengen pelukkan kenceng sama suami inget jaman itu*

Tabungan kami nyaris minus, tinggal nunggu gajian biar bisa makan enak lagi.

Mungkin finansial planning kita emang jelek banget ya, tapi toh kami tetap bahagia biarpun kere.

Kemudian, seiring berjalannya waktu.. ngumpulin duit sedikit demi sedikit, akhirnya bisa kebeli rumah di Makassar karena pada saat itu suami dapat SK mutasi ke sana. Meskipun gak lunas sekaligus, untungnya temennya baik, dikasih tenggang waktu dua tahun tanpa ada bunga.

Dua tahun kemudian...

Duit kami habis lagi karena buat ngelunasin rumah Makassar. Kere lagi kitaaa...

Dan disaat yang bersamaan, kontrakan di Jogja juga mau habis. Mikir kan, mau lanjut ngontrak atau beli rumah? Eh kita ngontrak sudah 3 tahun lho.. tapi belum punya rumah juga di Jogja. Ya kenapa lagi kalau bukan soal duit. Belum cukup buat beli tanah sepetak karena masih mikir ulang berkali-kali dan bolak-balik ngitung-itung mana cukup uang segini?

Sekali lagi, kami bukan datang dari keluarga kaya raya. Kami berdua dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Jadi kami sama sekali gak mengandalkan donasi atau warisan keluarga. Kami menyadari itu adalah hal yang mustahil dan kalaupun iya kami milih untuk menolak karena lebih baik kita bekerja keras berdua demi keluarga kita sendiri. Berani berumah tangga artinya berani bekerja keras. Ya kan?

Kontrakan habis, kepikiran beli rumah di jogja, tapi buat bayar DP aja suseeeeh.

Tapi kalau sudah ada tekad buat beli rumah, kemudian didasari niat baik biar anak-anak nyaman tinggal di rumahnya sendiri, kalau ada orangtua/ saudara juga nyaman, leluasa dan gak sumpek. Sekali lagi harus ada tekad gak akan kecentilan beli ini itu dulu, demi bisa punya rumah sendiri.

Alhamdulillah Maret 2013 kami bisa bayar DP rumah meskipun hutang sama saudara. Emang euy kelas menengah ngehe! Hutang buat bayar hutang. Hahahaa

Cerita selengkapnya tentang perjalanan beli rumah bisa dibaca : di sini 

Singkat cerita, duit kami habis lagi setelah ngelunasih hutang KPR yang sudah jalan kurang lebih 2, 5 tahun. Duh kere lagiii

Liat teman-teman yang pada asyik bisa liburan kemana-mana, bisa gonta-ganti kendaraan sesuka dia, bisa makan enak di resto terkenal atau nginep di hotel yang lagi ngehits, bisa banget. Kita mah apah, bisanya gigit jari karena mending buat makan besok lagi sama bayar listrik dan bayar spp sekolah. Gak sampai hati mau bersenang-senang sementara masih punya hutang. Malu nyombongin rumah tapi rumah masih kreditan.

Sudahlah, habiskan saja gajimu... Yang penting hati nyess, adem dan tentrem setelah urusan KPR kelaaar.

Tergiur nyicil mobil? Enggak...

Padahal anak sudah dua, ketambahan ada si embak juga kalo pergi-pergi naik taxi atau tetep motoran. Nelangsa sih kalau pas musim hujan, tapi gimana lagi...

Pengen punya mobil? Yaiyalaaaah. Nabung!

Hikss, sampai kapan? Ya terserah Allah mau kasihnya kapan.

Sekarang duit udah cukup buat beli mobil, tapi kita pengen umroh. Pengen bangeeeetttt!!!

Saat itu juga langsung cari biro perjalanan yang ada jadwal umroh dalam waktu dekat. Mumpung duit belum berubah jadi sesuatu yang entahlah..

InsyaAllah besok tanggal 12 Juni 2016 kami berangkat ke SA untuk menjalankan serangkaian ibadah umroh. Doakan ya semoga semuanya lancar, sehat, selamat dan umroh yang mabrur. Aamiin.

Kami kere lagi..... Tapi hati nyess, tentrem, ada rasa ikhlas yang gak pernah kami rasakan sebelumnya. Dan mohon doanya, setelah ini kami berniat untuk mendaftar Haji dari sisa uang yang ada ditambah nunggu gajian lagi, dan bersiap makan tahu tempe kerupuk sama kecap lagi ya. Wkwkwkkk. Doain yaa..

Kami pegawai dengan grade biasa-biasa saja... Gak ada yang bisa disombongin....

Kami sedang belajar hidup tak terikat dengan duniawi... Karena sangat berat rasanya kalau mentok mikirin harta dan harta. Kami sadar kami bukan turunan raja atau konglomerat yang hartanya gak habis buat tujuh turunan, jadi kami ingin hidup sederhana, semampunya, tak perlu ingin menjadi si A si B atau si X, Y, Z.

Kami sudah menjadi orangtua untuk anak-anak kami, dan kamipun akan tetap menjadi anak-anak bagi orangtua kami. Kami ingin memuliakan mereka, meskipun kami kere, tapi selalu ada doa dan ikhtiar di setiap nafas kami.

Habiskan saja gajimu, untuk hidupmu yang lebih baik, untuk tabungan di akhirat kelak. InsyaAllah, Allah yang akan cukupkan. Aamiin.


Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------