Resep Cake Tape

Terinsipirasi dari Mbak Fikroh Meli Addiani yang posting Cake Tape di Facebook tempo hari...

Kemudian baca resepnya, dan mencoba membaca ulang resep asli dari www.justtryandtaste.com

Ini hasil eksekusi saya kemarin pagi yang nekat banget bikin roti habis sholat subuh dan WEEK DAY. Nekat karena ini roti agak ribet menurut saya, dengan waktu yang mepet banget. Tapi alhamdulillah lumayan sukses dan dapat nilai berapa ya kira-kira?



Ini resep aslinya, namun ada yang saya rubah sedikit.


Bahan 1 :
- 350 gr tepung protein sedang (saya pakai merk segitiga biru)
- 2 sdt baking powder double acting (saya pakai yang biasa)
- 50 gr susu bubuk full cream merk apapun (saya pakai dancow 1 sachet)
- 1/4 sdt garam

Bahan 2 :
- 340 gr mentega --> boleh di mix dengan margarin dengan perbandingan 1 : 1 (saya pakai full margarin merk FILMA, kalau ada mentega lebih baik pakai mentega ya.. Karena beda margarin vs mentega)
- 2 sdt vanilli ekstrak atau 1/4 sdt vanilli essens atau bubuk 
- 250 gr tape singkong + 3 sdm susu kental manis (saya pakai SKM merk bendera 1 sachet)
- 300 gr gula pasir
- 6 butir telur suhu loyang (dicuci bersih dulu ya kulitnya)
- 100 gr keju cheddar (ini sebenarnya optional, tapi saya pakai karena ada stock di kulkas)

Cara Membuat :
- Saya memakai loyang bulat dan bolong di tengah. Tapi kok motongnya jadi susah, jadi next percobaan menggunakan loyang persegi atau loyang brownis

- Olesi loyang dengan margarin/ mentega, lalu taburi dengan tepung. Balik, dan tepuk-tepuk bagian belakang loyang. Sisihkan

- Siapkan mangkok, hancurkan tape singkong dan buang serat-seratnya sampai lumat, tambahkan susu kental manis




- Siapkan mangkok lain, campurkan bahan 1, aduk rata, sisihkan

- Siapkan mangkok mikser, masukkan mentega/ margarin, vanili ekstrak, kocok menggunakan mikser dengan kecepatan sedang hingga warnanya pucat



- Tambahkan tape, mikser hingga tercampur rata



- Masukkan gula pasir, kocok dengan kecepatan sedang hingga tercampur rata



- Masukkan sebutir telur, mikser dengan kecepatan sedang hingga tercampur dengan baik dan adonan menjadi pekat (tidak ada cairan/ basah), tambahkan telur berikutnya dan kocok kembali. Lakukan hingga semua telur habis




NOTE : mengocok telur dengan adonan mentega merupakan bagian yang paling krusial, untuk mencegah mentega pecah karena terlalu banyak cairan maka masukkan telur satu persatu dan pastikan telur dikocok dengan baik sebelum menambahkan telur berikutnya.

- Jika adonan sudah tercampur baik dan pekat...

*nyalakan oven, set disuhu 170'C, gunakan api atas dan bawah jika menggunakan oven listrik. Jika oven gas dan dirasa jarak oven dengan api terlalu pendek, bisa dialasi rak pemanggang di bagian paling bawah (bisa dengan loyang tipis untuk kue kering). Tujuannya agar dasar cake tidak mudah gosong dan membuat panas oven lebih stabil.

Saya memakai oven listrik merk kirin, gak perlu dialasi loyang di bawahnya, cukup diputer posisi loyangnya beberapa kali karena memang panasnya kurang merata. Maklum oven murceeee. Setting 50 menit (5 menit pemanasan, 45 menit matengin). Atau disesuaikan dengan oven masing-masing.

- Nah... Jika adonan sudah tercampur baik dan pekat... sambil menunggu oven panas, masukkan Bahan 1 dengan cara diayak langsung diatas adonan. Masukkan juga keju parut secara berselang-seling, bergantian dalam 3 tahapan



- Aduk perlahan dengan teknik aduk balik pakai spatula (gak usah di mikser) sampai tercampur baik saja. Jangan berlebihan mengaduk, hentikan jika adonan sudah tercampur dengan baik. Over mixing ketika tepung telah dimasukkan akan membuat cake menjadi bantat



- Adonan yang terbentuk adalah pekat dan kental. Tuangkan adonan ke loyang. Ratakan dengan spatula hingga smooth

- Saya kasih toping kismis (variasi sendiri)

- Panggang 45 menit, tusuk ke tengah cake dengan lidi, jika tidak ada adonan yang menempel maka cake sudah matang

- Keluarkan cake dari oven, diamkan selama 10 menit di loyang agar uap panasnya hilang, balikkan cake di permukaan rak kawat. Diamkan hingga benar-benar dingin. Cake harus dalam kondisi dingin ketika dipotong agar tidak beremah.




Selamat mencoba !

Jadi nilainya berapa? Hmmm... 88 aja deh ya, *masak sendiri, dinilai sendiri, sungguh absurd hahahaa*.

Kalau rasanya sudah passsss banget, cuma teksturnya kurang sempurna kalau menurut saya. Setelah introspeksi, memang ada beberapa step yang gak saya ikuti dengan cermat, misal lupa nyetel api atas bawah, pakai api atas tok, ya gak mateng dong bawahnya. Haha.

Akhirnya saya bake ulang buat matengin bawahnya.. Mungkin sih, mungkin loh ya itu yang bikin teksturnya kurang sempurna. Tapi rasanya enakkkk dan passssss banget.. Tks JTT!

Kalo kata si mbak sih enak (yaiyala kalo bilang gak enak gak gajian loh mba, wakakaka bcanda ding bcanda). Ini testimoni dari tetangga yang selalu kecipratan tester abal-abal roti -rotiku yang suka gagal. LOL



NB : maap ya itu foto-fotonya ngeblur semua, maklum efek habis subuh kan masih gelap, motreknya juga pake tangan kiri, tangan kanan megang adonan...




Salam,
MOM OF 2
IG | @irvianaayu

4 comments on "Resep Cake Tape"
  1. gw suka banget deh tape, udah berapa tahun nih gak makan.

    jadi bikin kangen rumah kalo inget kudapan tape, nyokap juga suka buat.

    nice share tips ngocok mentega nya , hihihii


    buleipotan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tape sekarang justru susah dapet di pasar tradisional ya, padahal jaman kecil dulu oleh2 ibu dari pasar adalah tape. Skrg sudah jarang yg jual. Nemu di supermarket nih.

      Semoga segera terobati kangennya yaa :)

      Delete
  2. Saya juga suka tape hihi.... tapi sukanya buat bikin es doger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tape emang makanan tradisional yang cocok dibikin apa aja ;)

      Delete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------