#2 Kecelakaan, Alhamdulillah Saya Masih Hidup


Baca juga cerita sebelumnya :
#1 Kecelakaan, Alhamdulilah Saya Masih Hidup

....... Berangkat kerja naik motor sendirian, seperti biasa. Sementara pak suami dapat flight sore hari, jadi masih di rumah.

M : "Bunda berangkat sendiri aja ya, mumpung mendoannya masih anget. Ayah antar H ke sekolah ya".
A : "Oke kalo gitu ayah manasin motor dulu, sekalian ke toko bangunan beli kran air karena patah"
Karena jarang dipakai, motor yang mau dipakai suami susah banget dinyalain. Hampir nyerah dan kita mau boncengan aja pakai motor yang saya pakai, tapi ndilalahnya motornya bisa dihidupin.

Kami melaju bersama dengan motor masing-masing keluar gerbang perumahan.

Sampai di perempatan Kotagede, kami berpisah. Saya belok kanan ke arah kantor, suami dan kakak H lurus menuju sekolahan.

Lima menit kemudian...




Braaaaaaaagggggggg ZxmskayehdnNswaHBNSjsj !!!! 

Sirine mobil ambulance terdengar kencang sampai lantai 3 di Gedung Kantor saya. Dan saya lah yang ada di dalam mobil tersebut.

Seketika itu juga saya gak sadarkan diri, saya gak tau apa yang terjadi.

Beberapa menit kemudian merasakan pusing luar biasa di kepala saya, perih, kedinginan, nyeri dan cemas. "Dimana kakak H??, apakah dia baik-baik saja?? Apa yang terjadi??"

Semua orang yang saat itu mengerumuni saya di Unit Gawat Darurat saya tanya, mana anak saya? Kabar anak saya baik-baik saja kan? Jangan bohong ya kalian, anak saya mana?.

Saya seperti gila?

Gak bisa berhenti menanyakan anak saya..

Padahal hal yang sebenarnya, kakak H sedang bermain di sekolahan karena tadi diantar ayahnya.

Tapi saya lupa. Saya gak ingat apapaun.

Begitu ketemu suami saya, oooh ada suamiku. Dia bukan Rangga atau Trian, tapi dia suamiku. Benar dia suamiku.

Semua orang lega mendengarnya, karena rupanya saya masih ingat suami saya sendiri. LOL.


Jadi setelah saya sadar, dan sudah melalui proses pertolongan pertama pada kecelakaan,  sempat dilakukan CT-Scan juga, saya dipindah ke kamar perawatan. Dan disitu saya mulai ngerasa nyeri dan sakit di sana-sini. Muka saya lebam parah, dijahit empat pas di ujung pelipis. Kaki tangan saya juga lecet-lecet, seluruh badan saya linu dan gosong-gosong.

Saya mulai mendengar cerita tentang kejadian yang menimpa saya beberapa jam yang lalu...

Saya jatuh dari motor, tepatnya ditabrak dari arah belakang pas saya mau belok masuk ke gerbang kantor. Alhamdulillah yang nabrak saya gak kenapa-kenapa, motornya yang lumayan parah, sementara motor saya gak apa-apa, tapi saya sampai opname 3 hari dan dijahit 4 di (((MUKA))). Hiksss



Tapi saya bersyukur tak henti-hentinya bersyukur karena saya masih hidup... Saya masih diberi kesempatan untuk terus membenahi diri sampai menjadi manusia yang Allah Muliakan di SisiNya kelak. Aamiin ya Allah, bimbing hamba ya Allah...

Terimakasih suamiku, yang merelakan tiket balik ke Makassar alias hangus, merelakan jadwal sertijab di kantornya, merelakan kehilangan tidur nyenyaknya, merelakan kedua tangannya untuk membersihkan badan dan lukaku, mencucikan pompa ASI dan menyiapkan segalanya biar aku bisa tidur dengan nyenyak, terimakasih atas ketulusannya.

Setelah saya dan suami merenungkan bersama.... Ternyata hidup kami masih sangat dangkal. Masih jauh dari rasa ikhlas dan tawakal. Masih banyak memikirkan dunia.... Terbukti, pada saat saya sadar setelah kecelakaan terjadi, yang saya cari adalah anak..anak..dan anak. Betapa saya sangat takut kehilangan anak saya....betapa saya tak begitu memikirkan Sang Pemilik Hidup, Sang Pemilik Kehendak.

Semenit yang lalu saya merasa sangat bahagia, semenit kemudian saya tertimpa musibah. Baru kemarin saya sangat bahagia dengan kekuarga saya, hari ini saya harus menerima cobaan ini. Saya harus banyak berdzikir... Menyebut nama Allah setiap saat setiap waktu. Itu pelajaran yang sangat berharga menurut saya. Saya ingin dalam keadaan apapun saya, susah senang, sakit sehat, kurang cukup saya ingin terus INGAT ALLAH. INGAT ALLAH. INGAT ALLAH.

Maafkan saya ya Allah... Terimakasih masih memberi kesempatan kepada saya untuk menikmati hidup ini. Hidup yang hanya sebentar saja... Karena Akhirat adalah tujuan kita yang kekal nanti.

Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani).
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin...


Salam,
Mom Of 2
IG | @irvianaayu


Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------