Karena Semua Ibu, adalah Ibu Bekerja



"Al Jannatu Tahta Aqdamil Ummahat | Surga ada di bawah telapak kaki ibu"

Perempuan ditakdirkan sedemikian istimewanya. Allah menciptakan hati yang lembut untuk memberi rasa aman, rahim yang kuat untuk menyimpan benih manusia, bahu yang kuat untuk menjaga anak-anak, tangan yang terampil untuk memenuhi kebutuhan orang yang disayanginya, mata yang teduh sebagai jendela kedamaian, dan naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi. 

Mungkin alasan itulah Tuhan menempatkan Surga berada di bawah telapak kaki Ibu. Bagaimana dengan yang ada di hatinya? Mungkin surganya surga ada disana..

Tidak pandang status di Kartu Tanda Penduduk nya, apakah dia sebagai Ibu Rumah Tangga, Karyawan BUMN, PNS, Swasta, atau apapun itu... Mereka adalah perempuan yang akan melakukan pekerjaan  terbaik untuk keluarganya. Baik mengurus rumah tangga, jualan roti, jadi pegawai maupun jadi TKW. Maka sudah sepantasnya seorang perempuan mendapatkan penghormatan yang layak, selayak niat kita untuk menggapai indahnya surga.




Tak perlu membandingan apakah saya ibu bekerja kantoran sementara dia/ mereka sebagai ibu rumah tangga. Ingat kata pepatah, rumput tetangga selalu lebih hijau. Keringat dan otot buat membandingkan enakan kerja kantoran apa stay at home itu gak bakal cukup. Mending kita menyamakan niat saja, sama-sama niat tulus  bekerja untuk keluarga. 

Tidak perlu merasa bersalah yang berlebihan ketika kita gak berdaya saat meninggalkan anak-anak dengan pengasuhnya sementara kita bekerja di luar rumah, juga tidak perlu merasa minder setiap pagi bukan tas HERMES yang kita jinjing tapi kantong belanjaan sambil menunggu tukang sayur lewat. EH EH EH... emangnya nyonyah-nyonyah de-pe-er-an yang koleksi tasnya seharga rumah saya?? Saya mah apa, kerja kantoran iya, tapi buat beli tas kulit merk lokal aja harus nunggu donasi dari suamik. Hehe.

Niat kita memang harus TULUS. Melakukan yang terbaik untuk keluarga. Bekerja di kantor, bekerja di rumah, judulnya sama-sama bekerja. Sama-sama sibuk... sama-sama butuh effort, kesabaran, dan kemauan luar biasa.

Saya adalah ibu bekerja di luar rumah yang..... sudah pasti galaunya gak habis-habis. 
Tanyalah suami saya, yang selalu jadi pendengar setia setiap saat. Semenit yang lalu saya bilang 

"Suamiku, lebih baik saya resign aja ya, ngurus anak. Mungkin kalau jadi ibu rumah tangga saya bisa jadi lebih waras", lalu semenit kemudian "Wahai suami, gak usah resign aja gimana, anak-anak gak terasa lo cepet banget besarnya, nanti mereka sekolah, aku ngapain?" 

Ya begitu aja terusss sampai superman pakai 'cd' nya di dalem. LOL


***

Sefi,  ibu rumah tangga dengan dua anak, yang selalu nomaden ngikutin suaminya dimana dimutasikan. Pernah di Makassar, Kolaka, Kendari, Ternate dan sekarang di Jakarta.


*dan kemudian kita ngakak bareng :DDDD


*aku mau jadi ibu rumah tangga tapi harus tetep punya asisten (((((ngelunjak))))

 
Anantya, dulunya kerja kantoran lalu resign karena ngikut suaminya, sekarang anaknya sudah dua. Depok

*menyimak nasihat-nasihat dari suhu bunda tya




Titin Destiarini, ibu bekerja di BUMN dengan 3 anak dan jauhan sama suami juga jauhan sama anaknya :(. Yogyakarta

*jadi ikutan curcol ...




dr. Laksmi. Dokter satu anak, suaminya juga Dokter. Seneng kerja dan gak mau jadi ibu rumah tangga. Yogyakarta


*selalu bilang : mbak erpii... jangan resign dong.. eman-eman...

 ***

 
Jadi saya juga sering galau kok.. dan galaunya sudah bertahun-tahun lamanya. BUAHAHAHA


Untuk melengkapi tulisan ini... saya juga berhasil mewawancari dari pihak laki-laki biar adil ya..  kurang lebih begini :


Bapak dengan dua anak dan istrinya bekerja.

Q : Apakah anda mendukung sepenuhnya keputusan istri untuk bekerja?
A : Ya.
Q : Adakah dampaknya terhadap anak saat ibunya bekerja?
A : Ada dua dampak pastinya, dampak negatif anak harus ditinggal dan diasuh oleh yang bukan ibunya, anak akan relatif mencontoh kelakuan dan perlakuan orang yang mengasuhnya. Jadi solusinya adalah titipkanlah anak kepada orang yang tepat. Sekarang sudah banyak baby sitter yang terlatih, daycare, penitipan anak, full day school yang bagus, jadi itu bisa menjadi pilihan. Seleksilah mana yang terbaik.
Sementara dampak positifnya secara tidak langsung bisa menanamkan "mind set" kepada anak arti dari sebuah perjuangan dan kemandirian. Anak akan mengerti bahwa orangtuanya bekerja adalah salah satu bentuk perjuangan untuk keluarga.
Q : Apa yang membuat anda bangga pada istri anda sebagai ibu bekerja?
A : Istri saya cara pandang/ cara berpikirnya menjadi luas, sehingga emosipun lebih terkendali, menjadi lebih bijaksana dan semakin cerdas.  Mungkin karena istri saya bahagia melakukannya. *
Q : Jika harus memilih, lebih baik istri anda bekerja atau menjadi ibu rumah tangga?
A : Menjadi ibu rumah tangga yang tetap bekerja di rumah. Bekerja disini TIDAK diartikan mencari uang, tapi melakukan kegiatan yang bisa membuatnya tetap bahagia. Misalnya menulis, menjahit, memasak atau kegiatan apapun yang dia senangi.

Dan tak lain tak bukan bapak ini adalah SUAMI SAYA SENDIRI. lol

Menurut saya pribadi, baik ibu rumah tangga, ibu bekerja di rumah maupun ibu yang bekerja diluar, memang harus sama-sama punya niat TULUS dan IKHLAS...LAS..LAS untuk melakukan pekerjaan yang terbaik buat keluarga. 

Selain niat yang tulus, juga harus tetap menjaga kewarasan setiap harinya. Salah satunya, ya apa lagi kalo bukan dengen ME TIME! PENTING BOANGETTT. 


( Baca juga  : Hidup enteng, karena syukur dan ikhlas )


Me Time gak harus mahal.... salah satunya adalah dengan bekerja itu sendiri. Karena ada yang menganggap bahwa pekerjaannya justru yang bisa membuatnya dia senang. Atau dengan mitup-mitup, kumpul-kumpul silaturahim, mencari komunitas yang sealiran sama kita, biar otak tetep padang jimbrang, gak bumpet mikirin cucian piring yang gak habis-habis atau sekedar ber-haha-hihi lewat soSIAL media. Gosipnya biar bernutrisi sesekali diselingi kalimat-kalimat positif yang bisa  menghibur kegundahan kita, yang bisa menyalurkan energi positif juga biar kita tetep waras dan cantik. 

Menjadi ibu bekerja bukan berarti kami tidak memprioritaskan keluarga. Sepadat-padatnya rapat, jika ada telpon dari rumah secepat mungkin langsung diangkat, sebanyak-banyaknya pekerjaan sebisa mungkin pulang on time. Akhirnya ketika kita ikhlas, semesta pun mendukung. Pekerjaan lancar, anak terurus dengan baik, dan mereka  merasa tetap bahagia meskipun tak selalu ditemani orangtuanya. 

Apapun keputusan kita sebagai perempuan, baik menjadi working mama atau stay at home mama, wajibnya memang atas kesepakatan dengan suami (jika sudah berkeluarga). Karena kalau mama happy, mereka juga ikut happy, mama gundah mereka makin gundah, jadi susah senang ditanggung bersama.

"Karena bekerja tak melulu soal uang"

Dan semoga lelah kita, keringat kita, ikhlas kita memang benar-benar berharga untuk mereka. Dan kita pun layak membawa surga untuk anak-anak tercinta.
Aamiin. 


Akhir kata, sudah tidak ada lagi GAP diantara kita... yang ada old navy, oshkosh, cool dkk.


(((( PELUKAN VIRTUAL )))




8 comments on "Karena Semua Ibu, adalah Ibu Bekerja"
  1. Tosss dulu mak...ak juga sempet posting d blog ttg balada ibu rumah tangga dan bekerja http://mynameisresty.blogspot.co.id/2016/03/desperate-housewives-balads.html?m=1#more
    Hmmmm pilihan jd irt atau bekerja dluar adalah pilihan msg2 ya mak, yg ptg ttp brusaha terbaik! Semangat mak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. *toss* emang banyak yang akhirnya gatel pengen mosting topik beginian ya mak nur..

      Semangat juga ya mak :)

      Delete
  2. Amiin...apapun pilihan, yg penting ibu bahagia dan keluarga bahagia ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mak riawani. Semoga kita golongan ibu2 yang senantiasa bahagia bersama keluarga :)

      Delete
  3. iyah mak ak juga baru resign mak , padahal masih pengantin muda, namun karena niatnya ingin menjadi istri solehah, dan tidak LDM sama suami jadi saya mutusin resign mak, ikut suami. memang pilihan masing2 mak, untuk jadi pekerja atau Ibu rumah tangga yang penting kita melakukan yang terbaik dan selalu upgrade diri juga tentunya mak , dan bekerja bukan hanya soal uang setuju banget nget mak ,,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mak Eda. Wah congratulation yaaa yang akhirnya bisa mengambil keputusan utk turn to SAHM. Yang penting sudah gak LDMan lagi yaa..

      Congratulation juga atas pernikahannya :) langgeng terus bahagia sampai surga. Aamiin

      Delete
  4. Yang jelas, setiap ibu pasti ingin yang terbaik buat anaknya...

    ReplyDelete
  5. Iya mak witri, children teach us what life is all about ....

    ReplyDelete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------