Ketika Anak Sakit

"Semua teori ilmu parenting masih ingat, tapi prakteknya lupa."

Ketika saya menulis postingan ini, adek H lagi tidur sambil mangap. Kasihan. Mungkin ini kesekian puluh kalinya dia kebangun dan tidur dan bangun dan tidur setelah demam dari 6 hari yang lalu. Pun dengan saya, yang akhirnya mau tak mau kebangun berpuluh kali juga karena dia rewel, gumoh, nangis, dan gak bisa tidur akibat demamnya.

Kita sama-sama gak bisa tidur nyenyak, sama-sama diuji kesabaran melawan virus yang sangat menyebalkan. Jadi belum sembuh kakak H dari demam sudah disusul adeknya. Ini sih klise, anak satu sakit, anak lainnya tertular. Ketika ke dokter pun, dokter selalu bilang, lagi musim bu..... Iya sakit demam batuk pilek itu musimnya sepanjang waktu sepertinya. Gak kenal musim panas atau dingin, tanggal muda atau tua, dia datang kapan aja dan sangat gampang menjangkit anak-anak. 




Anak cuma batuk pilek? Teorinya mudah, praktek ngadepinnya susah.
Anak sakit yang repot siapa? Semuanya.... Ibunya dan yang momong. Malam begadangan kayak sekarang malah ga bisa tidur, padahal besok kerja. Sudah seminggu seperti ini, dengan siklus tidur yang berantakan. Trus, mau di apa. Hahahhaaaa yang penting anak-anak cepet sehat lagi..

Setiap malam memandangi anak-anak... Selalu flashback apa yang terjadi seharian tadi. Apakah saya habis marahin mereka? Mungkin ada kelakuan mereka yang memancing emosi saya? Apakah tadi pulang kantor terlambat? Setiap kali ingat saya telah melakukan kesalahan, yasudahlah saya merasa gagal sebagai orangtua. 

Setiap pagi bangun tidur, saya selalu berniat untuk menjadi orangtua yang lebih baik lagi dari hari kemarin, memberikan senyum terbaik, memberikan stimulus terbaik, memberikan nutrisi dan gizi terbaik dan bla bla bla.... Tapi nyatanya gak.

Saya masih suka menunda ajakan kakak H untuk nemenin bermain atau mewarnai dengan alasan, sebentar nak ini ada yang mau jahitin baju.

Saya masih suka ngasih jawaban asal iya iya aja padahal kurang memperhatikan pernyataan dan pertanyaan yang dia lontarkan, padahal harusnya saya bisa kasih jawaban yang lebih tepat.


Saya kadang gak bisa antar jemput sekolahnya dengan alasan sibuk di kantor, biar gak terlambat dsb..


Saya menyarankan kakak H untuk nonton dvd/ tv sementara saya mau ngelonin adeknya biar cepet tidur dan saya bisa mengerjakan yang lain.

Saya selalu mengeluh ketika adek minta gendong kakak juga minta gendong, disitu saya merasa orang paling gemuk sedunia, karena harus memikul beban yang amat berat. Lol.

Saya merasa sangat lelah ketika kalian sakit, bersihin muntahan kalian di kasur, di sofa, di lantai... Ganti baju berkali-kali karena digumohin, dimuntahin obatnya atau ketumpahan makanannya.

Maafkan bundamu nak...

Apakah kalian sudah cukup bahagia punya ibu seperti bunda?

Apakah kalian sudah cukup bangga punya orangtua seperti kami?

Apakah semua kebutuhan cinta kalian sudah kami penuhi?

Apakah senyum bunda setiap hari sudah bisa memberi rasa nyaman kalian?


Nak, ayah dan bunda sangat mencintai kalian... Dan masih berusaha untuk menjadi orangtua yang lebih baik lagi setiap harinya. Smoga kalian sehat selalu, dan menjadi diri kalian yang terbaik....

Pict : IG @parentinginstagram



KISS & WARM HUG,
Mom of 2
02.40 AM / 240316




2 comments on "Ketika Anak Sakit"
  1. Bener banget, Mba. Kadang praktiknya lupa. Semangaaatt ya. Sama-sama menyemangati dan belajar bersama ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya begitulah ya mak.... Nyatanya saya gak bisa sesempurna MAMAYEAH. hihi

      Makasih makges, terus menularkan semangat ke ibu2 lain yaaa *kiss

      Delete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------