Image Slider

Membuat Dapur Impian Meskipun Lahan Kecil dan Budget Minim






Dapur merupakan area vital dalam sebuah rumah. Karena analogi perjuangan sebuah rumah tangga saja seringkali menggunakan pepatah "jadi kuli macul asal dapur ngebul" (jadi tukang cangkul asal dapur tetep ngebul - bisa tetep makan). Trus, apa hubungannya coba? HAHAHAA

Jadi sebisa mungkin dapur di rumah saya, saya bikin senyaman mungkin. Biar ngebulnya juga enak dipandang.

Dapur yang nyaman tidak harus luas atau peralatan dapur yang mahal. Saya mah gitu, prinsip semurah-murahnya untuk dapat barang sebagus-bagusnya. Kalau mahal bagus ya itu kan wis biasak ya.

Nah, saya mau sharing sedikit tentang penampakan dapur mini di rumah saya. Konsepnya natural, simple, dan jauh dari kata WOW.

Luas dapur yang digabung dengan ruang makan kurang lebih ukuran 3 x 3 meter persegi (eh nanti saya ukur ulang ya, kira-kira segitu)

Oya sebelum, mewujudkan dapur impian, pasti perlu perencanaan dulu. Ini langkah-langkah saya sebelum merenovasi dapur kemarin :

1. Tentukan Lokasi
Pilih tempat yang paling nyaman dan aman. Kalau saya memilih area semi terbuka biar gak perlu pakai exhoust. Dan sirkulasi udara juga cukup, biar gak pengap dan lebih segar karena sambil masak bisa sambil liat pemandangan (pemandangan jemuran maksudnya wkwk). Pikirkan juga untuk instalasi air bersih, air kotor dan listrik, ya. Kalau bisa jangan terlalu banyak bongkar-bongkar karena efeknya ke budget lagi, makin banyak yang dikerjakan budget makin mblendung.

2. Tentukan Konsep
Lebih baik menentukan konsep dari awal, sehingga suasana dapur lebih terasa temanya. Dan kita gak bingung pada saat mulai membeli peralatan dapur. Mau cabi cabi cik kah? mau retro kah? mau monokrom kah? mau minimalis kah? full color? atau yang lainnya. Biasanya, kalau gak ada konsep nanti malah jadi terkesan berantakan. Semua yang dipengenin akan dibeli dan maksa banget dipas-pasin sama perabot yang lain.

3. Tentukan Budget
Ini penting. Tentukanlah budget dari awal juga. Bikin list biaya. Dari tukang renovasi/ bongkar pasang, pemasangan instalasi listrik, air bersih dan air kotor, bayar jasa design interior dan kitchen set misalkan memang perlu. Bikin plafon biaya, misalkan gak boleh lebih dari sepuluh juta. Dari biaya tukang, kitchen set, kompor, dll. Yasudah press dari sana sini jangan sampai lebih dari sepuluh juta. Dan bisa juga dicicil beli barangnya. Yang penting-penting saja dulu gak harus sekaligus beres.

Seperti saya kemarin. Dari awal memang langsung niat pasang kitchen set sama design interior skalian. Karena ngaku gak punya jiwa design sama sekali kalau harus mendesign sendiri. Tapi bagus kan gak harus mahal ya. Saya survey design interior yang terpercaya (tapi terjangkau kantong). Karena pengalaman dulu pernah ketipu sama temen sendiri. Hiks, masa lalu biarlah berlalu. Jadi saya berani bayar lebih asal hasilnya bagus.

Biasa lah namanya kitchen set hampir dimana-mana sama, dari bahan, model, atau warna rata-rata ya kayak gitu. Yang bikin beda adalah service nya. Kebetulan vendor yang saya pesan ini sangat komunikatif, segala design yang diajukan ke saya dan saya minta revisi berkali kali kali kali kaliiii banyaknya tetep dilayani dengan sabar dan profesional.

Selain membuatkan design, mereka juga harus bisa diajak konsultasi, bagusnya bagaimana, cocoknya bagaimana, sesuaikan sama lokasinya, dan ketika saya bilang dengan budget sekian juta itu mereka bisa menyesuaikan dan memberi solusi terbaik.




Design awal (1)

Design awal (1)
Design awal (2)
Design awal (3)

Dari design diatas, akhirnya mana yang saya pilih? Gak ada. Hahahaa

Design satu oke, tapi duit gak nyandak. Terlalu mewah untuk ukuran rumah sederhana milik kami. Skip!

Design dua oke, tapi bikin sempit ruangan. Karena saya gak perlu meja makan, meja makan lama masih bisa dimanfaatkan.

Design tiga, pas banget sama kondisi ruangan saat ini. Karena gak perlu bikin backsplash lagi karena sudah ada bata expose yang sudah dipasang sebelumnya.

Akhirnya saya pilih design tiga tapi dengan revisi sana sini untuk meminimalisir biaya, misalkan table bar bagian atas saya skip, tempat oven, rak gantung, dan atap table bar saya skip juga. Karena untuk saat ini gak penting. Jadi ngirit berapa juta nih, asyeiik.

4. Eksekusi
Jika design sudah oke, tukang sudah oke, duit sudah oke, eksekusi segera. Jangan menunda-nunda, ntar duitnya keburu berubah jadi hermes kw gimane?


5. Dekorasi Sesuai Konsep
Ingat ya, jangan keluar konsep kalau mau mendecor dapur biar makin nyaman. Saya nih dulunya begitu, liatin dapur si A modelnya begini pengen, liat dapur si B pengen juga, eh dapur si C juga kece. Aduuuh jadi pengen semuanya. Seperti prinsip saya tadi, cari barang semurah-murahnya untuk mendapatkan barang sebagus-bagusnya. Mungkin kalau di Jogja ada IKEA daku bakal gak bisa kontrol buat belanja, berapapun harganya yang penting dapurnya Instragamable dan ngehits se jagad sosmed. HAHAHHAA. 

Untunglah disini mentoknya ase hardwer sama inpormah. Eh masih ada pasar beringharjo ding dan pusat barang bekas dimana-mana. Jadi sisa blusukan cari barang bekas murah yang masih bisa dimanfaatkan.

Sekali lagi jangan keluar dari konsep, jadilah diri sendiri. Karena yang make dapurnya kan kita bukan pemirsa yang budiman. Jadi diri sendiri, sesuai konsep dan sesuai budget.

Ini penampakan dapur saya pada akhirnya..



Proses renovasi dulunya area menjahit









Untuk cabinet di atas memang sengaja gak dibuat. Karena budgetnya sudah menyentuh plafon hiks.. dan barang-barang ternyata juga sudah cukup disimpan di cabinet bawah. Jika suatu saat terpaksa butuh tempat baru, dan budget sudah ada, sisa pesan dan pasang cabinet untuk yang atas.

Rak gantung itu pesan di tukang kayu pinggir jalan, 100 ribu dapat tiga biji, lumayan murah kan ya?

Meja makan saya beli duluan dua tahun lalu sebelum punya ruang makan huahaha. Ini pesan juga di tukang mebel. Kayu jati tapi satu set waktu itu hanya dua jutaan. Sudah dapat meja besar dan dua kursi panjang.

Lemari es dan freezer. Lemari es gak saya ganti sebelum benar-benar rusak. Meskipun hanya pintu satu dan ukurannya pun mini, tapi tetap berfungsi. Seberapa banyak sih nyimpan bahan makanan di kulkas? Sebenarnya pengen juga ganti kulkas yang pintunya kayak lemari baju itu wkwkw, tapi ini kulkas jaman kite baru nikah, muatnya di kontrakan cuma kulkas seuprit, mau diganti kok sayang karena penuh kenangan eeeaaaa. Freezer sebelah khusus buat nyimpan ASI Perah anak saya.

Lantainya dari tegel kuntji yang fenomenal ituuuuu. Beruntung saya tinggalnya di Jogja, karena pabrik tegel kuntji ini ada di Jogja. Pre Order dua bulan lamanya, padahal hanya ukuran 2x2 meter persegi. Tapi puas sama hasilnya.

Kompor lama saya hibahkan ke asisten, karena memang sudah gak begitu mantap buat masak memasak. Lagi-lagi kompor jaman setelah nikah dulu, sudah enam tahun, sudah waktunya pindah tangan. Walaupun tetap terawat baik ya. Akhirnya beli kompor tanam dan cukup dua tungku untuk skala memasak ibu rumah tangga yang gak sering-sering banget masak. Seperti yang saya singgung diatas, saya memilih ruangan semi terbuka jadi gak perlu pasang exhoust. Uwis silir.

Dan perabotan lain adalah perabotan lama semua. Dari rak bumbu, panci, wajan dll.

Sekian review dapur mini ala rumah saya.... Ternyata sesederhana itu dapur impian saya 😊.





Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream

[REVIEW POST]

Setelah sukses mengeluarkan lipstick seri matte beberapa waktu lalu, kini Wardah juga telah mengeluarkan produk baru lagi, serupa tapi tak sama. Exclusive Matte Lip Cream.



Baca juga review tentang Review Wardah Intense Matte Lipstick

Secara penampilan memang berbeda, kemasannya memang lebih exclusive, elegan, kokoh, dan terkesan mahal. Tubenya cantik. Aplikatornya menggunakan kuas yang lembut, dan bersahabat sama tekstur bibir sekalipun bibir kering.




Dulu saya paling gak suka pakai jenis cair/liquid, karena khawatir bakal belepotan kalau dipakai. Tapi ini pertama kalinya saya pakai, kok langsung rapi sih? Sekali oles langsung nempel cantik. Awalnya memang terlihat creamy, tapi lama kelamaan akan menjadi matte.



Mudah nempel di bibir, dan awet. Karena mengandung colorbinding pigments, sehingga memberikan matte finish intens yang tahan lama.

Secara harga juga jauh lebih ekonomis jika dibandingkan merk lainnya. Dengan harga segitu sudah dapat barang bagus kan worth it banget. Nih apalagi kalau kamu belanja di Sociolla, lagi banyak banget diskonnya !!

Atau kamu juga bisa pakai kode voucher aku lo, lumayan diskonnya.



Lip Cream ini memiliki beberapa shade, ini saya ambil sample warnanya dari Websitenya Sociolla :

Dari kiri ke kanan (atas) dan kiri ke kanan (bawah) :

  1. Berry Pretty
  2. Oh So Nude
  3. Fuschionately
  4. Feeling Red
  5. Red Dicted
  6. Pink Me
  7. Hello Rubby
  8. Pink Credible
  9. See You Latte
  10. Spechless
  11. Mauve On
  12. Plum it Up


Dan yang sudah pernah saya coba adalah Berry Pretty dan Plum it On.




Dan ini dia hasilnya setelah diaplikasikan ke bibir..

Berry Pretty

Berry Pretty

Berry Pretty

Plum it Up, cetar ya merahnya

Plum it On, awet banget merahnya

And the last, saya hampir suka semuanya sama Lip Cream ini. Packagingnya yang oke, teksturnya yang gak berat, pigmentedlong last dan harganya yang adorable. Satu saja sih yang saya kurang suka, aromanya. Agak menusuk hidung, gak selembut yang intense matte.

Tapi tetep kok, setelah ini mau nyoba warna lainnya, cakep-cakep, memikat dan bikin racun 😂



Liburan Ke Turki Dengan Dua Anak Dan Lagi Hamil Muda

Tantangan banget!

Sebelumnya terimakasih kepada Pak Suami karena telah berhasil mengemban tugas yang amat berat, ngemong dua bocah dan satu ibu hamil *proud of you bebeb 😋*. Alhamdulillah perjalanan kemarin berjalan lancar, sehat semuanya, gak pake drama-drama lebai, eh banyak dramanya juga ding 😝.  

Mission Completed! Jadi, mau umroh backpackeran sama anak-anak kapan?

Awal mula punya rencana liburan ke Turki adalah sekitar dua bulan lalu, ketika ada teman yang nawarin paket murah liburan kesana. Jadi yang kemarin ngira kita liburan ngabisin duit sekarung salah besar ya, kita liburan murah meriah ala backpackeran tapi bawanya tetep koper sih. Hahaha.

Turki memang menjadi bucket list saya setelah bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci Ramadhan lalu. Awal saya bilang ke suami kalau saya pengen banget ke Turki, jelas suami menolak. Ngapain kesana, kan habis ada bom, doweeeenggg! Kemudian beberapa hari sebelum di closed paket promonya, tiba-tiba saja suami Whats App, oke bun kita ke Turki!

Yeay!

Jangan kira semulus itu persetujuannya, sepanjang perjalanan menuju suami kasih keputusan itu saya selalu kirimin gambar-gambar eksotis tentang Turki, artikel-artikel tentang keindahan Turki, dan yang pasti ada Museum dimana kita bisa melihat pedang Nabi Muhammad SAW, tongkat Nabi Musa AS, Jubah Fatimah RA dll. Dan itu rupanya yang bikin suami luluh karena banyak sejarah Islam disana yang mungkin dapat dipelajari.

Beberapa hari menjelang keberangkatan.....

Kami dapat rejeki tak diduga-duga. Di suatu pagi, sebuah testpek dengan dua garis merah sungguh sukses bikin saya melongo. Saya dapati ketika jadwal menstruasi saya tak kunjung datang, pas suami di rumah pula. Jadi kita senyam-senyum bareng sambil ngelirik adek kecil yang lagi menggendoli nenen ibunya.

Jadi, anak kecil yang belum genap dua tahun ini mau punya adek? 👦

Sebenarnya liburan ke Turki  itu adalah moment yang pas buat hanimun bagi pasangan suami istri yang gak pernah hanimun seperti kami. Eh tapi belum hanimun sudah hamil dulu. Alhamdulillah bertubi-tubi dikasih kepercayaan lebih cepat.

Morning sicknes mulai mengintai saya... Saya sudah parno dulu... apa kabar nanti di sana kalau saya mual-mual mulu? Bakalan repot banget. Mau liburan kok ribet, sis? 😪

Sempat ada niat buat dibatalin liburannya, meskipun kita akan kehilangan segala budget yang sudah dibayar. Tapi kata suami, Insya Allah bunda kuat. Okelah, jadilah kita berangkat.

Baca juga : Cara Membuat Paspor Untuk Anak

Nah, sekarang saya mau share sedikit tentang persiapan apa saja yang harus dilakukan dalam rangka liburan jauh dengan anak-anak, dua anak dan lagi hamil pula.

Ini berdasarkan pengalaman pribadi yaaa.. boleh kalau ada yang mau ditambahin atau dikurangin.

- Pakaian & printilannya (1 Koper besar untuk 4 orang)
  • Kenali cuaca disana, kebetulan November kemarin Turki sudah masuk winter, jadi sudah jelas dingin banget. Bisa sampai minus juga. Cuaca sangat menentukan pakaian apa yang akan kita bawa
  • Berapa lama perjalanannya? Berapa malam nginepnya? Kemarin kami 11 hari dengan perjalanan. Berapa lama waktu sangat menentukan berapa pakaian dan logistik yang akan kita bawa
  • Coat/ Baju Hangat anak masing-masing 2, saya 1, suami 2 (yang 1 buat gantian saya dan suami biar ngirit space koper wkwkw), ya karena baju hangat ini kan tebelnya minta ampun, pasti sangat memakan tempat. Kecuali mau fashion show, tiap waktu, tiap tempat kudu banget ganti, demi apalagi coba, demi foto-foto yang ciamik. Ya kan ya kan?? Ntar deh kalau perginya sendiri atau berduaan sama suami, space koper kan banyak, jadi bisa gonta-ganti kostum sepuasnya. Eh, situ syahrinceu? LOL. Begitupun dengan baju ganti, bawa aja seperlunya, karena gak keringetan juga. Yang agak dibanyakkin bajunya anak-anak, karena untuk hal-hal tak terduga misal ketumpahan air, makanan, jekpot, pospak bocor dll
  • Kaos kaki, penutup kepala, sarung tangan, syal. Untuk kaos kaki boleh bawa banyak. Ini penting banget, karena tidurpun sebaiknya pakai kaos kaki biar tetap hangat. Maklum biasa di Jogja 32 derce, ini langsung satu digit gimana gak minta dikelonin terus saya HAHAHA 👸. Sementara kalau mau dicuci agak repot karena tebal
  • Handuk di skip saja, di hotel/ apartemen biasanya sudah disiapin
  • Karena bawa anak kecil, saya bawa waslap atau sapu tangan untuk lap-lap apa aja 😀
  • Saya gak bawa mukena, karena suami bawa sarung dan saya bawa khimar yang cukup besar. Jadi untuk sholat saya pakai itu
  • Alat mandi secukupnya, saya bawa detergent dan suami sempat nyuci waktu di apartemen
  • Sepatu yang nyaman dipakai. Boot atau sepatu kulit lebih baik. Karena saya gak punya, bawa seadanya yang penting nyaman dipakai. Bawa sepatu cadangan untuk anak-anak. Bawa sandal jepit satu untuk urusan ke kamar mandi siapa tau dibutuhkan, kemarin kepakai banget karena lantai kamar mandinya super dingin, jadi cukup membantu
  • Obat-obatan. Obat penurun panas, obat diare, balsem, minyak kayu putih, Young Living Essential Oil, Counterpain, termometer, vitamin ibu hamil, vitamin untuk anak-anak, madu sachet, dan obat-obatan seperlunya
- Logistik (1 koper kecil)
  • Magic com/ penanak nasi. Buat masak nasi cyyynt. Bawa anak-anak kudu banget bawa barang ini, karena belum tentu makanan disana langsung cocok sama mulut dan perut mereka, eh termasuk saya juga ding 😊. Iya, saya termasuk golongan orang-orang yang susah beradaptasi sama makanan aneh-aneh dan belum kenyang kalau belum makan nasi
  • Beras, kemarin bawa sekitar 3kg tapi ternyata kurang, terpaksa suami beli di minimarket di daerah Taksim seharga 10 TL untuk sekiloan beras kira-kira. Cukup untuk 2x makan ber-empat
  • Oya kalau mau belanja makanan disana, lebih baik cari minimarket atau toko yang mencantumkan harganya langsung ya. Kemarin suami sempat survey beberapa makanan dan harganya bisa beda jauh padahal tokonya sebelahan. Kalau buah-buahan murah banget, anggur hijau 1 kg cuma 2TL atau Rp 8.000,- saja. Sempat beli telur juga untuk direbus karena kita semua doyan telur. Harganya gak beda jauh kok sama di Indonesia 
  • Mie Instan. Mie goreng dan mie rebus. Pop mie juga boleh, kemakan semua. Apalagi dingin-dingin gampang banget laper. Sudahlah lupakan dulu makanan sehat, yang penting kenyang dan bisa tidur nyenyak 😁
  • Abon, sarden, keripik kentang, pilus, snack ringan, energen, coco crunch, biskuit, dan cemilan favorit ibu hamil dan anak-anak
  • Kecap + sambal botol. Gak perlu bawa saos tomat, karena disana banyak, yang gak ada saos sambal
  • Bawa piring, gelas, sendok plastik masing-masing satu. Kantong plastik dan kantong kresek kepakai buat naruh apa saja
  • Susu kotak buat anak-anak secukupnya
- Perlengkapan lain
  • Mata Uang (TL/ Turki Lira). Disarankan gak perlu repot-repot nuker di Indonesia, karena nilai tukarnya lebih mahal ternyata. Saya sempet survey di beberapa Money Changer di Jogja memang mahal (antara Rp 4.800 s.d Rp 5.500 / 1 TL). Mending kita tarik tunai saja di ATM yang bertebaran disana (antara Rp 3.900 s.d 4.100 / 1 TL). Kena charge hanya Rp 20.000/penarikan seberapapun ambilnya. Pastikan kartu ATM ada logo visa/ mastercardnya ya
  • Visa. Untuk tujuan Turkey sekarang bisa pakai EVISA. Bisa bikin sendiri lewat website. Googling aja yaaaa... karena kita gak punya kartu kredit jadi kemarin kita dibikinin jadi maap gak bisa kasih tutorial 😛. Kalau dirupiahin kurang lebih biayanya Rp 350.000
  • Stroller. Wah kepake banget. Stroller jadul ini dulu belinya second. Jaman anak pertama, jadi umurnya sudah hampir 6 tahun, dan walaupun paling jauh baru dibawa ke Turki, tapi cukup handal. Walaupun sempat macet waktu di Bandara, sampai jadi tontonan penumpang lain dan sempat dibantuin sama bapak-bapak mandarin (eh tapi tetep aja gak bisa), akhirnya suami bisa lah ngatasin kemacetan stroller yang sempet bikin deg-deg-pyar. Bawalah stroller yang sekiranya bisa dinaiki kakak atau adeknya. Yang ringkas dan gak berat. Kalau adek bosen naik stroller, saya gendong, gantian si kakak yang naik, suami yang dorong. Alhamdulillah anak-anak manis sekali dan super kooperatif
di depan Blue Mosque

  • Gendongan. Saya pakai gendongan kaos, sangat membantu. Karena selain bisa buat gendong, juga bisa dipakai selimut pada saat di stroller, di pesawat atau dimana saja
Waktu di Ankara -3 derce

di Hierapolis berjalan sejauh 3 km nggendong bayi 12 kg, lagi hamil 9 minggu




di Bandara Doha, transit 8 jam. Buat selimutan adek
Di depan Hagia Sopia
  • Bantal leher. Kalau dipesawat sudah ada sih, tapi dipakai pada saat perjalanan darat naik bus/ van
  • Ngomong-ngomong soal mata uang, cek lagi ya rute penerbangannya. Apakah kita akan transit di negara mana, dan barangkali transitnya lama, berarti butuh makan atau kali aja perlu yang lain, mending siapin mata uang sana, atau kalau gak siapin Euro/Dollar yang laku hampir dimana saja. Rupiah saja gak laku di Malaysia, hiks. Untung saya nyimpen RM jadi bisa buat bayar KLIA Express waktu di Kuala Lumpur dimana dari terminal Air Asia untuk menuju Counter Check In Qatar harus naik kereta lagi. Kalo gak punya RM gagal deh kita ke Turkey 😰 wkwk
  • Diapers sekali pakai! Penting, saya sengaja lebihin karena takut banget kurang. Tissue basah dan tissue kering. Diapers selalu disediakan di diaper bag minimal 1 anak 2-3 pcs. Karena perjalanan kita berjam-jam, jadi lebih baik lebih daripada kurang. Baju ganti masing-masing anak sepasang juga masuk ke diaper bag. Obat-obatan dan cemilan juga masuk situ ya. Oya, kemarin saya juga bawa buku-buku cerita kesukaan si kakak, karena buat ngilangin bosen. Tapi ternyata gak kepakai, karena di pesawat dia full nonton film dan dikasih mainan + buku-buku sama cabin crew yang baik hati. Sampai sekarang kakak masih belum bisa move on dari Qatar Airways, katanya kapan lagi kita naik Qatar? Sampai sekarang masih suka dengerin Qatar Airways Onboard Music di Youtube buat ngobatin rasa kangennya. Hahaha, kak kak, besok kita Umroh naik pesawat gede lagi yaaaa... aamiin 😇
  • Kamera, tongsis, charger, power bank. Ini mah sudah wajib
  • Oya, dalam penerbangan Internasional biasanya gak boleh bawa cairan lebih dari 100ml ke dalam cabin pesawat kecuali susu bayi untuk negara-negara tertentu. Jadi gak perlu bawa-bawa taperwer buat diisi air minum, mending disana beli air mineral kemasan saja. Di Turki harganya gak beda jauh sama Indonesia, 1 botol air mineral kemasan 600ml seharga 1 TL. Atau sekitar Rp 4.000,-. Atau jika bawa cairan yang sangat dibutuhkan, misalkan kemarin suami bawa madu botol walaupun kecil dibagasikan saja lebih aman, daripada diambil petugasnya kan sayang. Di bandara-bandara besar biasanya juga disediakan kran air minum, kalau bawa botol kosong bolehlah isi ulang disitu
  • Untuk pasta gigi dan sikat gigi, lebih baik disimpan terpisah. Taruh di kantong diaperbag anak atau tas yang selalu kita bawa, setiap transit misalnya, gosok gigi dulu di airport atau terminal walaupun gak mandi tapi untuk kenyamanan dan kebersihan bersama mending gitu deh ya hahaha. Karena keliatan sepele jadi kadang suka diabaikan 😀. Itu perjalanan memakan waktu berjam-jam, bahkan bisa seharian. Biar tetap fresh dan sehat kan, sis? 😗


Kurang lebih itu persiapannya kemarin.. Banyak ya bawanya? Katanya backpackeran tapi tetep rempong 😁

Itinerary dan estimasi budget akan saya posting di postingan berikutnya yaaa... semoga belum lupa 😋




Cara Membuat Paspor Untuk Anak




Sehubungan kami ada rencana liburan dalam waktu dekat, akhirnya si dua anak kecil ini terpaksa dibikinin paspor. Bagi yang mau bikin paspor buat anaknya, ini cerita saya kemarin.


[Pembuatan Paspor Edisi September 2016]

Sebenarnya ada dua cara pembuatan paspor saat ini, yaitu dengan cara datang langsung/ walk in atau dengan cara online. Kebetulan kemarin saya datang langsung, karena untuk online terkadang sering menemukan kendala pada saat menentukan waktu kedatangan, memasukkan captcha dan trouble system lainnya (mungkin tergantung mood server aplikasinya ). Tapi saya belum pernah nyoba juga sih yang online itu, cuma kata tetangga yang kerjanya di Imigrasi katanya sih suka begitu :D. Tapi sudah banyak yang me-review cara bikin paspor online kok. Atau kalau ada yang mau share dimari silahkan ya.

Berikut langkah-langkah dan apa saja yang harus dipersiapkan :
  • Datang sepagi mungkin, karena semakin siang semakin rame bahkan gak kebagian nomor antrian. Biasanya jam 5 subuh aja sudah pada ambil antrian, jadi kalau bisa sepagi mungkin sebelum kanim buka
  • Berpakainlah yang rapi dan sopan, memakai kemeja atau kaos bekerah dan bersepatu. Untuk anak-anak kalau bisa juga ya, biar rapi. Kan jadi ganteng dan cantik fotonya. Sudah ada pengumumannya juga di kanim soal ketentuan berpakaian ini
  • Bawa cemilan kesukaan anak
  • Sebelum ambil nomor antrian, pastikan semua sudah disiapkan berkas-berkas persyaratan baik asli maupun yang sudah difotocopy sbb :
  1. Paspor Orangtua
  2. Kartu Keluarga 
  3. Akta Kelahiran Anak
  4. Akta Nikah Orangtua
  5. KTP Orangtua (gak usah digunting/diperkecil, biarkan ukuran A4 saja)
  6. Surat pernyataan, formulirnya sudah disediakan disana, kita tinggal bawa meterai Rp 6.000 
  7. Karena saya bikin paspor untuk 2 anak, jadi saya copy semua 2 lembar dan meterai juga 2 lembar
  • Mengisi formulir dengan data-data yang benar
  • Menunggu panggilan untuk foto dan wawancara setelah pengecekan berkas selesai. Jadi kemarin si kakak karena umurnya sudah lebih dari lima tahun, sehingga harus cap sidik jari dan rupanya kemarin ini yang bikin lama, karena susah banget ke detect nya. Gak tau kenapa. Sementara si adek karena baru berumur 20 bulan jadi cukup duduk manis lalu difoto sama petugasnya. Syukurnya anteng nih ini bocah-bocah, jadi fotonya cukup sekali cekrek langsung jadi
  • Setelah diambil foto dan sidik jari, petugas mencocokkan data dengan data sesuai formulir yang sudah diisi tadi, cek lagi dengan teliti ya, jangan sampai ada yang keliru. Biasanya, Nama, Tanggal Lahir, dan Nama Orangtua saja yang perlu dipenthelengi.
  • Yang diwawancarai orangtuanya saja, biasanya ditanya untuk keperluan apa dan kemana
  • Jika proses itu sudah selesai, maka petugas akan memberikan bukti penerimaan dan bukti pembayaran kepada pemohon
  • Sekarang untuk pembayaran pembuatan paspor sudah bisa dilakukan di banyak Bank, kalau dulu hanya bisa di BNI, tapi sekarang di bank-bank besar katanya sudah bisa. Biayanya Rp 355.000
  • Setelah 3 hari kerja dari waktu pembayaran, pemohon kembali ke Kantor Imigrasi untuk mengambil paspor yang sudah jadi dengan menyerahkan bukti pembayaran dari bank. Inget ya, datangnya jangan kesiangan, biar antrinya gak terlalu lama
Demikian langkah-langkah pembuatan paspor untuk anak, singkat ya? Yang lama antrinya hehe. Sebenarnya gak beda jauh dengan pembuatan paspor untuk dewasa. Tapi memang lebih rempong karena bawa anak-anak. Apalagi kemarin saya seorang diri, dan bawa DUA ANAK!

Di Kantor Imigrasi Yogyakarta yang kantornya sebelah Bandara Adi Sutjipto, sudah ada ruang laktasinya lo.... playground juga ada. Walaupun tetap umpel-umpelan karena selalu penuh, tapi sudah mendingan kok daripada jaman saya bikin paspor dulu.

Ini edisi pembuatan paspor bulan September 2016 ya, karena biasanya ada perubahan ketentuan seiring berjalannya waktu. Oya, terkadang setiap kanim juga ada kebijakan-kebijakan lain yang bisa jadi berbeda. Jadi, ini hanya referensi aja yaaa...

Setelah paspor anak-anak ini jadi, langsung deh dibuatin passport case sama emaknya! Biar keceeeeh

Yaudah, jadi mari kita plesir kemana..........??







Belanja di Pasar Tradisional



Apakah kalian masih suka belanja di pasar tradisional? Kapan terakhir beli sayur nawar? Hehe

Kalau saya paling tidak, sebulan satu atau dua kali. Eh tapi kalau lagi rajin bisa tiap weekend ke pasar. Mau ngapain ke pasar? Ya pasti karena mau beli kebutuhan rumah tangga, tapi kadang juga karena cuma pengen beli jajanan aja.

Dan ini list belanjaan saya kalau ke pasar tradisional :
  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Telur
  • Bumbu dapur
  • Jajanan pasar/ Kletikan
  • Gerabah/ peralatan masak & rumah tangga
  •  
Sayuran
Harganya memang lebih murah daripada di supermarket. Dan semuanya adalah produk lokal. Ada juga yang langsung dari petaninya. Kalau mau cari zuchini ya ke SPM aja, di pasar adanya terong ijo apa ungu. Gak ada daun mint, adanya daun kenikir. Gak ada butternut squash adanya labu parang. Jadi kalau mau belanja sayuran yang biasa-biasa aja macam bayam, kangkung, buncis, kacang panjang, brokoli, wortel dkk mending belanja di pasar kecuali mau nyari yang organik-organikan silahkan ke supermarket terdekat.

Kalau di Pasar Kotagede DIY yang biasa saya sambangi, sebelum masuk ke dalam pasar sudah banyak penjual sayur yang membuka lapaknya di depan pintu masuk. Saya lebih suka beli disitu karena lebih leluasa dan sirkulasi udara lebih lancar, beda kalau di dalam, cukup pengap menurut saya kalau lama milih-milih sayurnya. Makanya untuk urusan beli sayur biasanya terakhir sendiri setelah belanja yang lain, males banget bawa kantong belanja berat-berat masuk ke dalam pasar. Yakan?
Buah-Buahan
Lagi-lagi, jika ingin membeli buah produk lokal, dipasar hampir semua ada. Dari pepaya, pisang, nanas, semangka, jeruk, salak, buah naga, anggur biasanya ada. Dan harganya menurut saya murah banget ....banget. 




Ini anggur sekilo cuma tiga puluh lima rebu.... Jeruk sekilo duabelas rebu... Dan buah naga sekilo cuma limabelas rebu.. Murah banget ya.

Tapi kalau mau cari kiwi jangan disini ya, yang mirip kiwi semacam sawo kalo itu kadang-kadang ada sih. Hehe

Telur
Kenapa saya lebih seneng beli telur di pasar? Karena saya seneng bikin roti, jadi sukanya telur-telur yang saya beli suhunya gak kena ac apalagi sudah disimpan di kulkas. Selain beli telur negeri biasa saya juga beli telur asin. Saya suka banget. Dari jaman STM jadi anak kos sukanya nyimpen telor asin buat perbekalan tak terduga. Duit abislah, males keluar cari makanlah, yaudah telor asin ini penyelamat pertama. HAHAHHA


Pun sampai sekarang ya, kalau lagi gak napsu makan biasanya cuma makan nasi anget sama telor asin, tok. Jadi stock telor asin di rumah hampir selalu ada.

Bahkan suami saya, kalau pulang ke Jogja dan mau balik kerja ke Makassar minta dibawain telor asin juga. Hahaa dasar anak kos. Eh gak ngekos juga sih, tapi disana gak ada yang masakin juga jadi sama aja kayak anak kos ya.

Hidup telor asin! Hidup irit demi bisa naik haji! Eeeaaaa

Suami istri pecinta telor asin, tapi anak-anak gak ada yang doyan. Hamdalah... semua masuk ke perut bapak ibunya.


Bumbu Dapur
Lima ribu sudah dapat jahe, lengkuas, kunyit, kencur, daun salam dan daun serai. Belum lagi merica, ketumbar dan kemiri. Sudah sih kalau soal perbumbuan saya lebih suka beli di pasar. Paling banter saya beli bumbu dapur macam cinnamons, halah kayu manis atau oregano saja di supermarket. Selebihnya di pasar tradisional.

Nah tuh ada pete jengkol segala

Jajanan Pasar/ Kletikan

Aneka kue-kue

Buntil, apakah kalian tau buntil itu apa? Yang jelas enakk


Klethikan buat isi toples di rumah


Karena anak-anak pada suka ngemil, jadi toples di rumah nyaris gak pernah kosong. Nah isi ulangnya ya disini, dari roti-rotian jadul sampai kekinian, rempeyek kacang sampai rempeyek bayam, semuanya ada.

Gerabah/ Peralatan Masak dan Rumah Tangga



Gak tiap ke pasar juga sih beli gerabahnya. Biasanya saya blusukan nyari-nyari barang lucu, unik dan murah yang bisa dipakai untuk sesuatu di rumah. Contohnya keranjang ini, harganya enggak sampai Rp 10.000,- tapi lucu aja, dan saya langsung beli setengah lusin, hehe.


Sampai rumah dijadiin baju pot-pot tanaman





Atau talenan, yang harganya lima ribuan aja, bahkan ada yang lima ribu dapat dua! Bisa buat walldecor ala-ala yang lagi ngehits sekarang.. Ini contoh aja kalau yang sudah jadi. Dari talenan tok.






Nah, itulah list belanjaan yang biasanya saya prioritaskan beli di pasar tradisional.

Sedangkan list belanjaan yang biasanya saya prioritaskan beli di swalayan, supermarket/ warung adalah :

  • Kebutuhan toiletries (sabun, odol, shampo, cairan pembersih lantai dan kamar mandi, tisu dll)
  • Kebutuhan laundry (detergent, softener, pelicin setrika)
  • Kebutuhan baking dan masak (tepung terigu, margarin, minyak, gula dll karena sering ada diskonan kan ya)
  • Ikan/ daging. Justru ini males banget kalau belinya di pasar, karena daerah ikan-ikan dan daging ini yang paling saya hindari kalau ke pasar, gak nahan sama aromanya

Mungkin itu alasan kenapa saya masih sering menyempatkan diri belanja ke pasar tradisional. Meskipun sebenarnya tukang sayur juga tiap hari lewat depan rumah.

Tapi rasanya kok ikut bahagia berinteraksi langsung dengan para pedagang yang gelosoran di tanah/ lantai, nyimpen uangnya juga bukan di laci kasir, melainkan di balik behanya eh, dibalik tampah jualannya, atau di dalam tas bapuk yang mungkin sudah bertahun-tahun dipakainya.

Dan semua yang ada disini ala kadarnya banget, jarang liat ada yang pakai perhiasan berlebihan di pasar, kecuali penjual toko mas atau penjual daging/ toko kelontong kalik ya. Mau dasteran pun kemari gak ada yang komentar, belom mandipun gak ada yang peduli. Hihi.

Keringet mereka ini mari kita hargai. Ke-istiqomahan dan semangat mereka dalam berjuang mencari rezeki untuk keluarganya yuk mari dicontoh.

Dan satu hal lagi, kalau ke pasar saya ikhlas banget buat bayar tukang parkir. Karena untuk jadi tukang parkir di pasar, khususnya di Pasar Kotagede ini butuh effort yang tinggi. Geser-geserin kendaraan gak ada berhentinya, diklakson sana-sini karena parkirannya bikin macet, tapi abang parkirnya kayaknya sabar banget. Jadi, saya ikhlas banget bayar parkiran di pasar... gak kayak yang lain yang sukanya asal bhay aja habis dibayar. Bhayy.....


Semoga pasar tradisional terus berjaya yaa.. jangan sampai kalah sama indomakpret dan alfamakpret yang sudah mulai memonopolih (pake h) daerah pedesaan. Hiks

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------