Let's Hijrah (1) #riba

Bukan sok suci... sok lurus2 amat hidupnya... tapi mulai membuka mata dan hati buat belajar, buat membaca, buat mencari tau kebenarannya. Gak lagi pura2 gak tau, gak lagi pura2 merem aja, halalin aja padahal blm tentu halal, auk ach gelap... hidup jaman sekarang mana bisa kalo gak ngutang. dan bla bla bla. Ada perasaan lega ketika putus hubungan sama asuransi yg udah jalan hampir 5 tahun. Dan ada perasaan gak tenang ketika masih punya hutang KPR, sehingga bertekad utk segera melunasinya. Masih punya reksadana dan akan saya hentikan. Segera! Ada perasaan jauh lebih tenang ketika memutuskan untuk STOP bisnis2 yg nawarin bonus menggiurkan dan sistemnya tidak jelas kehalalannya, bahkan produk2nya belum tentu bersertifikat halal. Dan ada perasaan lebih tentram ketika harus jualan murni jualan tanpa embel2 em.el.em dan sebagainya.. ada perasaan terharu ketika dpt uang dari pembeli, meskipun tidak seberapa tapi semoga yang sedikit ini barokah di Mata Allah. Aamiin. Jika saya dapat uang ratusan juta atau mobil bmw tapi dari cara yang belum pasti kehalalannya mungkin saya tidak akan tenang. Banyak dimata kita belum tentu banyak menurut Allah. Dulu, saya pernah juga coba2 bisnis karena tergiur bonus yang menggiurkan, tergiur pgn punya penghasilan jutaan bahkan ratusan juta, niatnya aja udah gak bener, pantes aja bisnisnya mandeg di tengah jalan. Hehe. 

Semakin kesini saya mencoba belajar, saya berusaha mencari tau, saya akui karena ilmu saya masih belum seberapa, masih sangat sedikit sekali, masih gak ngerti apa2, tapi entah kenapa hati saya lega ketika saya MAU BELAJAR, MAU MENCARI TAU, MAU MEMBUKA MATA, setidaknya sudah ada kemauan untuk hijrah dari hal-hal yang Allah tidak disukai. Hijrah dari hal2 yang nampak sederhana namun ternyata berat untuk ditinggalkan, hijrah untuk merubah mindset dan meyakinkan hati serta menjalaninya dg istiqomah, hal yang sering diabaikan namun efeknya luar biasa. Berbicara soal uang memang sangat sensitif, uang sangat dekat dengan penyakit hati, tamak, serakah, sombong, hura-hura, iri hati dengki dsb. Itulah kenapa kita (saya) harus berhati2 bagaimana kita mendapatkan uang dan membelanjakan uang. Maaf, bukan saya mau menggurui, bukan saya sudah 100% benar, tapi mari sama2 belajar yuk... untuk lebih berhati2 terhadap uang. Alhamdulillah saya, suami dan anak2 bersyukur masih bisa naik motor berempat karena belum mampu beli mobil tanpa hutang yang berbunga, alhamdulillah modal berdagang bukan dari pinjaman berbunga, modalnya sedikit gpp yang penting halal :), alhamdulillah sampai dengan saat ini saya dan suami tidak pernah berhubungan dengan kartu kredit, dan semoga Allah bukakan pintu rezeki agar hutang KPR rumah kami segera terlunasi, bahkan sudah terlintas dalam pikiran kami untuk pindah jadi kontraktor seperti dulu
demi melunasi riba dari rumah yang kami beli dengan cara KPR. Semoga Allah mudahkan semuanya. Aamiin. Tidak bisa dipungkiri, gaji kantor aja masih pakai bank konvensional, masih ada koperasi juga yang disitu ada simpan pinjam dengan bunga, sebenarnya sangat banyak yang harus saya pelajari :(. Tidak ada pembelaan lagi, tidak bisa cari pembenar lagi, astaghfirullohal'adzim. Pelan-pelan harus bisa... harus bisa meninggalkan satu persatu. Ya Allah, mampukan kami... halalkan rezeki yang mengalir dalam tubuh kami, tubuh anak2 kami, tubuh keluarga dan saudara2 kami. Jauhkan kami dari siksa karena riba Ya Allah. Aamiin Aamiin Aamiin Ya Robb.






“Allah telah menghalalkan perniagaan dan mengharamkan riba.” (Qs. al-Baqarah: 275).

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”. (Qs. Al Baqarah 276.)



Sekali lagi saya sangat jauh dari sempurna, saya masih harus belajar lagi dan lebih banyak lagi, gak ada maksud untuk mendiskreditkan atau menyinggung, semoga dapat diambil manfaatnya dari tulisan ini.

Let's Hijrah.





Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------