Hanin #4

Umur 10 hari aku sudah melanglangbuana ke kampung halaman ibu. Banjarnegara. Kota yang lumayan adem untuk ukuran jogja dan makassar. Kurang lebih satu bulan disana. Setiap malam, aku tidur bertiga. Sama ibu dan sama nenek. Bukan sama ayah, tapi tak apa, aku tetap nyaman dan senang dipelukan mereka. Karena aku tau, nenek, om, tante, sepupu dan keluarga besar sangat menyayangiku. Bagiku itu cukup untuk mengalihkan rasa rinduku pada ayah. Walau bagaimanapun, sentuhan ayah tak bisa tergantikan :-(

Sedang mengamati wajah eyang nih :-)

Umur 45 hari, ayah datang. Dan keluarga besar menggelar acara aqiqahan untukku. Tidak ada kata terlambat, aku tau kondisi ini adalah kondisi yang orangtuaku tak bisa kendalikan. Karena ayah jauh dan masih ada tanggungjawab lain atas pekerjaan-pekerjaannya. Jadi di umur 45 hari ini baru digelar acara aqiqahan untukku.
Rambutku belum sempat dicukur habis, kata nenek, "biarkan saja dulu, karena hanin kan mau menempuh perjalanan jauh, jadi biar gak kademen, gundulnya besok kalo sudah di jogja saja yaa".

Sampe jogja, aku tidur pulas sampe pagi. Perjalanan yang lumayan jauh, walau capek tapi aku tidak mau merepotkan ayah dan ibu, aku agak rewel kalau ibu kelamaan kasih asi. Karena, aku anaknya sedikit gak sabaran soal asi. Tapi kalau pup + pip, bisa ditolerir deh, paling uget-uget aja gak sampe nangis. Hehee.

Besoknya aku harus ikut ibu ke acara Kelas Edukasi AIMI Tips 4 Working Moms. Bagaimanapun juga, aku harus bisa kompromi soal ASI sama ibu. Karena ibuku adalah pekerja, jadi nanti aku pasti bakal ditinggal-tinggal, dan aku tetap maunya ASI bunda saja gak mau susu formula.

Walau masih capek, aku tetap gak rewel ngikutin ibu-ibu pada ngomongin tentang makanan+minuman favoritku itu. Ya, bagiku ASI adalah cairan paling enak sedunia.

Selesai ikut acara itu, kami (aku, ibu dan ayah) menuju ke DSAku, Dr. Lubaid yang baik hati, rencana mau check-up dan imunisasi karena besok pagi kami mau ke makassar. Kampung halaman ayah. Hanin, naik pesawat euy. Horrreee

Digendong ayah mau ketemu DSA
Kecapean...


Sebelum berangkat Ibu malah flu. Ibu sakit. Tumbang, kecapekan. Tapi alhamdulillah aku tetap fit. Aku mau menunjukkan pada ibu bahwa hanin sehat... Hanin kuat.. Hanin ingin ketemu nenek di makassar. Deal. Ayah dan ibu sepakat membawa ku ke makassar dengan surat keterangan dari dokter yang sudah di tangan.

Pengalaman pertamaku naik pesawat. Cihuy,,,, begitu lepas landas entah apa yang aku rasakan, rasa-rasanya pengen sekali ikut ,,,, emmmmmm... mengejan! Aaaah, tak tertahankan! Yap... akhirnya aku pup dipangkuan ibu. Hahaha. Begitulah.
Ibu mendekapku erat, aku tau apa yg ibu rasakan, dia mengkhawatirkanku, dia terus memaksaku untuk tetep nen waktu take off dan landing, aku ikuti saja apa mau ibu. Selama di pesawat aku gak rewel. Padahal harapan ibu aku menangis biar mulutku terbuka, dan rahangku tertarik biar gak sakit. Tapi aku gak mau, karena pasti akan jadi pusat perhatian se-isi pesawat, aku sudah bosan diperhatikan begitu ibuuuu. *plis deh hanin, yang ini dusta*. :D

-----------------------------------------------------------

Welcome makassar. Aaaaiiih.. Panas panas panas. Aku tetap sabar. Aku senang akhirnya bertemu dengan kakek nenek, tante, om dan keluarga besar ayah. Aku digendong kesana kemari. Aku sebenarnya agak roaming dengan bahasa mereka, ... Apa ji kita bilang? Ededeeeh... Tidak mi saya mengerti. Susah sekali dipahami nah.. Begitulah kira-kira. Hehe. Ya, itung-itung perbendaharaan kata dan bahasaku makin bertambah, bahasa ngapak, aja kaya kuwe la.... Bahasa jogja, bahasa indonesia, bahasa makassar, bahasa bugis, dan bahasa aku dan ibu.:-D

Baru landing langsung nampang nih :))

Hampir 2 minggu aku disini. Aku senang bisa habiskan waktu sama ayah. Selama ini aku jarang bisa bareng ayah. Digendong, dipeluk, dan ditemani diskusi dikala aku sudah bosan dengan enen bunda dan njuleg dengan bau tubuh bunda. Aku alihkan ke ayah. Ayahku... Beliau selalu aktif mengajakku diskusi. Diskusi apaaaaaaaa saja. Dari soal harapan-harapannya pada ku jika aku besar nanti, mengajarkan attitude-attitude yang berlandaskan sila-sila pancasila dan agama, curhat soal pekerjaan ayah, trafo meledak, tarik genset, kabel tanah, beban puncak dan apalah itu semua sampe soal bagaimana cara membuat kue jalangkote.

Ayah juga sering mandiin aku, sebelum berangkat ke kantor, disempatkan sebentar untuk bercanda sambil menimangku. Bergantian shift sama bunda kala jaga malam. Gantiin popok, urutin perut waktu hanin kembung dan ngelonin hanin sampe tertidur. Aaaah.. Precious moment oh bestiest father..

Waktu terus berjalan, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Aku dan ibu harus kembali ke jogja. Karena bulan depan ibu sudah mulai bekerja lagi. Aaaaaaah aku tak suka perpisahan ini. Teganya jarak yang memisahkan kami....!!!! Aku masih rindu ayah, belum puas aku bermain-main sama ayah, aku ingin ayah menyaksikan setiap detik pertumbuhanku.. (sumpah bagian ini aku nangis seember... Maafkan bunda hanin.. Maafkan ayah... Maafkan kami.. Maafkan nak.. Maafkan ketidakberdayaan kami... Ini untuk masa depan hanin... Kami sangat mencintaimu anakku).

***kehilangan kata-kata, gak bisa nglanjutin lagi..***
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
------- I R V I -------